Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas IV di SD GMIM 3 Tomohon Pol Mianro Sihotang; Joulanda A. M. Rawis; Deddy F. Kumolontang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD GMIM 3 Tomohon melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terbagi dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SD GMIM 3 Tomohon yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data hasil tes dianalisis dengan rumus ketuntasan belajar secara klasikal dan data hasil observasi dianalisis dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada siklus I hanya mencapai 33,33%, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat secara signifikan menjadi 91,7%, yang menunjukkan bahwa tindakan yang diberikan berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning pada mata pelajaran IPAS materi perubahan wujud benda dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik secara optimal.
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas IV di SD GMIM 3 Tomohon Pol Mianro Sihotang; Joulanda A. M. Rawis; Deddy F. Kumolontang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD GMIM 3 Tomohon melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terbagi dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SD GMIM 3 Tomohon yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data hasil tes dianalisis dengan rumus ketuntasan belajar secara klasikal dan data hasil observasi dianalisis dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada siklus I hanya mencapai 33,33%, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat secara signifikan menjadi 91,7%, yang menunjukkan bahwa tindakan yang diberikan berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning pada mata pelajaran IPAS materi perubahan wujud benda dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik secara optimal.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Peserta didik Kelas V Sekolah Dasar Negeri II Tomohon Diana Sari Br Tarigan; Joulanda A. M. Rawis; Deysti T. Tarusu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) peserta didik kelas V SD Negeri II Tomohon melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 27 peserta didik kelas V-B yang terdiri 14 peserta didik perempuan dan 13 peserta didik laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning melalui kegiatan eksperimen gunung meletus dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada Siklus I, ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 55,5%, sedangkan pada Siklus II meningkat menjadi 88,8%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menarik, dan bermakna sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS. Dengan demikian, model Project Based Learning dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik sekolah dasar.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS SD INPRES 1 Pontak Pricilia A.F. Lumenta Pricilia; Joulanda A. M. Rawis; Roos M. S. Tuerah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas V SD Inpres 1 Pontak. Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas V. Penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 48,2% dan ketuntasan belajar secara klasikal 40% setelah dilakukan perbaikan pada siklus II Ketuntasan belajar meningkat menjadi 89,4% dan ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS dikelas V SD Inpres 1 Pontak.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Peserta didik Kelas V Sekolah Dasar Negeri II Tomohon Diana Sari Br Tarigan; Joulanda A. M. Rawis; Deysti T. Tarusu
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) peserta didik kelas V SD Negeri II Tomohon melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 27 peserta didik kelas V-B yang terdiri 14 peserta didik perempuan dan 13 peserta didik laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning melalui kegiatan eksperimen gunung meletus dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada Siklus I, ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 55,5%, sedangkan pada Siklus II meningkat menjadi 88,8%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menarik, dan bermakna sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS. Dengan demikian, model Project Based Learning dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik sekolah dasar.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS SD INPRES 1 Pontak Pricilia A.F. Lumenta Pricilia; Joulanda A. M. Rawis; Roos M. S. Tuerah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas V SD Inpres 1 Pontak. Subjek penelitian ini adalah 10 siswa kelas V. Penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 48,2% dan ketuntasan belajar secara klasikal 40% setelah dilakukan perbaikan pada siklus II Ketuntasan belajar meningkat menjadi 89,4% dan ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS dikelas V SD Inpres 1 Pontak.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP TRANSPARANSI DAN KEADILAN KEBIJAKAN UANG KULIAH TUNGGAL (UKT) DI UNIVERSITAS NEGERI MANADO Shelty D. M. Sumual; Joulanda A. M. Rawis; Indra Rianto; Dhea Jessica Sendiang; Rofinus Banunaek
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.1210

