Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

“Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD GMIM 1 Sarongsong” Hans Gregor Lesseng; Widdy H. F. Rorimpandey; Deddy F. Kumolontang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.306

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk memperbaiki sekaligus mengangkat hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD GMIM 1 Sarongsong melalui penggunaan model Project Based Learning. Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas V yang berjumlah 21 orang. Kajian ini dilandasi oleh rendahnya capaian belajar yang berkaitan dengan kurang tepatnya pemilihan model pembelajaran oleh guru, sehingga proses belajar belum sepenuhnya menjawab kebutuhan siswa. Selain itu, peserta didik juga masih memperlihatkan kesulitan menjaga fokus ketika pembelajaran berlangsung, yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar. Metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua putaran tindakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh lewat observasi serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Project Based Learning mampu membawa perubahan yang jelas terhadap hasil belajar siswa. Pada siklus pertama, ketuntasan klasikal masih berada pada angka 47%, kemudian setelah dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya meningkat menjadi 85% pada siklus kedua. Temuan tersebut menegaskan bahwa model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD GMIM 1 Sarongsong.
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas IV di SD GMIM 3 Tomohon Pol Mianro Sihotang; Joulanda A. M. Rawis; Deddy F. Kumolontang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD GMIM 3 Tomohon melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terbagi dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SD GMIM 3 Tomohon yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data hasil tes dianalisis dengan rumus ketuntasan belajar secara klasikal dan data hasil observasi dianalisis dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada siklus I hanya mencapai 33,33%, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat secara signifikan menjadi 91,7%, yang menunjukkan bahwa tindakan yang diberikan berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning pada mata pelajaran IPAS materi perubahan wujud benda dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik secara optimal.
“Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD GMIM 1 Sarongsong” Hans Gregor Lesseng; Widdy H. F. Rorimpandey; Deddy F. Kumolontang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.306

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk memperbaiki sekaligus mengangkat hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD GMIM 1 Sarongsong melalui penggunaan model Project Based Learning. Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas V yang berjumlah 21 orang. Kajian ini dilandasi oleh rendahnya capaian belajar yang berkaitan dengan kurang tepatnya pemilihan model pembelajaran oleh guru, sehingga proses belajar belum sepenuhnya menjawab kebutuhan siswa. Selain itu, peserta didik juga masih memperlihatkan kesulitan menjaga fokus ketika pembelajaran berlangsung, yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar. Metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua putaran tindakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh lewat observasi serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Project Based Learning mampu membawa perubahan yang jelas terhadap hasil belajar siswa. Pada siklus pertama, ketuntasan klasikal masih berada pada angka 47%, kemudian setelah dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya meningkat menjadi 85% pada siklus kedua. Temuan tersebut menegaskan bahwa model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD GMIM 1 Sarongsong.
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas IV di SD GMIM 3 Tomohon Pol Mianro Sihotang; Joulanda A. M. Rawis; Deddy F. Kumolontang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD GMIM 3 Tomohon melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terbagi dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SD GMIM 3 Tomohon yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data hasil tes dianalisis dengan rumus ketuntasan belajar secara klasikal dan data hasil observasi dianalisis dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada siklus I hanya mencapai 33,33%, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat secara signifikan menjadi 91,7%, yang menunjukkan bahwa tindakan yang diberikan berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning pada mata pelajaran IPAS materi perubahan wujud benda dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik secara optimal.