Ety Nur Inah, Ety Nur
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERANAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN Inah, Ety Nur
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.299

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang hidup berkelompoksaling membutuhkan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial danhidup berkelompok dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak luputdari interaksi atau komunikasi. komunikasi adalah prosespenyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atauaudiens baik itu dalam bentuk simbol, lambang dengan harapanbisa membawa atau memahamkan pesan itu kepada masyarakatserta berusaha mengubah sikap dan tingkah laku. Komunikasi jugadigunakan dalam dunia pendidikan dan memiliki peranan yangbegitu penting dalam pendidikan di antaranya, pertama fungsipengawasan, fungsi ini berupa peringatan dan kontrol maupunkegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol ini dapat dilakukanuntuk aktifitas prevensif untuk hal-hal yang tidak diinginkanseperti pemberian bahaya narkoba yang dilakukan melalui mediamasa dan ditunjukan kepada para pelajar dan lebih luas lagi kepadamasyarakat. Kedua fungsi sosial learning, fungsi sosial learning iniadalah melakukan guilding dan pendidikan sosial kepada semuaorang. Fungsi ini memberikan pencerahan kepada masyarakatdimana komunikasi massa itu berlangsung. Dan ketiga fungsipenyampaian informasi. Fungsi ini merupakan proses penyampaianinformasi kepada masyarakat luas umumnya dan khususnyakepada peserta didik dalam hal penyampaian pesan yang berupamateri yang relevan dengan tujuan instruksional pendidikan.Selanjutnya tujuan komunikasi dalam pendidikan, jika kita sebagaipengajar maka kita sering berhubungan dengan pelajar, olehkarena itu, kita bertujuan menyampaikan informasi tentang materipelajaran yang akan diajarkan, agar materi pelajaran yangdisampaikan dapat dimengerti dan dipahami sebagai komunikasiyang kita laksanakan dapat tercapai. Dan ada 6 komponen yangharus digunakan dalam pendidikan yang tidak dapat dipisahkansatu sama lain di antaranya yaitu: sumber (source), komunikator(encoder), pesan (massage), komunikan (decoder), media(channel), effek (hasil).Kata Kunci: Peranan, Komunikasi dan Pendidikan.
PERAN KOMUNIKASI DALAM INTERAKSI GURU DAN SISWA Inah, Ety Nur
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v8i2.416

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial dan hidup berkelompok dalam kehidupansehari-hari, tentu tidak luput dari interaksi atau komunikasi. Komunikasiadalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atauaudiens baik itu dalam bentuk simbol, lambang dengan harapan bisamembawa atau memahamkan pesan itu kepada peserta didik (siswa) jika dikelas atau pada masyarakat serta berusaha mengubah sikap dan tingkahlaku. Dalam dunia pendidikan proses pembelajaran akan efektif, jikakomunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa terjadi secara intensif.Dalam pembelajaran di dalam kelas, proses komunikasi akan berlangsungbaik antara guru ke siswa dalam hal ini, peserta didik atau sebaliknya antarapeserta didik dengan guru atau pendidik di mana materi pembelajaranmerupakan pesan dalam proses komunikas pembelajaran yang seringdipandang sebagai jantung atau inti kegiatan pembelajaran. Dalamkomunikasi pembelajaran inilah terjadi Intraksi edukatif yang berlangsungdalam bentuk pertukaran pesan yang tidak lain adalah materi pembelajaran.Dalam konteks komunikasi pembelajaran Guru ditempatkan dalam posisisebagai komunikator oleh karena tugas dan peran guru sebagai pemimpinpembelajaran memposisikan menjadi komunikator sedangkan siswaditempat sebagai komunikan atau peserta didik. Guru harus mampumenguasai pola interaksi dan teknik komunikasi yang baik dalam prosespembelajaran. Interaksi dalam pembelajaran lebih dikenal dengan istilahinteraksi edukatif. Interaksi edukatif secara spesifik merupakan proses atauinteraksi belajar mengajar memiliki ciri-ciri khusus yang membedakandengan bentuk interaksi lain. Ciri-ciri Interaksi Belajar Mengajar tersebutyaitu interaksi belajar-mengajar memiliki tujuan, ada suatu Prosedur(jalannya inetraksi) yang terencana, interaksi belajar mengajar di tandaidengan suatu penggarapan materi yang khusus, ditandai dengan adanyaaktivitas siswa, dalam interaksi belajar mengajar guru berperan sebagaipembimbing, di dalam interaksi belajar mengajar membutuhkan disiplin,dan ada batas waktu.Kata Kunci : Komunikasi, Interaksi , Guru dan Siswa
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA MADRASAH TSANAWIYAH TRIDANA MULYA KECAMATAN LANDONO KABUPATEN KONAWE SELATAN Inah, Ety Nur
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.519

