Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Candi Hindu di Tengah Mayoritas Muslim: Agama dan Ekosistem Kebudayaan di Candi Panataran Akhmad Rizqon Khamami; Firda Azmi Nur Aini
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v20i2.178

Abstract

Artikel ini mengupas perlakuan masyarakat mayoritas Muslim terhadap situs keagamaan minoritas. Biasanya, eksistensi situs suatu agama menunjukkan warga penganut agama tersebut di suatu daerah. Akan tetapi, candi Hindu Panataran memperlihatkan sesuatu yang berbeda. Meskipun canti ini adalah termasuk candi Hindu, tetapi mayoritas penduduk di sekitarnya adalah beagama Islam. Mereka yang beragama Hindu, bahkan Islam, masih mengunjungi candi ini. Tidak semata-mata untuk rekreasi, tetapi juga untuk mengikuti ritual keagamaan. Kenyataan ini memicu pertanyaan, bagaimana sebuah candi Hindu masih bias hidup sebagai situs keagamaan di tengah masyarakat mayoritas beragama Islam? Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan ini, peneliti melakukan pengamatan pada wilayah sekitar candi, wawancara dengan para pemangku situs dan warga sekitar. Fenomena tersebut tidak lain adalah ekspresi ‘culturalized religion’ yang diwujudkan dalam ekosistem kebudayaan.
Candi Hindu di Tengah Mayoritas Muslim: Agama dan Ekosistem Kebudayaan di Candi Panataran Akhmad Rizqon Khamami; Firda Azmi Nur Aini
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 20 No. 2 (2022): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v20i2.178

Abstract

Artikel ini mengupas perlakuan masyarakat mayoritas Muslim terhadap situs keagamaan minoritas. Biasanya, eksistensi situs suatu agama menunjukkan warga penganut agama tersebut di suatu daerah. Akan tetapi, candi Hindu Panataran memperlihatkan sesuatu yang berbeda. Meskipun canti ini adalah termasuk candi Hindu, tetapi mayoritas penduduk di sekitarnya adalah beagama Islam. Mereka yang beragama Hindu, bahkan Islam, masih mengunjungi candi ini. Tidak semata-mata untuk rekreasi, tetapi juga untuk mengikuti ritual keagamaan. Kenyataan ini memicu pertanyaan, bagaimana sebuah candi Hindu masih bias hidup sebagai situs keagamaan di tengah masyarakat mayoritas beragama Islam? Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan ini, peneliti melakukan pengamatan pada wilayah sekitar candi, wawancara dengan para pemangku situs dan warga sekitar. Fenomena tersebut tidak lain adalah ekspresi ‘culturalized religion’ yang diwujudkan dalam ekosistem kebudayaan.