Abstract

The misalignment between UKT policy and students' actual conditions has multidimensional impacts. A perceived disproportionate UKT burden not only places a financial burden on families but also creates a psychological burden that can disrupt students' concentration and the continuation of their studies. The implementation of the Single Tuition Fee (UKT) policy often triggers controversy regarding transparency and justice. This study analyzes student perceptions at Universitas Negeri Manado (UNIMA) regarding UKT implementation and its psychological impact. Using a qualitative case study approach, data were collected via in-depth interviews and source triangulation. The findings reveal a dualism in perception which are some students view UKT determination as procedurally compliant, while others rely on fee relaxation mechanisms. Key findings indicate that despite financial anxiety, students exhibit high optimism driven by trust in appeal mechanisms as a form of procedural justice. It is concluded that effective higher education financial management requires procedural flexibility to accommodate students' economic dynamics and ensure study continuity.
TRANSFORMASI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN: TINJAUAN TEORITIS DAN PENDEKATAN STRATEGIS DI ERA DIGITAL Joulanda A. M. Rawis; Shelty D. M. Sumual; Freili Akay; Catrien Berhandus; Farid Abdul Razak
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.1213

Abstract

Objective: This study aims to analyze the transformation of educational infrastructure management in the digital era and formulate a strategic framework integrating Total Quality Management (TQM) and Smart Asset Management to improve service effectiveness. Methods: The research utilizes a qualitative library research method. Data were collected from 40 selected academic documents, including reputable scientific journals and government regulations, published between 2020 and 2025. The data analysis employs a thematic content analysis technique to identify trends, managerial barriers, and strategic solutions relevant to the Indonesian context. Results: The study reveals that infrastructure inefficiency stems from a failure in managerial paradigms, particularly the lack of maintenance culture, rather than merely budget deficits. The integration of TQM through preventive maintenance cycles and the adoption of IoT-based inventory systems (Smart Asset Management) and virtual laboratories are identified as key strategies to extend asset lifespan and optimize operational costs. Novelty: This article offers novelty by proposing a "Smart School Asset Management" model that synthesizes physical maintenance sustainability with digital infrastructure virtualization as a comprehensive solution for the Society 5.0 era.
MANAJEMEN TENAGA KEPENDIDIKAN/SDM DALAM PERSPEKTIF ILMU PENDIDIKAN Shelty D. M. Sumual; Joulanda A. M. Rawis; Elisa Rompas; Allenita H. G. Kambey; Abraham A. L. Maukar
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.1233

Abstract

Objective: This article aims to conceptually examine the management of educational support staff as a strategic component in educational governance, emphasizing the importance of competence, professionalism, and sustainable performance in ensuring the quality of academic and administrative services. Methods: This study employs a conceptual analysis approach supported by an extensive literature review of human resource management (HRM) theories, the Learning-Oriented Support System (LOSS) framework, as well as data-driven governance and service architecture models relevant to contemporary educational contexts. Results: The analysis reveals that educational support staff are no longer merely administrative implementers; rather, they have become an integral part of the learning system. Their roles contribute significantly to academic service effectiveness, strategic data management, and the strengthening of institutional learning capacity. Novelty: This article offers an integrated conceptual framework for managing educational support staff through a quality-oriented HRM approach, combining perspectives on competence, continuous learning support systems, and data-driven governance—an integration that has been largely overlooked in previous studies.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT UNTUK MEMBANGUN BRAND AWARENESS PERGURUAN TINGGI Joulanda A. M. Rawis; Shelty D. M. Sumual; Anthonio B. Lengkong; Deiby D. Wuisan; Waldemar Siahaan
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.1236

Abstract

Brand awareness is not only measured by logo recognition, but also by the qualitative associations formed in the minds of stakeholders regarding the academic image, research quality, and social value offered by the institution. Objective: This study aims to examine the use of social media in Higher Education Public Relations (PR) management to build brand awareness. Methods: The study employs a Systematic Literature Review (SLR) design of publications from 2015–2024 retrieved from Scopus, Web of Science, Google Scholar, and DOAJ. Data were analyzed using Thematic Content Analysis to identify strategies, impacts, and challenges. Results: Social media has been shown to enhance institutional visibility, brand identity, and public engagement. Platforms such as Instagram, Twitter/X, LinkedIn, and YouTube contribute differently to dimensions of brand awareness, including recognition, recall, and top-of-mind awareness. However, challenges arise in content management, digital crisis response, misinformation, and measurement limitations. Novelty: This study proposes the Smart PR-Equity Model, an integrated framework combining symmetrical communication, multiplatform strategies, and digital brand equity indicators to strengthen higher education institutional reputation sustainably.