Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tanggapan Wisatawan terhadap Daya Tarik Festival Tidore Vidhia Agmareina Hirto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggapan wisatawan terkait daya tarik wisata pada Festival Tidore yang terdiri dari empat atraksi yaitu Ake Dango, Parade Juanga, Paji Nyili-nyili, dan Upacara Puncak hari jadi Tidore yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2009. Metode penggunaan data yang digunakan adalah pengamatan terlibat, survey, dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan tahapan pemeriksaan data (editing), pengelompokan data (koding), memasukan data (data entry), serta analisis ke arah pembuatan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Festival Tidore memiliki daya tarik pada atraksi, fasilitas serta aksesibilitas meski demikian diperlukan pengembangan terhadap komponen-komponen tertentu yang terdapat dalam atraksi, fasilitas serta aksesibilitas untuk dapat meningkatkan daya tarik yang dimiliki.
Sanitasi Sanitasi Lingkungan di Objek Wisata Tanjung Wak Desa Fatkauyon Kabupaten Kepulauan Sula Soamole, Fitria; Hirto, Vidhia Agmareina
Jurnal Kajian Pariwisata Dan Perhotelan Vol. 2 No. 2 (2024): September-Desember 2024
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jkph.v2i2.1597

Abstract

Objek wisata dapat berupa keindahan alam yang mempunyai daya tarik wisata sehingga bisa dikunjungi oleh wisatawan. Objek wisata di kelola oleh pihak swasta ataupun pemerintah daerah harusnya menyediakan fasilitas untuk pengunjung agar dapat digunakan oleh wisatawan. Kabupaten Kepulaun Sula memiliki beberapa objek wisata salah satunya yaitu Tanjung Waka yang telah memiliki fasilitas akan tetapi fasilitas di sekitar objek wisata belum di perhatikan dengan baik. Maka dari itu perlu di perhatikan sanitasi lingkungan di  objek wisata. Apabila objek wisata di perhatikan sanitasi lingkungannya maka akan menarik minat wisatawan untuk mengujungi, karena wisatawan merasa nyaman berada di sekitaran objek. Sanitasi adalah upaya mengawasi lingkungan fisik agar tidak timbulnya penyakit yang berpengaruh pada manusia, factor yang penting menyangkut kenyamanan dan kapasitas atau jaminan kebersihan, kesehatan yang sesuai dengan tujuan wisatawan menikmanti fasilitas.  Metode dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif adalah gambaran kata-kata yang akan menjadi sebuah kalimat. Jenis dan suber data yaitu data sekunder dan primer. Teknik Pengumpulan data menggunakan Data Observasi, Dokumentasi, Wawancara, dan Kuesioner. Teknik analiis data adalah data yang di peoleh secara langsung atau tidak langsung akan di sajikan secara deskriftif. Hasil dari penelitian  yang telah dilakukan adalah mayarakat perlu memisahkan sampah kering, basah dan plasti. Selanjutnya wisatawan belum mempunyai kesadaran kebersihan di sekitar objek wisata, maka dari itu masyarakat atau pemerintah daerah memasang papan pengumuman mengenai sampah diseputaran objek wisata karena objek wisata ini merupakan salah satu objek wisata prioritas di Kabupaten Kepulauan Sula.
Urban Tourism: A Potential Tourism Attraction in Gorontalo City Laxmiwaty Dai, Srilian; Asti Ayuningsih; Betly Taghulihi; Vidhia Agmareina Hirto; Wildayanti Limpas, Zulhajnie; Sunarti, Sri
Jurnal Internasional Riset Bisnis Pariwisata Vol 2 No 1 (2023): International Journal of Tourism Business Research (INTOUR)
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.69 KB) | DOI: 10.29303/intour.v2i1.700

Abstract

This research aims to examine the potential of urban tourism as a tourist attraction in Gorontalo City. This type of research is qualitative, with data collection methods through observation, interviews, literature studies, and documentation. In this research, interviews and observations were conducted as primary data, and literature studies and documentation were used as secondary data. The data in this study were analyzed descriptively and qualitatively. The results of this study show the potential of urban tourism in Gorntalo City, namely the governor's office, old town area, monument of Gorontalo national hero Nani Wartabone, Gorontalo culinary and culinary center, Gorontalo State University, Gorontalo Mall, Gorontalo central traditional market, city park, Taruna Remaja field, Dulohupa traditional house, Popa Eyato Museum, Tamendao Beach, Mufidah souvenir, Kerawang Shop, Baiturrahim Mosque and Hunto Mosque, Lahilote Swimming Pool and Sport Center, and Otanaha Fort. Furthermore, tourism-supporting components such as road availability and various modes of transportation, Djalaludin Airport, Gorontalo Port, and Dungingi Terminal There are also clinics, hospitals, and pharmacies; banks and money changers; mini markets; police stations to ensure the safety of tourists; and the Gorontalo City tourism office. The development of urban tourism attractions can be realized with the cooperation of all tourism stakeholders, both local government and the private sector.
Feasibility Analysis of the Attractiveness of Lake Ngade Tourism in Ternate City, North Maluku Betly Taghulihi; Vidhia Agmareina Hirto
Jurnal Internasional Riset Bisnis Pariwisata Vol 4 No 2 (2025): International Journal of Tourism Business Research (INTOUR)
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/intour.v4i2.2679

