Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH METODE MIND MAPPING VERSUS COOPERATIVE LEARNING DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI TEKS CERITA WAYANG Mochamad Taukit; Achmad Noor Fathirul; Djoko Adi Walujo
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 3 (2023): JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i3.3159

Abstract

Materi teks cerita wayang dalam pembelajaran Bahasa Jawa bagi siswa SMP kelas VII merupakan salah satu materi yang sulit untuk dipelajari. Beberapa faktor penyebabnya adalah rata-rata siswa belum bisa berbahasa Jawa yang baik dan benar, sering muncul perasaan gugup, malu, takut, dan tidak percaya diri, proses pembelajaran masih teacher center, pemilihan metode pembelajaran yang kurang cocok dengan materi dan karakteristik siswa, serta kurang menarik perhatian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar dan antara motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap hasil belajar, serta interaksi antara metode mind mapping versus cooperative learning dan motivasi belajar terhadap hasil belajar materi teks cerita wayang. Penelitian ini menggunakan factorial design dengan adanya pembagian kelompok eksperimen bermetode mind mapping dan kelompok kontrol bermetode cooperative learning dalam sampel penelitiannya. Dua instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu instrumen untuk mengukur tinggi dan rendahnya motivasi belajar siswa berupa angket dan instrumen untuk mengukur hasil belajar siswa pada materi teks cerita wayang berupa tes. analisis data menggunakan anava dua arah dengan membandingkan dan mendeskripsikan pengaruh metode mind mapping versus cooperative learning dan motivasi belajar terhadap hasil belajar materi teks cerita wayang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa bermetode mind mapping versus cooperative learning sebesar 0,012 < 0,05; 2) siswa yang bermotivasi tinggi terjadi peningkatan hasil belajarnya dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang bermotivasi rendah sebesar 0,000 < 0,05; dan 3) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar materi teks cerita wayang sebesar 0,758 > 0,05.
Pengembangan Instrumen Penilaian Kognitif Berbasis Google Form Pelajaran Matematika Iwan Hariono; Iskandar Wiryokusumo; Achmad Noor Fathirul
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i12021p57

Abstract

The guide in the form of a cognitive assessment instrument based on Google form a Class V mathematics lesson resulted from this development research. During the mathematical assessment activities, most educators are still using the old way with paper-based assessment systems. While the demands of parents and learners want a practical, fast, and efficient assessment but still pay attention to the correct assessment procedures that are online-based assessments by utilizing Google forms. Model ADDIE (analysis, design, development, implementation, and evaluation) used in the study. The types of data used in this study are the results of media expert validation, material experts, and small group trials. Validation of material members amounted to 85%, media expert validation of 93%, small group response to the practice of a Google form-based math problem of 81%. Thus it can be concluded that this development product can be used as a reference because the interpretation reaches the criteria is very feasible so that this product can be implemented