Setio Dharma Kusuma
Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perspektif Kristosentris Terhadap Perabotan dan Perkakas Tabernakel: Suatu Makna Rohani Bagi Orang Percaya Paulus Budiono; Setio Dharma Kusuma; Sri Ayu Dyah Utami; Edi Sugianto; Sion Saputra
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.56

Abstract

Penyataan Tabernakel yang cukup mendominasi dalam Alkitab menunjukkan pentingnya studi perihal Tabernakel. Pembahasan akademis literatur bahasa Indonesia tentang Tabernakel masih sangat sedikit dibandingkan dengan pembahasan secara praktika khotbah. Penyataan Allah ini perlu dipahami gereja dalam menghidupi kehendak Tuhan. Tabernakel memberikan suatu gambaran keselamatan Allah dalam Yesus Kristus. Karena itu, artikel ini bertujuan untuk membahas perabotan dan perkakas Tabernakel dari perspektif Kristosentris sebagai pembelajaran rohani bagi orang percaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Allah melalui Tabernakel menyatakan diri-Nya dan diam di tengah-tengah umat-Nya. Pelayanan dalam Tabernakel merupakan gambar bayang keselamatan yang dikerjakan-Nya dalam Yesus Kristus. Ketiga belas perabotan dan perkakas yang ada di dalam Tabernakel memiliki makna rohani masing-masing yang menunjuk pada Yesus Kristus (Kristosentris). Orang percaya perlu menghidupi makna rohani yang dinyatakan. Sementara itu, penelitian lebih lanjut tentang Tabernakel perlu dilakukan guna pemahaman yang semakin progresif & komprehensif.
Kepemimpinan Rohani dan Akuntabilitas Moral: Sebuah Respons Teologis-Biblika terhadap Fenomena Korupsi di Indonesia Setio Dharma Kusuma; Onesiporus Pengharapan Lase
Jurnal Teologi Pambelum Vol 5 No 2 (2026): Teologi Transformatif dan Peran Gereja dalam Membangun Masyarakat yang Inklusif,
Publisher : Unit Penerbitan Informasi dan Teknologi Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT GKE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59002/jtp.v5i2.177

Abstract

The corruption crisis that afflicts Indonesian society is not merely a legal or governmental issue, but also reflects a profound spiritual crisis. This article examines the integration between spiritual leadership and moral accountability as a biblical response to the phenomenon of corruption. Employing a qualitative approach through theological literature study, the research interprets 1 Samuel 2:12–36 to trace the roots of leadership failure in the sons of Eli as an example of moral deviation and the loss of spiritual responsibility. The findings indicate that corruption arises from the disintegration between faith and morality, as well as the misuse of authority that ought to be oriented toward service. This study reveals that genuine spiritual leadership, rooted in the fear of the Lord and biblical integrity, stands as the antithesis of corrupt practices. The implications highlight the central role of the church and Christian educational institutions in shaping accountable leadership through character formation and transformative spirituality.