Zuwardi Zuwardi
Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bikittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konsep Harga Dalam Ekonomi Mikro Islam Zuwardi Zuwardi; Afri Yongki; Annisa Nurul Dienya; Andre Rukmana Sen; Ryan Cahyadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1753

Abstract

Penetapan harga adalah fenomena yang memerlukan penyelidikan mendalam. Harga selalu berfluktuasi berdasarkan faktor yang mempengaruhinya saat ini. Harga dapat naik atau turun secara signifikan sebagai akibat dari perubahan penawaran dan permintaan. Dalam ekonomi Islam, harga ditentukan oleh keadaan pasar yang didasarkan pada penawaran dan permintaan. Menurut Ibnu Taimiyah, jika harga dibiarkan berfluktuasi secara spontan sesuai dengan kondisi pasar, pada akhirnya akan muncul harga yang wajar, dan pemerintah tidak berhak mencampuri keputusan tersebut.
Analisis Teori Permintaan, Penawaran, Dan Harga Menurut Pandangan Ibnu Khaldun Zuwardi Zuwardi; Alfi Syahrin; M. Ilham Rayana; Herdian Mainaki; Muhammad Bilal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1754

Abstract

Ibnu Khaldun berperan sebagai salah seorang ekonom terkemuka dalam sejarah pemikiran Islam serta hidup pada periode kedua sejarah pemikiran Islam. Kamus Muqaddimahnya menjelaskan banyak teori ekonomi yang banyak diturunkan dalam ilmu ekonomi modern, antara lain teori kuantitas dan permintaan. Dia setuju bahwa kuantitas dan permintaan saling mutlak, yang dapat membentuk biaya. Dalam hal ini, teori Ibnu Khaldun memperoleh banyak perbandingan di kalangan ilmu ekonomi modern. Ini mungkin terjadi meskipun asumsi Ibnu Khaldun lebih menonjolkan jenis indikasi pengalaman daripada data proposisional, banyak pemikir Barat telah mengadopsi kecerdasannya.