Abstract

This study analyzes the feasibility of the natural tourism attraction of Danau Ngade in Ternate, Indonesia, by evaluating eight key criteria: attractiveness, accessibility, accommodation, visitor facilities, market potential, clean water availability, environmental conditions, and management quality. A descriptive–exploratory qualitative approach was employed, supported by a scoring technique based on the modified ODTWA guidelines of the Directorate General of PHKA (2003) and the feasibility calculation formula by Putri et al. (2019). Data were collected through field observations, in-depth interviews, and documentation. The results show that Danau Ngade achieves an overall feasibility score of 78.898%, indicating that the destination is generally feasible and holds high development potential. Components such as attractiveness, accessibility, accommodation, visitor facilities, and environmental quality obtained high scores, demonstrating strong physical and ecological potential. However, the management, maintenance, and service components recorded low feasibility, highlighting weaknesses in organizational structure, service quality, and facility upkeep. The study concludes that while Danau Ngade has significant natural and market advantages, strengthening institutional capacity and improving service standards are essential to ensure sustainable development. These findings contribute to the understanding of feasibility assessment in small lake-based destinations and provide practical insights for improving tourism management and planning.
Pengembangan Potensi Kampung Wisata: Studi Kasus Kampung Foramadiahi, Kota Ternate, Maluku Utara Vidhia Agmareina Hirto; Asti Ayuningsih; Zulhajnie Wildayanti Limpas
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.1.1-14.2025

Abstract

Foramadiahi merupakan kampung tertua di Kota Ternate dengan perkembangan kepariwisataan yang terlihat pada tahun 2023. Analisis potensi daya tarik wisata merupakan langkah awal agar pengembangannya sesuai dan tidak terjadi duplikasi atraksi yang terkesan tidak sesuai dengan karakteristik masyarakat ataupun lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kampung Foramadiahi sebagai destinasi wisata yang dilihat dari aspek atraksi wisata, amenitas, dan aksesibilitasnya, serta arah pengambangan infrastruktur pariwisata pada Kampung Foramadiahi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan sebanyak 20 stakeholder sebagai peserta, dan studi literatur. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Kampung Foramadiahi memiliki potensi sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik wisata sejarah, budaya, dan alam. Pengembangan wisata Kampung Foramadiahi dapat menggunakan pendekatan pariwisata berbasis komunitas dengan melakukan penguatan kelembagaan, pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM), promosi dan pemasaran, serta kemitraan strategi. Adapun arah pengembangan infrastruktur wisata diantaranya melalui penyediaan Tourism Information Center (TIC), tempat parkir, gapura identitas, kawasan kuliner, Tourism Orientation Directional Sign (TODS), rambu interpretasi, menara pandang, dan rest area. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi terkait daya tarik wisata Kampung Foramadiahi dan menjadi referensi dalam pembangunan kampung secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Pelatihan Kelembagaan Desa Wisata Pada Pokdarwis Tomajiko Pulau Hiri Maluku Utara Vidhia Agmareina Hirto; Srilian Laxmiawaty
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2622

Abstract

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tomajiko merupakan kelompok pemuda-pemudi yang bergerak secara swadaya melakukan pengembangan kegiatan kepariwisataan berdasarkan potensi yang dimiliki yang dikelola secara kreatif untuk menarik kunjungan wisatawan. Dalam upaya pengembangannya, Pokdariws Tomajiko menghadapi beberapa kendala diantaranya, masih terbatasnya pemahaman terkait manajemen Pokdarwis dalam pengembangan desa wisata serta kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang terlatih dalam pelayanan kepariwisataan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pendampingan guna mewujudkan desa wisata Tomajiko yang berkelanjutan. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan observasi, sosialisasi dan diskusi serta evaluasi. Hasil pelaksanaan program ini menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan mitra mengenai manajemen pokdarwis dan layanan wisata mengalami peningkatan, kegiatan pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi dan kesiapan masyarakat dalam mengelola desa wisata secara mandiri dan berkelanjutan.