Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BAGI SISWA SMA MUHAMMADIYAH 3 PADANG Armalena Armalena; Surya Afdal
Menara Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.512 KB) | DOI: 10.31869/jmp.v1i2.3056

Abstract

Pemberlakukan Kurikulum  2013 diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan citra pendidikan Indonesia di mata dunia. Namun, sampai saat ini Indonesia masih tertinggal jauh dari negara ASEAN seperti Malaysia dan Thailand, apalagi dengan Singapura tahun 2016 ditasbihkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, disusul oleh Finlandia pada peringkat kedua. Pembenahan sistem pendidikan tidak dapat hanya dilakukan melalui pergantian kurikulum belaka, akan tetapi juga harus didukung oleh sektor/faktor lain, termasuk kualitas guru. Guru yang berkualitas secara otomatis akan mampu mendongkrak majunya pendidikan di Indonesia termasuk menjadi solusi bagi permasalahan motivasi belajar bagi siswa. Motivasi belajar siswa khusunya yang ada di SMA Muhammadiyah 3 Padang sangat kurang. Sehingga belum berhasil  meningkatkan prestasi. Berdasarkan permasalahan di atas, maka sangat penting memberikan motivasi yang baik dan mengajarakan cara belajar yang efektif serta memberikan pelatihan kepada siswa-siswa yang dimaksud agar mereka mampu untuk memotivasi dirinya sendiri. Solusi yang ditawarkan adalah pelaksanaan kegiatan penjelasan tentang motivasi belajar dan belajar efektif. Sesi ini menitikberatkan pada pemberian penjelasan mengenai pentingnya motivasi yang muncul dari dalam diri siswa agar mampu meningkatkan prestasinya.dan juga memberikan pelatihan dan workshop tentang belajar efektif. Luaran dari kegiatan PPM ini adalah peningkatan motivasi dan cara belajar efektif bagi siswa, di samping publish artikel di jurnal pengabdian, diterbitkan artikel di koran online dan dokumentasi foto dan video pelaksanaan pengabdian. Metode pelaksanaan PPM adalah dengan cara mengnalisis kebutuhan, merenencanakan kerja, Rencana kerja meliputi: persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Pelaksana kegiatan akan menjadwalkan waktu yang tepat dan tempat yang cocok dalam melaksanakan pelatihan dan workshop sesuai denga tahapan rencana kerja. Selanjutnya, evaluasi untuk semua program kegiatan sesuai target luaran. Kata Kunci: Motivasi; Belajar; Efektif; SMA Muhammadiyah 3
Pemikiran Pendidikan Islam Dr. H. Abdul Karim Amrullah (Studi pada Perguruan Thawalib Padangpanjang) Surya Afdal; Zulmuqim Zulmuqim; Duski Samad
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 5, No 2 (2022): Vol. 5, No. 2 Desember 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v5i2.3830

Abstract

Pemikiran pendidikan Islam yang diterapkan Dr. H. Abdul Karim Amrullah (HAKA) pada Perguruan Thawalib telah melahirkan lembaga pendidikan Islam yang sangat penting dan paling berpengaruh di Minangkabau. Hal ini dilakukan HAKA setelah bergabung dengan Surau Jembatan Besi di Padangpanjang, HAKA menemukan kelemahan halaqah, yaitu hanya fokus mendengarkan ide guru. HAKA percaya bahwa instruksi semacam ini tidak mengembangkan kritis bagi peserta didik dalam berpikir. Dalam tanggapannya terhadap kondisi ini, bahwa HAKA menggabungkan halaqah dengan metode diskusi. HAKA mengubah pengajian surau menjadi sekolah-sekolah yang berkelas, dengan memakai metode penggabungan kurikulum pelajaran umum dan agama, memakai buku-buku baik yang ditulis oleh guru yang mengajar di Perguruan Thawalib Padangpanjang maupun kitab-kitab dari luar. Hal ini, dapat dipahami bahwa pemikiran pendidikan Islam HAKA mencakup komponen-komponen pendidikan yang meliputi; tujuan pendidikan, dasar pendidikan, pendidik, dan peserta didik.
Moderasi Pendidikan Islam Abdul Karim Amrullah pada Perguruan Thawalib Padangpanjang Surya Afdal; Bambang Bambang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1914

