Didin Saripudin
Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Benteng dan Museum Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Negeri 1 Gorontalo Iswan Rahman; Didin Saripudin; Leli Yulifar
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.3955

Abstract

Artikel ini mengkaji pemanfaatan Benteng Otanaha dan Museum Popa-Eyato sebagai sumber belajar sejarah di SMA Negeri 1 Gorontalo. Adapun tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan alasan pemilihan benteng dan museum sebagai sumber belajar sejarah, implementasi penggunaannya dalam pembelajaran sejarah, dampak terhadap siswa berdasarkan pengalaman belajar sejarah melalui kunjungan langsung. Artikel ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran sejarah yang sebagian besar aktivitasnya masih menggunakan buku teks, yang cenderung kurang menarik dan kurang efektif dalam menanamkan pemahaman komprehensif serta nilai-nilai sejarah. Dengan metode deskriptif analisis, artikel ini berusaha merekam seluruh gejala atau peristiwa yang terjadi pada saat pelaksanaan metode kreatif di lapangan untuk kemudian dipaparkan sebagaimana adanya untuk menjawab semua pertanyaan mengenai proses pemanfaatan sumber belajar sejarah selain buku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Benteng Otanaha, sebagai saksi sejarah lokal, dan Museum Popa-Eyato, yang menyimpan koleksi artefak budaya dan sejarah Gorontalo, mampu memberikan pengalaman belajar kontekstual dan bermakna bagi siswa. Implementasi pembelajaran yang melibatkan kunjungan langsung ke benteng dan museum ini selain meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah lokal tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah dan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan sejarah.
Ethics and Humanization in Artificial Intelligence-Based History Learning Silvy Mei Pradita; Didin Saripudin; Leli Yulifar; Erlina Wiyanarti
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 27 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v27i3.61245

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to the field of education, including history learning. This article aims to analyze in depth the philosophical, ethical, and practical implications of utilizing AI in history learning, particularly in the context of character development and students’ academic integrity. This study employs a literature review with a descriptive-analytical approach, examining various scholarly sources on the use of AI technology in education. This includes educators at various levels, AI technology developers, education policymakers, students as primary users, and the wider community with a stake in the education system. The initial goal of artificial intelligence was to make human work easier, but over time, artificial intelligence has become a dilemma, trapping humans in a spiral of pseudo-intelligence. This has undoubtedly changed many models of human interaction. Based on this, a more humane digital life is needed.A life that is enlightening by prioritizing human intelligence (analog) rather than artificial intelligence (digital), which shackles humans in the context of the digital shadow that enslaves humanism.This ensures that the humanistic touch of art is not easily disrupted by artificial intelligence. This research adopts a qualitative approach to in-depth explore various aspects of AI use in education. The primary objective of this research is to identify and analyze the potential benefits of integrating artificial intelligence into education.