Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Mutu Manajemen Pembelajaran Oleh Kepala Madrasah di MTs Salafiyah Al Tarmasi Sunarko, Asep; Sholeh, Sholeh
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 6 No 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v6i1.500

Abstract

Peningkatan kualitas mutu Pembelajaran di Madrasah merupakan kebutuhan untuk menjaga eksistensi madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memenuhi kebutuhan masyarakat berupa Sumber Daya Manusia dalam bidangpendidikan dan Agamis. Kebutuhan ini akan terpenuhi bila pendidikan mampu menghasilkan sebuah proses dalam mencetak kader-kader yang dikehendaki. Fenomena ini tentu menjadi tanggung jawab pihak madrasah, yaitu semua komponen madrasah mulai dari Kepala Madrasah sampai kepada Para santri. Untuk mengkaji permasalahan ini dilaksanakanlah Penelitian ini di Madrasah Diniyah Al-Tarmasi dengan subyek pengelola madrasah, lingkungan madrasah, dan siswa/siswi madrasah. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan kesesuaian bidang dan juga keperluan data. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa upaya dari pihak Kepala Madrasah dalam meningkatkan Mutu pendidikannya dengan menuangkan beberapa kebijakan mutu yaitu : a. Pelayanan yang sebanding dengan kepercayaan, b. Keluhan dari pengguna merupakan sarana evaluasi dan perbaikan yang selalu berkesinambungan, c. Membangun kebersamaan, d.merealisasikan cita-cita bersama dan diaplikasikan dengan mengadakan Pelatihan berkelanjutan untuk peningkatan ketrampilan dewan asatidz dan tenaga kependidikan serta para santri. Kata kunci : Manajemen, Mutu, kepala Madrasah
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Konsep Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas) Sholeh, Sholeh
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol 14 No 2 (2017): Jurnal Al-Hikmah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena terkait dengan pekembangan ilmu pengetahuan begitu pesat. Ditandai oleh munculnya ilmu-ilmu pengetahuan yang baru. Fenomena ini memunculkan sebuah dampak yang begitu besar bagi umat muslim. Sebab dengan perkembangan ilmu pengetahuan tersebut memicu suatu kebobrokan moral dan etika yang tidak berlandaskan agama Islam. Yang mana Islam telah diakui sebagai agama yang paling benar dan berakhlak. Dengan demikian muncullah sebuah kekritisan dari seorang cendekiawan muslim yang mencetuskan gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan. Beliau adalah Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed M. Naquib Al-Attas. Keduanya melihat fenomena perkembangan ilmu pengetahuan ini sudah melenceng dari ajaran-ajaran Islam. Sehingga membawa dampak seseorang menjadi sekuler. Berangkat dari sana kedua cendekiawan muslim ini melakukan Islamisasi pengetahuan dengan berbagai cara. Islamisasi ilmu pengetahuan merupakan langkah dalam menciptakan suatu peradaban Islam dalam dunia ilmu pengetahuan. Kedua tokoh besar tersebut menawarkan beberapa opsi dalam melakukan Islamisasi ilmu pengetahuan. Diantara opsi tersebut Syed M.Naquib Al-Attas menawarkan dua opsi dalam melakukan Islamisasi ilmu pengetahuan, yang pertama dengan melakukan pemisahan konsep-konsep kunci yang membentuk kebudayaan dan peradaban Barat. Yang kedua, dengan memasukan konsep kunci Islam ke dalam setiap cabang ilmu pengetahuan masa kini yang relevan. Dalam hal ini Ismail Raji Al-Faruqi juga menawarkan dua Konsep dalam melakukan Islamisasi ilmu pengetahuan. Yakni tauhid, integrasi kebenaran Islam dan ilmu pengetahuan, dan ayatisasi atau pemberian ayat-ayat terhadap ilmu pengetahuan.
Pendidikan dalam Al-Qur’an (Konsep Ta’lim QS. Al-Mujadalah ayat 11) Sholeh, Sholeh
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.951 KB) | DOI: 10.25299/althariqah.2016.vol1(2).633

