Ida Dwijayanti
Universitas PGRI Semarang, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar melalui Metode Permainan Tebak Kata pada Materi Bangun Datar Kelas 2B di SDN Gayamsari 02 Semarang Khusnul Khotimah; Ida Dwijayanti; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i7.2325

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keefektifan metode permainan tebak kata sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi bangun datar kelas 2B di SDN Gayamsari 02 Semarang. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental design dengan model one grouppretest-posttest design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 2B SDN Gayamsari 02 Semarang. Sampel yang diambil adalah semua siswa kelas 2B SDN Gayamsari 02 Semarang yang berjumlah 28 siswa. Semua anggota populasi menggunakan sampling total (Sensus). Data dalam penelitian ini diperoleh dengan tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil, nilai signifikan pree test 0,051 > 0,05 sehingga data pree test berdristibusi normal. Berdasarkan hasil dari perhitungan bahwa nilai signifikan post test 0,123 > 0,05 maka data post test juga berdristibusi normal.  Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis atau 0.000<0,005 maka H0 ditolak artinya ada perbedaan rata-rata yang signifikan dari hasil belajar kognitif siswa pada pree test dan post test. Dari perhitungan uji T nilai signifikansi < 0,05 atau 0.000 < 0,005 maka H0 ditolak sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dicapai pada pree test dan post test.  Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh, gain mendapatkan hasil sebesar 0,5 artinya siswa mengalami peningkatan hasil belajar dengan kategori sedang. Hasil belajar pretest-posttes siswa menunjukkan kenaikan ketuntasan belajar sebesar 30,46 %. Berdasarkan hasil belajar nilai rata-rata post test 95,5 dengan siswa yang mencapai ketuntasan berjumlah 28 siswa atau 100% sedangkan nilai rata-rata pre test 73,2 dengan siswa yang mencapai ketuntasan berjumlah 22 siswa atau 79%.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Karakter Iman dan Taqwa Melalui Pembiasaan di SD Negeri Gayamsari 02 Erik Mukminin; Ida Dwijayanti; Ngurah Ayu Nyoman; Espiyati Espiyati
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i7.2327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pendidikan karakter beriman dan sadar Tuhan dengan kegiatan pembiasaan di SD Negeri Gayamsari 02 Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subyek penelitian dalam penelitian ini meliputi guru dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Sugiyono yang terdiri dari data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses implementasi pendidikan karakter beriman dan sadar Tuhan telah dilaksanakan oleh sekolah dalam kegiatan pembelajaran dan pembiasaan.
Implementasi Culturally Responsive Teaching pada Materi Bentuk Bangun Ruang Kelas 1 SDN Pandean Lamper 04 Semarang Indah Fitriana Kurniasari; Ida Dwijayanti; Fenny Roshayanti; Susi Handayani
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i7.2403

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Implementasi Culturally Responsive Teaching Pada Materi Bentuk Bangun Ruang Kelas 1 SDN Pandean Lamper 04 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Tahapan-tahapan penelitian adalah melakukan observasi motivasi belajar siswa, mengisi jurnal refleksi guru dan siswa. Hasil dari analisis perencanaan memperoleh hasil (P1) 85,19%, (P2) 72,22%, (P3) 85,19%, (P4) 84,26%, (P5) 97,22%, (P6) 84,26%, (P7) 98,15% (P8) 90,74% (P9) 81,48% (P10) 87,96 % (P11) 96,30% (P12) 95,37% (P13) 89,81% (P14) 76,85% (P15) 81,48%.     Implementasi Culturally Responsive Teaching dilakukan dengan tahap penelitian dan tahap pembelajaran di kelas.
Design thinking–mediated joyful learning through AI-interactive media: An applied study on enhancing higher-order thinking skills in secondary education Alfha Edison; Ida Dwijayanti; F.X. Didik Purwosetiyono
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v5i2.779

Abstract

Background: The growing demand for higher-order thinking skills (HOTS) in secondary education has exposed the limitations of conventional instructional media that remain procedural, teacher-centered, and cognitively shallow. Although digital learning tools are increasingly adopted, many fail to explain how pedagogical mechanisms such as design thinking and joyful learning interact with AI-assisted media to produce meaningful cognitive gains. Aims: This study aims to examine the role of design thinking as a mediating pedagogical mechanism within AI-interactive learning media to enhance students’ higher-order thinking skills. Methods: An applied research and development study was conducted using an ADDIE framework integrated with design thinking stages. Sixty secondary school students were assigned to experimental and control groups. Data were collected through expert validation instruments, HOTS tests aligned with revised Bloom’s taxonomy, observation sheets, and student response questionnaires. Quantitative analyses included validity indices, N-gain scores, and independent sample t-tests, supported by qualitative thematic interpretation. Results: The AI-interactive media demonstrated high validity and practicality. Students in the experimental group achieved a high N-gain score (0.76), significantly outperforming the control group. Improvements were consistent across HOTS levels, particularly in creative and evaluative thinking, supported by strong engagement indicators associated with joyful learning features. Conclusion: The findings indicate that design thinking–mediated joyful learning, when operationalized through AI-interactive media, functions as a cognitive scaffold rather than merely a technological enhancement. This approach systematically promotes deeper reasoning, learner autonomy, and sustained cognitive engagement. The study offers an applied pedagogical model that extends beyond media development by explaining the mechanism through which AI-supported interactivity amplifies higher-order thinking. These results provide robust empirical evidence for integrating design thinking and joyful learning as foundational principles in future educational technology design and applied learning research.