Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BENAR DAN PELATIHAN PEMBUATAN JAJANAN SEHAT UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA ANAK Helni Helni; Luthfiyah Mega Srikandi Dimar; Rofidatul Husna; Jundy Eko Wahyudi; Khalish Arsy Al Khairy Siregar; Paula Mariana Kustiawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15408

Abstract

ABSTRAKEdukasi masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar dan pelatihan pembuatan jajanan sehat merupakan dua hal yang penting untuk mencegah stunting pada anak. Stunting adalah kondisi kesehatan yang disebabkan oleh malnutrisi kronis dan merupakan masalah kesehatan yang sangat serius di negara-negara berkembang. Salah satu penyebab utama stunting adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Antibiotik yang digunakan secara tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan menurunkan efektivitas obat dalam mengatasi infeksi. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan edukasi masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar. Metode kegiatan melalui penyuluhan tentang penggunaan antibiotik, pelatihan pembuatan cemilah sehat, pemberian kuesioner pretest dan posttest, pemberian pamflet dan prototipe cemilan sehat bagi peserta. Secara keseluruhan, peningkatan edukasi masyarakat dalam penggunaan antibiotik yang benar dan pelatihan pembuatan jajanan sehat adalah langkah yang efektif dalam mencegah stunting pada anak. Kedua upaya ini dapat membantu meningkatkan kesehatan dan gizi anak, serta mencegah berkembangnya masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan. Kata kunci: antibiotik; resistensi antibiotik; stunting; penyuluhan; pelatihan ABSTRACTTwo essential variables in avoiding childhood stunting are public education on the proper use of antibiotics and training in the preparation of healthy snacks. Stunting is a medical disorder induced by persistent malnutrition that is a major public health issue in underdeveloped nations. Antibiotic usage is one of the leading causes of stunting. Inappropriate antibiotic use can lead to antibiotic resistance and reduce antibiotic effectiveness in treating infections. As a result, it is vital to educate the public about antibiotic usage. Antibiotic advice, training in the production of healthy snacks, presentation of pretest and posttest questionnaires, and distribution of brochures and prototypes of healthy snacks to participants are all part of the activity. Overall, increasing public education on antibiotic safety and training in the preparation of nutritional snacks are good methods to reducing childhood stunting. These two measures can help enhance children's health and nutrition while also avoiding the emergence of more serious health issues in the future. Keywords: antibiotics; stunting; counseling; training
Uji Aktivitas Antioksidan, Fenolik Total, dan Flavonoid Total dari Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius) dan Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Ika Ayu Mentari; Jundy Eko Wahyudi
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.20426

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil diakibatkan elektron yang berpasangan dan dapat menyebabkan kerukan molekul disekitarnya. Akumulatif dari radikal bebas dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, neurodegeneratif dan penyakit kronis lainnya.Radikal bebas dapat dinetralkan dengan menggunakan sumber antiokasidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dari Aktivitas antioksidan, total phenolic content (TPC) dan total flavonoid content (TFC) dari kombinasi ekstrak etanol daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dan daun jeruk purut (Citrus hystrix). Metode uji pada aktivitas antioksidan (DPPH), TPC, dan TFC dari kombinasi ekstrak etanol daun pandan (P. amaryllifolius) dan daun jeruk purut (C. hystrix) dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun pandan dan daun jeruk purut dengan kombinasi perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1 memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 47,67; 111,63; dan 28,34 µg/mL, serta dengan nilai dari TPC masing-masing sebesar 106,377; 561,449; dan 561,449 mg GAE/g ekstrak, serta 20.833, 279,166 dan 270.833 mg CE/ g ekstrak untuk nilai TFC. Kata Kunci : Antioksidan, Citrus hystrix, Pandanus amaryllifolius, TPC, TFC Free radicals are unstable molecules due to paired electrons and can cause damage to the surrounding molecules. Accumulative free radicals can cause various diseases such as cardiovascular disease, neurodegenerative and other chronic diseases. Free radicals can be neutralized by using antioxidant sources. This study aims to determine the value of antioxidant activity, total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC) from a combination of ethanol extracts of pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) and kaffir lime leaves (Citrus hystrix). The test method for antioxidant activity (DPPH), TPC, and TFC from a combination of ethanol extracts of pandan leaves (P. amaryllifolius) and kaffir lime leaves (C. hystrix) was carried out using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the combination of ethanol extracts of pandan leaves and kaffir lime leaves with a combination ratio of 1: 1, 1: 2, and 2: 1 had antioxidant activity with an IC50 value of 47.67; 111.63; and 28.34 µg/mL, and with TPC values of 106.377; 561.449; and 561.449 mg GAE/g extract, respectively, and 20.833, 279.166 and 270.833 mg CE/g extract for TFC values.