Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Religious Fundamentalism: Threats to the Life of the Nation and Religion in Indonesia Endrizal; Suharti
Tsaqofah Vol. 21 No. 1 (2023): January-June 2023
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v21i1.8233

Abstract

This study discusses religious fundamentalism movements that can threaten the life of the nation and State. This research is located in West Sumatra, North Sumatra, and Riau. This research is qualitative. This study collected data using observation, in-depth interviews, and literature studies. Data is analyzed by reducing, displaying, analyzing, processing, making conclusions, and verifying data. The results of this study indicate that the emergence of religious fundamentalism is caused by understanding textually the verses, rejecting Western modernism, and political power is disadvantaged. The proposal from this research in counteracting religious fundamentalism is using deradicalization of the State, optimizing the role of religious leaders, and deradicalization of educational institutions. This research still needs to be continued by other researchers related to deradicalization and moderation in religion.
Tradisi Bakaua Lindang di Jorong Koto Tingga Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat Salsabilla Vitria; Endrizal
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8948

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tradisi masyarakat setelah musim panen sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Tradisi ini tidak hanya menjadi kegiatan adat, tetapi juga memiliki makna sosial, budaya, dan keagamaan yang masih dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan teori interpretatif simbolik Clifford Geertz yang melihat kebudayaan sebagai sistem simbol yang memiliki makna bagi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Bakaua Lindang memiliki beberapa tahapan yaitu musyawarah, pengumpulan iuran, mambantai kambiang, memasak, berdoa di Makam Syekh Junjungan, dan makan bersama di surau. Setiap tahapan mengandung nilai gotong royong, rasa syukur, dan religius. Gotong royong terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan tradisi, rasa syukur diwujudkan melalui ungkapan terima kasih atas hasil panen, sedangkan nilai religius terlihat melalui doa bersama sebagai bentuk hubungan manusia dengan Tuhan.