Abstract

Pada dasarnya makna ilmu dalam terminology bahasa Arab berarti pengetahuan yang mendalam. Pengetahuan tentang hakekat sesuatu. Pengetahuan tersebut bisa melalui proses pencarian yaitu belajar, meneliti, menempuh cyklus dedocto hipote ticoverifikatif, maupun tanpa proses pencarian akan tetapi langsung diberi (lewat wahyu ataupun ilham) dari/oleh Allah SWT yang Maha Mengetahui. Maksud “sesuatu” disini meliputi baik masalah empiris indrawi maupun masalah masalah non empiris supra indrawi. Pengetahuan yang didapatkan melaui belajar baik secara formal, informal maupun non-formal yang tujuannya adalah menjadikan manusia mempunyai derajat yang tinggi (iman dan Ilmu) baik disisi manusia lebih-lebih pada sisi-Nya. Ilmu akan melahirkan kesopanan, santun dan menjadikan diri bisa bertoleransi (berlapang-lapang) dalan menuntut ilmu dan berpendapat dan sikap. Tulisan ini membahas tentang konsep ilmu dalam pendidikan al-Qur’an berdasarkan surah Al-Mujadalah ayat 11.
Pendidikan Akhlak dalam Lingkungan Keluarga Menurut Imam Ghazali Sholeh, Sholeh
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.96 KB) | DOI: 10.25299/althariqah.2016.vol1(1).618

Abstract

Penilaian baik dan buruknya seseorang sangat ditentukan melalui akhlaknya. Akhir-akhir ini kerusakan akhlak generasi muda tanpa kecuali para mahasiswa dan pelajar dengan segala jenis dan bentuknya adalah sebuah ancaman yang berbahaya tidak saja terhadap para pelakunya, tapi merupakan ancaman yang serius terhadap stabilitas sosial, ekonomi dan keamanan serta kesatuan bangsa. Untuk membentuk akhlak yang mulia, hendaknya penanaman akhlak terhadap anak digalakkan sejak dini, karena pembentukkannya akan lebih mudah dibanding setelah anak tersebut menginjak dewasa. Al-Ghazali merupakan seorang tokoh dan ulama besar yang memiliki corak pemikiran yang unik sebagaimana terlihat dari perkembangan pemikirannya. Al-Ghazali juga banyak mengulas tentang pendidikan akhlak. Lingkungan keluargalah menurut Imam Al-Ghazali yang sangat dominan dalam membina pendidikan akhlak, karena anak yang berusia muda dan kecil itu lebih banyak di lingkungan keluarga dari pada di luar. Oleh karena itu, artikel ini mencoba untuk menguraikan urgensi pendidikan akhlak di lingkungan keluarga dalam perspektif Imam Al-Ghazali.
Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja di PT. Mitratani Dua Tujuh Kabupaten Jember Sholeh, Sholeh; Hariandja, Tioma R.; Nofitasari, Solehari; Winiari Wahyuningtyas, Yuli
WELFARE STATE Jurnal Hukum Vol. 2 No. 1 (2023): April
Publisher : Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/welfarestate.v2i1.2076

Abstract

Every worker has rights and obligations that must be fulfilled and vice versa for the company. Workers as executors must have their rights guaranteed through social insurance. In the Amendment to Article 28 H of the 1945 Constitution paragraph (3) stipulates that everyone has the right to obtain social insurance for their survival, including workers. Implementation of the workers' social insurance program at PT. Mitratani Dua Seven Jember Regency is divided into 2 (two) type: first type is Permanent Employees and Contract Employess (PKWT) and second type is Seasonal Employees. Permanent employees and PKWT are registered in 4 (four) insurance programs are: Old Age Benefits (JHT), Work Accident Benefits (JKK), Death Benefits (JKM) and Pension Benefits (JP), while seasonal employees are registered in 3 (three) insurance programs, namely Old Age Benefits ( JHT), work accident insurance (JKK), death insurance (JKM). Obstacles in the implementation of the Employment BPJS program for seasonal workers are related to the very high entry and exit of workers because they cannot adapt to the work environment.
URGENSI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Aisah, Hasanatul; Apsariningsih, Kiki; Sholeh, Sholeh; Fariqi, Afif; Kulsum, M. Adi
Tarbiyatuna Kajian Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2024): (Februari 2024)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/tarbiyatuna.v8i1.1602