Abstract

Kepemimpinan seorang kepala sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara dalam kegiatan mempengaruhi atau memberi motivasi bawahan agar melakukan tindakan-tindakan yang selalu terarah terdapat pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan pola komunikasi interpersonal kepala madrasah Tridana Mulya Kecamatan Landono.  Sumber data dalam penelitian adalah guru dan kepala madrasah Tridana Mulya Kecamatan Landono. Hasil penelitian: 1) Pola komunikasi yang digunakan kepala Madrasah Tsanawiyah Tridana Mulya Kecamatan Landono adalah pola komunikasi linear, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh kepala madrasah dengan cara memposisikan dirinya setara/ sederajat dengan guru. Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh Kepala Madrasah dapat melalui bahasa lisan, seperti menyapa, bercerita, atau memberikan instruksi langsung kepada guru. Bentuk lain komunikasi interperosnal kepala madrasah adalah dengan melalui bahsa tubuh, seperti senyum, merangkul, dan bersalaman dengan guru. 2) Faktor pendukung komunikasi interpersonal kepala Madrasah Tsanawiyah Tridana Mulya Kecamatan Landono adalah: a) Iklim komunikasi yang baik antara kepala madrasah dengan guru, b) Media komunikasi sudah tersedia/ handphone, dan c) Loyalitas dan dedikasi dari masing-masing guru. 3) Faktor  penghambat komunikasi interpersonal kepala sekolah dan guru adalah masing-masing guru sulit menentukan waktu yang pas untuk menentukan waktu pelaksanaan komunikasi interpersonal. Kata Kunci : Kepemimpinan, Komunikasi Interpersonal
Penerapan Collaborative Learning Melalui Permainan Mencari Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas V Di SDN Tabanggele Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe Inah, Ety Nur; Pertiwi, Utami Anggun
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 10 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v10i1.550

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Tabanggele dengan menerapkan Collaborative Learning melalui Permainan Mencari Gambar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan di SDN Tabanggele. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 22 orang terdiri dari 9 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu lembar observasi,dokumentasi dan soal tes untuk mengetahui hasil belajar siswa pada setiap akhir siklus. Dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu jika 80 % siswa yang  mendapatkan nilai ≥70.           Berdasarkan hasil penelitian khususnya pada siswa kelas V SDN Tabanggele menunjukan adanya peningkatan hasil belajar dengan nilai rata-rata siswa setelah tindakan siklus 1 meningkat dibandingkan dengan nilai tes awal, yakni dari 57.72 menjadi 71.05 dengan presentase kenaikan sebesar 31.82%. Namun belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 80% siswa memperoleh nilai . Selanjutnya pada siklus 2 ini telah memenuhi indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu 80% siswa telah mendapat nilai minimal 70. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan Collaborative Learning melalui permainan mencari gambar berpengaruh positif bagi aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Tabanggele.    Kata Kunci :  Collaborative Learning, Permainan Mencari Gambar, Hasil  Belajar.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL KOOPERATIF NUMBER HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS III B MADRASYAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 KONAWE SELATAN Usaha, La; Inah, Ety Nur; Kadir, Fatimah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v0i0.1110

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT). Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah  observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada materi Sumber Energi dan Bentuk Permukaan Bumi. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 71,42% dan siklus II mencapai 90,47% dengan nilai rata-rata pada siklus I, 70,85 dan siklus II 78,95 dengan demikian peningkatan hasil belajar dari pra siklus ke siklus I, 23,33%, dan siklus I ke siklus II, 31,37%. Begitu pula dengan aktifitas siswa dan guru, siswa mulai terbiasa dengan metode ini sehingga mereka senang dalam proses pembelajaran dengan berkelompok. Hal ini terlihat ketika siklus II siswa sudah mulai aktif dengan pencapaian hasil belajar rata-rata memperoleh nilai 78,95 dan untuk guru  senang dengan metode ini karena semua siswa kelas IIIb aktif dalam proses belajar mengajar.Kata Kunci : Pendidikan Lingkungan; Pembelajaran; Karakter Peduli Lingkungan  
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB MAHASISWA BIDIKMISI Inah, Ety Nur; Khairunnisa, Aeni
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v12i1.1220

Abstract

Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar, prestasi belajar pada mata kuliah bahasa Arab dan hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar bahasa Arab mahasiswa Bidikmisi di Kendari. Data yang diambil dari sampel (n = 40) dikumpul menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi lalu dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis deskriptif data variabel X menunjukan nilai mean 61,48 dari skor idealnya, dengan frekuensi tertinggi (24 = 60%) pada interval presentase 61-80%. Hasil ini umumnya menunjukkan motivasi belajar bahasa Arab mahasiswa Bidikmisi pada kategori tinggi. Hasil analisis deskriptif data variabel Y menunjukkan nilai mean (81,2) dari skor idealnya, dengan frekuensi tertinggi (20 = 50%) pada interval presentase 61-80%. Hasil ini umumnya menunjukkan prestasi belajar bahasa Arab mahasiswa Bidikmisi pada kategori tinggi. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar bahasa Arab mahasiswa Bidikmisi (r2 = 2,5%), sedangkan sisanya 97,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci: Belajar Bahasa Arab; mahasiswa Bidikmisi; motivasi belajar; prestasi belajar