Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Harta Pusaka Minangkabau Dalam Presfektif Al-Quran (QS. An-Nisa: 11) Adly Rifky Bariqy; Alhusna Efendi; Suryani Ihsan; Muhammad Akbar Rosyidi Datmi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1802

Abstract

Artikel ini membahas tentang tradisi pewarisan dalam masyarakat Minangkabau. Tujuan penulisan ini bermaksud untuk mengkaji mengenai apa saja pewarisan dimasyarakat Minangkabau dan bagaimana dalam presfektif Al-Quran dan hukum adat dalam pemberian warisan pada masyarakat Minangkabau. Metode penitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, desain penelitian deskriptif kualitatif serta terknik analisis data dalam penelitian ini yaitu studi literatur. Hasil penelitian ini yaitu pembagian harta warisan diminangkabau terdapat dua jenis yaitu harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah serta untuk hubungan hukum islam dan hukum adat terdapat 2 asas yaitu asas-asas hukum waris adat dan asas-asas hukum waris islam. Maka dapat disimpulkan bahwa dalam masyarakat Minangkabau terdapat 2 jenis harta yaitu harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah dimana harta pusaka tinggi ini hanya diberikan kepada garis keturunan ibu dan tidak boleh diperjual belikan hanya bisa manfaatnya saja yang dirasakan, akan tetapi bisa digadaikan kalau ada alasannya itupun harus ada persetujuan dengan sesama kaum keturunannya.
NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QUR’AN SURAH AL-AN’AM: 151 MENURUT BISRI MUSTAFA DALAM TAFSIR AL- IBRIZ DAN URGENSINYA DI ERA GLOBALISASI Iqbal Ardiansyah; Safria Andy; Muhammad Akbar Rosyidi Datmi
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 02 (2023): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v8i02.5235

Abstract

Era globalisasi memang memudahkan manusia dalam mengakses berbagai hal karena kemudahan-kemudahan yang didapati, namun tak sedikit juga berdampak pada tatanan sosial masyarakat. Berbagai fenomena yang kita hadapi menunjukkan kemerosotan moral yang signifikan dari tahun ke tahun. Kondisi ini terwujud dalam perkelahian kekerasan, narkoba, alkohol, pornografi, kurang sopan santun kepada orang tua dan guru, bahkan hingga pembunuhan. Untuk itulah pendidikan akhlak diperlukan agar setiap orang dapat berperilaku sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan nilai-nilai agama. Al-Qur'an adalah petunjuk Allah SWT yang jika dipelajari dengan baik akan membantu untuk menemukan pelajaran yang dapat dijadikan pedoman hidup dan dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai pendidikan akhlak dalam QS. Al-An'am ayat 151 menurut Bisri Mustafa dalam Tafsir Al-Ibriz dan urgensinya di era globalisasi saat ini. Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah library search atau pencarian perpustakaan dengan menggunakan sumber informasi utama yaitu Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 151. Beberapa nilai pendidikan akhlak yang ditemukan dalam QS. An’am ayat 151, yaitu Nilai Ketauhidan, Nilai Birrul Walidain, Nilai tanggung jawab dan tawakal, Nilai menjauhi perbuatan keji, dan Nilai perlindungan terhadap jiwa.
Pandangan Masyarakat Kampung Menteng terhadap Penggunaan Alat Musik Hadrah di Masjid Raya An-Nuh: Studi Living Hadis Firmansyah; Muhammad Akbar Rosyidi Datmi
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v12i1.5124

Abstract

This study examines the community’s understanding of the use of musical instruments at An-Nuh Grand Mosque in Kampung Menteng from a hadith perspective. The aim of this research is to explore the theological, social, and cultural dynamics underlying differing views on this practice, as well as its implications for religious life. The study employs a qualitative descriptive-analytical and phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews with mosque administrators, religious leaders, and congregants, along with field observations and documentation of hadith texts and relevant academic literature. The findings reveal three main themes. First, theological diversity influenced by differing interpretations of hadith concerning music, ranging from strict prohibition to conditional permissibility. Second, the influence of local culture, which positions music as part of religious expression and community identity. Third, the role of authority and tradition in shaping mosque policies, which often function as a mediating space between conservative and progressive groups. These findings demonstrate that the use of music in the mosque is not merely a ritual issue, but also a reflection of negotiation between text, tradition, and contemporary social realities. This study contributes to hadith studies and Islamic cultural scholarship by showing that the living hadith approach can harmonize textual authority with lived religious practices. Its practical implication highlights the need for participatory and dialogical mosque governance to prevent internal conflict and strengthen congregational harmony. Further research is recommended to compare similar cases across different cultural contexts.