Abstract

Pendidikan Islam sebagai ilmu seringkali diasumsikan sebagai sesuatu yang memiliki korelasi positif dengan proses moderasi dan kehidupan sosial manusia. Apabila ditelaah lebih lanjut perkembangan pendidikan Islam pada awal abad ke-20 telah memiliki ciri khas tersendiri pada aspek kelembagaan dan tujuannya, di antara ciri khas tersebut adalah; pertama penyesuaian dengan kondisi moderasi di negara Eropa sebagai kiblat modernisasi, kedua konvergensi (menyelaraskan) pendidikan sekuler dengan pendidikan tradisional, dan ketiga menghilangkan sama sekali eksistensi pendidikan tradisional Islam. Sementara itu, moderasi pendidikan Islam yang diterapkan Dr. H. Abdul Karim Amrullah (HAKA) pada Perguruan Thawalib telah melahirkan lembaga pendidikan Islam yang berpengaruh di Minangkabau. Hal ini dilakukan HAKA setelah bergabung dengan Surau Jembatan Besi di Padangpanjang, HAKA menemukan kelemahan halaqah, yaitu fokus mendengarkan ide guru. HAKA percaya bahwa instruksi semacam ini tidak mengembangkan kritis bagi peserta didik dalam berpikir. Dalam tanggapannya terhadap kondisi ini, bahwa HAKA menggabungkan halaqah dengan metode diskusi. HAKA mengubah pengajian surau menjadi sekolah-sekolah yang berkelas, dengan memakai metode penggabungan kurikulum pelajaran umum dan agama, memakai buku-buku baik yang ditulis oleh guru yang mengajar di Perguruan Thawalib Padangpanjang maupun kitab-kitab dari luar. Hal ini, dapat dipahami bahwa moderasi pendidikan Islam HAKA mencakup komponen-komponen pendidikan yang meliputi; materi pendidikan, metode pendidikan, dan lembaga pendidikan.
Aktualisasi Pemikiran Pendidikan Islam Abdul Karim Amrullah Pada Perguruan Thawalib Padang Panjang Afdal, Surya; Bambang, Bambang
Jurnal Media Ilmu Volume 2 No. 1 Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v1i2.4483

Abstract

Kebangkitan dan perkembangan pendidikan Islam di Minangkabau tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah modernisasi Islam di Nusantara. Hal ini, terjadi beberapa perubahan pendididkan Islam di Indonesia yang secara garis besar dapat disebut sebagai kebangkitan modernisasi. Sebagaimana halnya di Barat, dalam dunia Islam terjadi pemikiran dan paham keagamaan dengan perkembangan baru yang ditimbulkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Upaya-upaya demikian bertujuan untuk melepaskan umat Islam dari kemunduran. Oleh karena itu, untuk melepaskan umat Islam dari kemunduran akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga makna pendidikan Islam perlu dipahami secara komprehensif. Sebagaimana pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang memimpin kehidupannya sesuai dengan ajaran Islam yang telah mewarnai kepribadiannya. Dengan demikian, pendidikan Islam berperan sebagai penangkal terhadap syirik, kebathilan, kesesatan, kerusakan jasmani dari segala apa yang membahayakan kesehatan, kerusakan hubungan sosial, kerusakan hubungan moral, dan dari bahaya-bahaya lainnya. Jadi, aktualisasi pendidikan Islam merupakan upaya sadar dan terstruktur serta sistematis untuk penciptaan manusia sebagai abdullah dan khalifah Allah di muka bumi. Upaya seperti ini harus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem hidup Islam termasuk sistem pendidikannya. Haji Abdul Karim Amrullah (HAKA) telah melakukan pembaharuan lembaga pendidikan di Minangkabau yaitu surau. Surau merupakan institusi pendidikan Islam yang sangat penting di Minangkabau, karena dari surau cikal bakal keutuhan dan keutamaan masyarakat Minangkabau beradat dan beragama secara bersamaan dijalankan. Ukuran keberhasilan surau dapat dilihat dari kemampuan peserta didik menguasai pengetahuan seperti pandai mengaji, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, serta menguasai tata krama adat, seperti petatah petitih, dan seni bela diri (pencak silat).
Manajemen Pendidikan Islam Bambang, Bambang; Afdal, Surya
Jurnal Media Ilmu Volume 2 No. 1 Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v1i2.4484

