Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Deksametason Pada Jamu Pegal Linu Yang Beredar Di Pasar Cisalak Kota Depok Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Eny Purwanitiningsih; Yeshi Mayasari; Fadillah Ningrum
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol 9, No 1 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i1.1561

Abstract

AbstrakKecenderungan masyarakat untuk kembali ke alam dalam memelihara kesehatan tubuh membuat industri di bidang obat tradisional berusaha meningkatkan kapasitas produksinya. Salah satu obat tradisional yang diminati oleh masyarakat adalah jamu pegal linu. Namun ada beberapa produsen yang menambahkan bahan kimia obat (BKO) dalam jamu. BKO yang sering di tambahkan dalam jamu pegal linu salah satunya adalah Deksametason. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi Deksametason dalam jamu pegal linu yang beredar di Pasar Cisalak kota Depok. Metode yang dilakukan merupakan uji kualitatif dengan Kromatografi Lapis tipis (KLT) hasilnya berupa bercak noda dan perbandingan nilai Rf. Hasil KLT pada sampel B dan E terbentuk noda yang sejajar dengan baku pembanding deksametason dilihat pada sinar UV 254 nm. Nilai Rf baku pembanding yaitu 0, 766, nilai Rf sampel B (0,760), sampel E (0,773). Dari 6 sampel jamu pegal linu yang diuji terdapat 2 sampel (B dan E) yang mengandung bahan kimia obat deksametason. Disarankan melakukan penelitian lebih lanjut terhadap jamu pegal linu dalam bentuk sediaan lain dan pengujian terhadap bahan kimia obat lain seperti Prednison yang diduga sering dicampurkan dalam jamu pegal linu. Kata Kunci      : Deksametason, Jamu Pegal Linu, Kromatografi Lapis Tipis
Profil Kadar Hemoglobin dan Glukosa Darah Sewaktu pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Babelan 1: Hemoglobin and Random Blood Glucose Profiles among Pregnant Women in the Working Area of Babelan 1 Primary Health Center Hafifah Ma’arif; Sumiati Bedah; Yeshi Mayasari
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Anemia dan gangguan regulasi glukosa selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal maupun perinatal. Pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan glukosa darah sewaktu (GDS) berbasis point-of-care testing (POCT) dapat digunakan untuk memperoleh gambaran awal kondisi ibu hamil pada layanan primer. Tujuan: Mendeskripsikan kadar Hb dan GDS serta distribusinya menurut usia ibu, usia kehamilan, dan paritas di wilayah kerja Puskesmas Babelan 1. Metode: Penelitian deskriptif dengan pengukuran satu kali dilakukan pada Juli 2025 terhadap 30 ibu hamil. Data karakteristik diperoleh melalui wawancara terstruktur, sedangkan Hb dan GDS diukur pada darah kapiler menggunakan Hb meter digital dan glukometer POCT. Anemia didefinisikan sebagai Hb <11 g/dL. Nilai GDS dikelompokkan secara operasional menjadi <140 mg/dL dan ≥140 mg/dL; kategori tersebut diperlakukan sebagai temuan skrining, bukan diagnosis diabetes gestasional. Analisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil: Rerata usia responden adalah 30,13±6,45 tahun dan rerata usia kehamilan 24,67±10,82 minggu. Rerata Hb sebesar 12,32±1,77 g/dL (rentang 8,6–15,5); sebanyak 5 responden (16,7%) mengalami anemia. Rerata GDS sebesar 108,67±17,53 mg/dL (rentang 82–151); 2 responden (6,7%) memiliki GDS ≥140 mg/dL. Anemia paling banyak ditemukan secara absolut pada trimester III dan kelompok multipara. Kedua nilai GDS ≥140 mg/dL ditemukan pada kelompok usia kehamilan berisiko dan multipara. Kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil memiliki Hb ≥11 g/dL dan GDS <140 mg/dL, tetapi masih ditemukan anemia dan peningkatan GDS yang memerlukan evaluasi lanjutan. Pemeriksaan POCT dapat mendukung deteksi awal, namun temuan GDS abnormal harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan diagnostik sesuai pedoman kehamilan.