Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prohealth Journal

HUBUNGAN POLA ASUH MAKAN DAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI DESA MARONG LOMBOK TENGAH Eka Mustika Yanti; Ns. Ririnisahawitun; Yusma Arisanti
ProHealth Journal Vol 16 No 1 (2019): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa tumbuh kembang di usia anak 2-5 tahun ini merupakan masa yang berlangsung cepat dan tidak akan pernah terulang, karena itu sering disebut golden age atau masa keemasan, namun di masa ini akan rentan mengalami penyakit yang berdampak pada status gizi di masa selanjutnya. Masalah yang biasa terjadi dimasa ini adalah terjadinya penyakit infeksi yang dapat menurunkan asupan balita yang akan berdampak pada salah satunya adalah stunting. Di Desa Marong Lombok Tengah Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah, diperoleh sebesar 25% mengalami stunting dengan katagori pendek. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan Hubungan Pola Asuh Makan Dan Karakteristik Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2 – 5 Tahun Di Desa Marong Lombok Tengah. Penelitian idni adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 86 anak usia 2-5 tahun. pengumpulan data mengggunakan kuesioner dan observasi langsung ke dilapangan pada tanggal 15-30 Maret tahun 2019. Analisa data yang digunakan adalah analisis uji Chi Square. Pada penelitian ini terdapat 3 (tiga) variabel mempunyai hubungan bermakna secara statistik yaitu : Pendidikan ibu sengan nilai (p=0,001), Pekerjaan ibu p=0,001, Pola asuh makan ibu p=0,0010, dan 1 (satu) variabel tidak memiliki hubungan bermakna yaitu usia ibu p=0,104. Kesimpulannya adalah dengan pola asuh makan, pendidikan dan pekerjaan ibu dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak 2-5 tahun di Desa Marong Praya Timur.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS WANASABA Eka Mustika Yanti; Deby Kurnia Utami; Ariska Dwi Maulina
ProHealth Journal Vol 17 No 1 (2020): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: This research aims to examine in depth about the factors that cause the anxiety of the third trimester pregnant women in public health Wanasaba. Research Method:The study employed qualitative approach. The samples were taken though purposive sampling method. The technique of data collection was done through interview, observasi, audio visual, and study documentation. Research Result: The results of the interviews of the 5 subject of the study, found 12 factors that cause anxiety in the third trimester pregnant women (husband's Support, gymnastics pregnant, parity, age, health status, work, traumatic experiences, age of pregnancy, culture, live with parents/in-laws, level of education, pregnancy distance) Conclusion: Factors that can lower the anxiety level of the third trimester pregnant women is (the husband’s support, gymnastics pregnant, parity, age, health status, work, traumatic experiences, age of pregnancy, culture, live with parents/in-laws). While the factor that does not cause anxiety is (the level of education and pregnancy distance.
HUBUNGAN USIA DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSI NAMIRA Eka Mustika Yanti; SRIWIYANTI; SUSANTI
ProHealth Journal Vol 17 No 2 (2020): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama tingginya angka kematian bayi adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Faktor yang mempengaruhi BBLR, yaitu usia ibu, jarak kehamilan, status gizi anemia, paritas, riwayat penyakit, solusio plasenta, plasenta previa. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko terjadinya BBLR dilihat dari usia dan jarak kehamilan. Metode: Penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan case control, pengambilan data menggunakan data sekunder yaitu rekam medik, penelitian dilakukan bulan Mei-Juni 2018. Tekhnik pengambilan sampel adalah simple random sampling, dengan perbandingan jumlah sampel 1:1 yaitu sampel kasus 123 dan sampel kontrol 123. Tekhnik analisis yaitu Chi Square. Hasil Penelitian : Hasil analisis Chi Square menunjukkan usia dan jarak kehamilan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan BBLR (OR = 1,105 dan p value 0,699) sedangkan jarak kehamilan (OR=1,414 dan p value 0,407). Berarti ibu dengan usia reproduksi tidak sehat memiliki resiko 1,105 lebih besar terjadinya BBLR dibandingkan dengan ibu dengan reproduksi sehat dan jarak kehamilan <2 tahun memiliki resiko 1,414 lebih besar dibandingkan jarak kehamilan >2 tahun. Kesimpulan : Tidak ada hubungan usia dan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR Saran: Hendaknya lebih meningkatkan pengawasan dalam ANC, meningkatkan penyuluhan tentang faktor-faktor risiko terjadinya BBLR.