Abstract

Artikel ini menjelaskan beberapa aspek penting dalam manajemen pendidikan Islam. Penulisan ini dilatabelakangi oleh kompleksitas kandungan al-Quran namun belum dijadikan sebagai acuan dalam pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan, dimana sumber datanya didapatkan dari data-data pustaka yang terkait dengan topik penelitian, adapun teknik analisis data yang digunakan ialah komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam sebagai suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara Islami dengan cara menyiasati sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Manajemen pendidikan islam dimaknai sebagai proses menggunakan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki umat islam dalam rangka menuju cita-cita mulia dalam mengemban tugas sebagai khalifah di bumi dan abd.Manajemen pendidikan Islam didasarkan atas akhlak (moral) yang mulia, tegak di atas akidah yang benar dan iman yang kuat yaitu kepercayaan kepada diri. Sebab iman itulah yang memberi moral kekuatan penggeraknya. Itulah yang membangkitkan rasa takut dan cinta kepada Allah pada diri manusia. Pengalaman-pengalaman menunjukkan bahwa undang-undang tidak dapat berdiri sendiri, tetapi berdampingan dengan agama. Ada perbedaan para ahli dalam melihat fungsi manajemen. Perbedaan ini dilatarbelakangi oleh background dan pendekatan para ahli itu sendiri. Manajemen memiliki fungsi dasar yang umumnya berlaku dalam sebuah organisasi. Fungsi dasar itu sering disingkat dengan POAC, yaitu Planning, organizing, actuating, controlling.
The Urgency of Internalization of Minangkabau Cultural Values At Education Institutions Ilham, Ilham; Surya Afdal, Surya
SHAHIH: Journal of Islamicate Multidisciplinary Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/shahih.v8i2.7925

Abstract

This study aims to describe the importance of internalization of Minangkabau cultural values in educational institutions. Minangkabau cultural values are the result of the social interaction of the community in the Minangkabau traditional territory which later became the adagium of Basandi Syara`, Syara` Basandi Kitabullah (ABS-SBK). The Minangkabau culture owned by the Minangkabau community is experiencing degradation, for this reason there is a need for efforts to revive it. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. This research is also a field work through observation stages, in-depth interviews and data analysis. Data is also obtained through literature study, namely data relevant to the research theme. The results showed that Minangkabau cultural values could be integrated into the education curriculum and one of the most effective instilling cultural values through education. Internalization is a concept of cultural education that can be done through three stages, namely transformation of values, value transactions, and trans-internalization of values.
Dysfunction of Islamic Religious Education in the SDGs Era: Challenges in Internalizing Islamic Values for Youth Responsibility Afdhal, Surya; Ritonga, Mahyudin; Nasution, Alex Jimmi; Eric Salonen
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 26 No. 03 (2025): Profetika Jurnal Studi Islam 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v26i03.12882

