Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengelolaan Laboratorium Fisika Bangunan di Jurusan Arsitektur (Analisis Kelayakan Berdasarkan ISO/IEC 17025:2017 ) Rizki Fitria Madina; Sri Tundono; Sri Novianthi Pratiwi; Lili Kusumawati; Inavonna -; Khotijah Lahji; Fajar Rezandi
Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Vol 4, No 3 (2023): JURNAL JMP-DMT
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmp-dmt.v4i3.15282

Abstract

The Building Physics Laboratory is an educational facility that supports the quality of education. In the last 5 years, the Building Physics Laboratory at the Department of Architecture Universitas Trisakti has had the opportunity to collaborate in research activities, but does not yet have accreditation that guarantees the laboratory quality. This study was conducted to determine the condition of the building physics laboratory in the Department of Architecture at universities in Indonesia. The research results are used to prepare laboratory commercialization and laboratory development plans for the Universitas Trisakti’s Building Physics Laboratory. From this research, it is known that although the facilities and infrastructure of the Building Physics Laboratory in Universitas Trisakti are more equipped than the majority of its competitors, the condition of management and resource utilization of the Building Physics laboratory at the Department of Architecture Universitas Trisakti needs improvement if they want to get ISO 17025:2017 accreditation.
Kesediaan Masyarakat Jakarta Membeli Hunian Bertingkat Green Building Dicky Darmawan; Inavonna; Darmawan Pontan; Lili Kusumawati
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim dan degradasi lingkungan telah mempercepat adopsi konsep green building secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman masyarakat Jakarta tentang hunian bertingkat green building dan mengidentifikasi faktor faktor utama yang memengaruhi kesediaan mereka untuk membeli. Dengan pendekatan survei kuantitatif, data dikumpulkan dari responden di Jakarta. Analisis deskriptif dan inferensial dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara pemahaman publik dan atribut green building, termasuk efisiensi energi, kualitas udara dalam ruangan, dan pengelolaan lingkungan. Temuan menunjukkan bahwa efisiensi energi dan kesehatan dalam ruang menjadi prioritas utama, meskipun biaya awal yang tinggi tetap menjadi hambatan signifikan. Wawasan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengembang dan pembuat kebijakan untuk merancang strategi green building yang lebih hemat biaya dan selaras dengan pasar.
OPTIMALISASI SELUBUNG BANGUNAN KAMAR HOTEL DI MALANG UNTUK EFISIENSI ENERGI MENGGUNAKAN OTTV : (Overall Thermal Transfer Value) riswandi rohman; Lili Kusumawati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.3995

Abstract

Abstract: The tourism sector for Indonesia is an important sector to boost the economy. Tourism must be balanced with the availability of energy-efficient hotels. Buildings are the largest energy consumers compared to other sectors. Most of the energy consumption in buildings is related to building cooling, so there is a great need to improve energy efficiency in buildings by reducing building energy consumption on the hotel room façade. The research stages start from case studies, OTTV calculations and proposals for efficient facade design changes. The case study in this study is the Grand Mercure Hotel Malang with a height of 16 floors. This study is limited to the 14th floor hotel rooms representing all floors of the room. The results of the study showed that the OTTV value in existing buildings was 55.265 W/M2. This value is still above the limit of SNI 6389:2020 of 35W/M2. To reduce the OTTV value, making a design proposal by implementing glass window openings with a WWR of 50%, using double layer glass elements, precast walls with a white paint finish and adding shading devices to the facade can reduce the OTTV value to 34.53W / M2. Keyword: Hotel, Building Envelope, Energy Efficiency, OTTV Abstrak: Sektor pariwisata bagi Indonesia merupakan sektor penting untuk meningkatkan perekonomian. Pariwisata harus diimbangi dengan ketersedian hotel yang efisien terhadap energi. Bangunan merupakan konsumsi energi terbesar dibandingkan dengan sektor lain. Sebagian besar konsumsi energi pada bangunan berhubungan dengan pendinginan bangunan, maka terdapat kebutuhan yang besar untuk meningkatkan efisiensi energi pada bangunan dengan mengurangi konsumsi energi bangunan pada façade kamar hotel. Tahapan penelitian dimulai dari studi kasus, perhitungan OTTV dan usulan perubahan desain fasade yang efisien. Studi kasus pada penelitian ini yaitu hotel grand mercure Malang dengan ketinggian 16 lantai.  Penelitian ini dibatasi pada kamar hotel lantai 14 yang mewakili semua lantai kamar. Hasil penelitian menunjukan nilai OTTV pada bangunan eksisting yakni sebesar 55,265 W/M2. Nilai ini masih diatas batasan dari SNI 6389:2020 sebesar 35W/M2. Untuk menurunkan nilai OTTV, melakukan usulan desain dengan menerapkan bukaan jendela kaca dengan WWR 50%, menggunakan elemen kaca double layer, dinding precast finish cat warna putih serta menambahkan shading device pada fasad dapat menurunkan nilai OTTV menjadi 34,53W/M2. Kata Kunci: Hotel, Selubung Bangunan, Efisiensi Energi, OTTV