Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap Tradisi Kawin Culik Dewani Cipta Maheswari; Ardi Lestari Rahayu; Aulia Zahra Anwarudin; Erlin Zenandia Putri; Fais Faria Rusdianawati; Icek Reviyana; Indriyana Sholikah; Juniarthi Shinei Amalia; Khansa Atika Rahma; Martiana Halimah; Naina Sonia Kholifaturrosidah; Syifa Salsabilla; Tria Amalia; Vera Khalimatun Firnanda; Viranti Diah Andarista; Winda Pratiwi
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 2 No 06 (2023): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v2i6.384

Abstract

Masih banyak tradisi dalam masyarakat Indonesia yang masih baik diikuti atau sudah hilang. Tradisi-tradisi tersebut mengandung nilai-nilai budaya dan moral dengan tujuan yang baik untuk menciptakan masyarakat yang berakhlak dan berperasaan baik. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian hukum baku, yaitu. ketentuan hukum dan standar positif dalam sistem hukum yang terkait dengan masalah dipelajari. Tulisan ini, akibat hukum perkawinan antara seorang pria dengan seorang wanita menurut Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974, diatur dengan jelas dan mudah dipahami jika ada niat baik untuk mentaati dan menghormati hukum tersebut. Tujuan tulisan ini adalah untuk menjelaskan prosesi adat Merariq dalam masyarakat suku Sasaki. upacara atau prosesi pernikahan yang berbeda karena budaya yang dominan di masyarakat, seperti budaya Sasak atau suku Sasak. Prosesi pernikahan suku Sasak dikenal dengan Merariq. Menurut adat Sasak, pernikahan disebut Merariq Kawin: Kawin Culik atau sistem perkawinan adat yang masih berlaku di Lombok yaitu tradisi Merariq merupakan bagian dari budaya, budaya dan kehidupan sosial masyarakat Lombok yang tidak dapat dipisahkan Konteks budaya nusantara yaitu tradisi budaya Jawa yang dipengaruhi oleh agama Hindu - Filsafat Buddha dan tradisi budaya Islam.
Pengaruh Pemberian Jus Wortel terhadap Penurunan Dismenore Pada Remaja Fais Faria Rusdianawati; Rina Sri Widayati
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.275

Abstract

Dismenore sering dialami remaja putri dan mengganggu aktivitas serta kualitas hidup. Jus wortel yang kaya beta-karoten, vitamin C, E, dan antioksidan dapat menjadi alternatif nonfarmakologis yang aman untuk menghambat prostaglandin dan mengurangi nyeri. Mengetahui pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan dismenore pada remaja Karang Taruna Dusun Sukorejo Desa Kedungjeruk. Penelitian pra-eksperimen (one group pretest-posttest) ini melibatkan 33 remaja putri yang dipilih secara quota sampling. Intervensi berupa pemberian jus wortel (250 gram wortel, 200 cc air) dua kali sehari pada hari pertama menstruasi. Intensitas nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Sebelum diberikan jus wortel, sebagian besar responden mengalami dismenore dengan intensitas nyeri sedang. Setelah diberikan intervensi, sebagian besar responden mengalami penurunan intensitas nyeri menjadi kategori ringan. Hasil uji menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p <0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan dismenore pada remaja. Pemberian jus wortel berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja Karang Taruna Dusun Sukorejo Desa Kedungjeruk, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri menstruasi.