Abstract

Islamic educational institutions face various problems such as management, leadership, human resources, financial, and institutional. Therefore, continuous efforts are needed to improve the quality of Islamic educational institutions by applying quality management theories and practices. The purpose of this study is to provide a comprehensive overview of the quality of education in Indonesia, especially in the context of Islamic education, as well as provide practical solutions for improving the quality of education through effective internal quality assurance. This type of research uses qualitative research, and the focus of literature research is to find various theories, principles, or ideas used to analyze and solve the research formulated by the researcher and the nature of this research is descriptive analysis. The quality of education is a dynamic concept that requires the same understanding among all stakeholders and must be in accordance with the National Education Standards (SNP). Many educational units have not understood or violated the SNP, such as the maximum number of students in the class, which affects the quality of learning. Education quality assurance involves all components, such as teaching materials, methodologies, infrastructure, and administrative support, to create an effective and enjoyable learning atmosphere. The quality of education is measured by academic results and non-academic achievements such as honesty, politeness, sports, and the arts. The quality assurance cycle includes setting standards, mapping quality, preparing quality fulfillment plans, implementing quality fulfillment, and evaluating or auditing quality. This process must be carried out continuously by involving all stakeholders to ensure continuous improvement in the quality of education.
Implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas III Di MI FathulKhoirDupak Rukun Surabaya Sholeh, Sholeh
TADARUS Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v3i2.2143

Abstract

Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran aqidah akhlak dalam membentuk karakter siswa kelas III di MI FathulKhoir dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Dan dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan tekhnik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data – data yang tertulis atau lisan dari orang atau perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan keadaan yang sebenarnya.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran aqidah akhlak dalam membentuk karakter siswa di MI FathulKhoir adalah selain diselengggarakan melalui mata pelajaran agama Islam, guru -guru selalu berusaha mengarahkan anak-anak di sekolah dengan melalui pembiasaan religius atau penciptaan suasana religius seperti sholat dhuha dll.
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Konsep Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas) Sholeh, Sholeh
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 14 No. 2 (2017): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.005 KB) | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2017.vol14(2).1029

Abstract

Fenomena terkait dengan pekembangan ilmu pengetahuan begitu pesat. Ditandai oleh munculnya ilmu-ilmu pengetahuan yang baru. Fenomena ini memunculkan sebuah dampak yang begitu besar bagi umat muslim. Sebab dengan perkembangan ilmu pengetahuan tersebut memicu suatu kebobrokan moral dan etika yang tidak berlandaskan agama Islam. Yang mana Islam telah diakui sebagai agama yang paling benar dan berakhlak. Dengan demikian muncullah sebuah kekritisan dari seorang cendekiawan muslim yang mencetuskan gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan. Beliau adalah Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed M. Naquib Al-Attas. Keduanya melihat fenomena perkembangan ilmu pengetahuan ini sudah melenceng dari ajaran-ajaran Islam. Sehingga membawa dampak seseorang menjadi sekuler. Berangkat dari sana kedua cendekiawan muslim ini melakukan Islamisasi pengetahuan dengan berbagai cara. Islamisasi ilmu pengetahuan merupakan langkah dalam menciptakan suatu peradaban Islam dalam dunia ilmu pengetahuan. Kedua tokoh besar tersebut menawarkan beberapa opsi dalam melakukan Islamisasi ilmu pengetahuan. Diantara opsi tersebut Syed M.Naquib Al-Attas menawarkan dua opsi dalam melakukan Islamisasi ilmu pengetahuan, yang pertama dengan melakukan pemisahan konsep-konsep kunci yang membentuk kebudayaan dan peradaban Barat. Yang kedua, dengan memasukan konsep kunci Islam ke dalam setiap cabang ilmu pengetahuan masa kini yang relevan. Dalam hal ini Ismail Raji Al-Faruqi juga menawarkan dua Konsep dalam melakukan Islamisasi ilmu pengetahuan. Yakni tauhid, integrasi kebenaran Islam dan ilmu pengetahuan, dan ayatisasi atau pemberian ayat-ayat terhadap ilmu pengetahuan.
Konsep Pendidikan Islam yang Ideal: Upaya Pembentukan Keperibadian Muslim Sholeh, Sholeh
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 13 No. 1 (2016): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.081 KB) | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2016.vol13(1).1511

Abstract

Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian yang merupakan hasil dari proses pembelajaran. Melalui lembaga-lembaga pendidikan diharapkan tidak hanya mampu menghadapi masyarakat teknologi masa depan yang makin teknologis tetapi juga pendidikan berpengaruh terhadap proses pembentukan dan pengembangan sikap dan prilaku manusia. Pendidikan yang ideal diyakini dapat melayani pertumbuhan manusia dalam semua aspek, baik aspek spiritual, intelektual, imajinasi, maupun aspek ilmiah. Dengan demikian proses pendidikan ini sebaiknya mendorong aspek tersebut ke arah keutamaan serta pencapaian kesempurnaan hidup melalui pembentukan karakter kepribadian. Melalui pembentukan karakter kepribadian muslim diharapkan dapat melahirkan individu-individu yang baik, bermoral, berkualitas sehingga bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsanya serta umat manusia umumnya.