Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of parenting patterns for mothers who have stunting toddlers Usti Fina Hasanah Hasibuan; Siswanto Pabidang; Fatimah Sari
Science Midwifery Vol 11 No 2 (2023): June: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v11i2.1235

Abstract

Stunting is a condition in which children have a height below the standard according to age. This is caused by chronic malnutrition during the first 1,000 days of life, from pregnancy to 23 months of age. This research uses a type of qualitative research with a phenomenological approach, which is an approach that examines an object of research naturally or as it is. The results showed that early initiation of breastfeeding and exclusive breastfeeding was not applied to all toddlers. Some stunted toddlers are also not given exclusive breastfeeding, and the experience of informants in feeding children shows that children's appetite is reduced so that portions and frequency of eating are not as recommended. All informants provide complete basic immunization to their children, but only a few routinely weigh toddlers to the Posyandu every month. Regarding parenting, hygiene, and environmental hygiene, only one informant washed his hands using soap and running water before feeding the child.
Optimalisasi Peningkatan Pengetahuan Remaja Dalam Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Leaflet Tresia Dwi Aprelia; Siswanto Pabidang; Zesika Intan Navelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1344

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini pada remaja, Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah remaja usia 12-15 tahun kelas VII dan VIII di smpn 5 silat hilir kabupaten Kapuas hulu. Proses edukasi disampaikan dengan bantuan media leaflet yang dirancang menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami, sehingga informasi kesehatan dapat tersampaikan secara efektif kepada peserta. pelaksanaan kegiatan diawali dengan pretest menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan awal remaja terkait kesehatan reproduksi dan pernikahan dini. Selanjutnya dilakukan penyampaian materi edukasi yang didukung dengan pembagian leaflet sebagai media informasi. Setelah kegiatan edukasi selesai, peserta diberikan posttest menggunakan kuesioner yang sama untukĀ  mengetahui perubahan tingkat pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukasi diberikan. Hasil pretest menunjukkan 34 peserta (56,9%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah edukasi dilakukan 55 peserta (96,5%) berada pada kategori pengetahuan baik. Secara proposional, jumlah peserta dengan pengetahuan baik juga mengalami peningkatan yang signifikan. Edukasi kesehatan reproduksi berbasis leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan dini. Diharapkan peningkatan pengetahuan ini dapat mendorong remaja untuk bersikap lebih bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi dan mennunda pernikahan hingga usia yang matang