Abstract

Objective: This study aims to identify the causes of the failure to internalize Islamic values in mosque youth that cause a gap between ritual and social piety. The focus is on community factors that influence the social behavior of the young generation in the context of achieving the SDGs. Theoretical framework: The theoretical framework refers to the concepts of internalization of religious values, Islamic social piety, and experiential learning from the perspective of continuing education. This approach emphasizes the integration of spiritual and social dimensions in behavior formation. Literature review: Previous studies have shown the role of religious institutions in moral formation, but there is still a gap between religious practice and social behavior. The perspective of adolescents as the main subject of value internalization is still rarely studied. Methods: The research used a phenomenological qualitative approach with the location of the Al-Muzakkirin Mosque in Padang. Data were collected through observation, interviews, documentation, and FGDs, and then analyzed thematically by triangulation. Results: Five factors were found to cause failure, namely material dichotomy, ineffective lecture methods, exemplary inconsistencies, peer group pressure, and lack of social action. Adolescents experience a mismatch between religious knowledge and social practices. Implications: The findings encourage the development of contextual, participatory, and social experience-based mosque youth coaching. This model supports the implementation of continuing education and strengthening community partnerships. Novelty: Novelty lies in the exploration of adolescent perspectives that were often overlooked in previous studies. The research also produced an "Experience-Based Social Piety" da'wah model based on experience and social action.
Kontribusi Dr. H. Abdul Karim Amrullah terhadap Pembaharuan Islam di Minangkabau Surya Afdal; Metsra Wirman; Ismail Syakban
Suluah: Journal of Insight Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dr. H. Abdul Karim Amrullah (HAKA) merupakan salah satu tokoh pembaru Islam yang memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan pembaruan Islam di Minangkabau pada awal abad ke-20. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih menitikberatkan pada aspek pemikiran keagamaan atau pembaruan pendidikannya secara terpisah, sedangkan kajian yang mengkaji kontribusinya secara komprehensif terhadap gerakan pembaruan Islam di Minangkabau masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi Dr. H. Abdul Karim Amrullah terhadap pembaruan Islam di Minangkabau melalui kajian atas pemikiran, aktivitas dakwah, pembaruan pendidikan, dan perjuangannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tokoh (intellectual biography research). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap karya-karya HAKA, dokumen sejarah, serta berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis historis untuk mengungkap bentuk, karakteristik, dan signifikansi kontribusi HAKA dalam konteks sosial, pendidikan, dan keagamaan Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi HAKA diwujudkan melalui pembaruan pemikiran Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah, penguatan semangat ijtihad, kritik terhadap praktik keagamaan yang tidak memiliki dasar syariat, modernisasi sistem pendidikan Islam melalui Sumatera Thawalib, pengembangan dakwah melalui tulisan dan pengajian, serta upaya mempertahankan eksistensi pendidikan Islam di tengah kebijakan kolonial. Kontribusi tersebut berpengaruh terhadap berkembangnya gerakan pembaruan Islam dan menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan pendidikan Islam modern di Minangkabau dan Indonesia.
Kontribusi Dr. H. Abdul Karim Amrullah terhadap Pembaharuan Islam di Minangkabau Surya Afdal; Metsra Wirman; Ismail Syakban
Suluah: Journal of Insight Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dr. H. Abdul Karim Amrullah (HAKA) merupakan salah satu tokoh pembaru Islam yang memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan pembaruan Islam di Minangkabau pada awal abad ke-20. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih menitikberatkan pada aspek pemikiran keagamaan atau pembaruan pendidikannya secara terpisah, sedangkan kajian yang mengkaji kontribusinya secara komprehensif terhadap gerakan pembaruan Islam di Minangkabau masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi Dr. H. Abdul Karim Amrullah terhadap pembaruan Islam di Minangkabau melalui kajian atas pemikiran, aktivitas dakwah, pembaruan pendidikan, dan perjuangannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tokoh (intellectual biography research). Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap karya-karya HAKA, dokumen sejarah, serta berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis historis untuk mengungkap bentuk, karakteristik, dan signifikansi kontribusi HAKA dalam konteks sosial, pendidikan, dan keagamaan Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi HAKA diwujudkan melalui pembaruan pemikiran Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah, penguatan semangat ijtihad, kritik terhadap praktik keagamaan yang tidak memiliki dasar syariat, modernisasi sistem pendidikan Islam melalui Sumatera Thawalib, pengembangan dakwah melalui tulisan dan pengajian, serta upaya mempertahankan eksistensi pendidikan Islam di tengah kebijakan kolonial. Kontribusi tersebut berpengaruh terhadap berkembangnya gerakan pembaruan Islam dan menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan pendidikan Islam modern di Minangkabau dan Indonesia.
Implementation of Differentiated Learning Model in Independent Curriculum in PAI Subject For Grade Xi (F1) at SMAN 13 Padang Surya Afdal; Ismail Syakban; Kisnovita Kisnovita; Muchlis Muchlis
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 8, No 2 (2025):Vol. 8, No. 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v8i2.7408

Abstract

This study aims to describe the implementation of differentiated learning within the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) for Grade XI students at SMAN 13 Padang. A qualitative approach with a phenomenological method was employed, with the researcher acting as the main instrument assisted by interview guides, observation sheets, and documentation formats. Data were collected through interviews with teachers, students, and the vice principal, classroom observations, and documentation of teaching materials and student evaluations. The data were analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing, while data credibility was ensured using source and technique triangulation. The findings reveal that differentiated learning implementation was carried out in three stages. First, in the planning stage, teachers conducted diagnostic assessments to map students’ readiness, interests, and learning profiles as the basis for developing learning modules and adaptive strategies. Second, in the implementation stage, teachers adjusted the content, process, and product of learning to suit students’ characteristics through creative techniques such as appreciation, ice breaking, MARSHA, crossword puzzles, and group discussions. Third, in the evaluation stage, authentic formative and summative assessments were applied, including oral and written tests as well as attitude assessments. The results emphasize contextual understanding, active student engagement, and the internalization of religious values. This study provides empirical evidence that differentiated learning can be effectively implemented in PAI, offering both theoretical implications for instructional design and practical recommendations for teachers in applying the Merdeka Curriculum.Keywords: Differentiated Larning; Merdeka curriculum; Islamic Religious Education