Mardiyana Faridhatul Anawaty
Universitas Trunojoyo Madura

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SAINS BUMI DAN ANTARIKSA PADA ANAK USIA DINI Selfi Lailiyatul Iftitah; Mardiyana Faridhatul Anawaty
Al-Abyadh Vol 6 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI STAI DINIYAH PEKANBARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-abyadh.v6i1.752

Abstract

The concept of science developed for the context of early childhood is so that children have insight and experience about events in their surroundings. Early childhood has a high curiosity about science. So that the process of early childhood learning about science is to develop a child's curiosity about the surrounding environment. Earth and space science is one of the fields of science for early childhood learning. The learning can be in the form of objects in the surrounding environment or natural events that occur. Therefore, it will be discussed about the concept of earth and space science in early childhood. The research method used is literature study (literature study) with relevant written sources. Earth Science covers objects and events on earth such as air, air, soil, rock, as well as natural disasters. Meanwhile, space science consists of objects in outer space, such as the sun, moon, stars, as well as the events that cause them, for example the existence of day and night, temperature differences and changing seasons. Several indicators developed at an early age related to the science of the Earth and Space area, namely knowledge of the properties of earth materials, use of vocabulary that displays day and night, observations about individual activities that can cause changes that occur in materials, observations about the weather.
Asesmen Perkembangan Anak di Era Merdeka Belajar Mardiyana Faridhatul Anawaty; Ajeng Safira; Rosal Riski Ali Putra
Jurnal Pelita PAUD Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v8i1.3477

Abstract

Asesmen merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk memberikan penilaian terhadap perkembangan individu anak. Melalui proses asesmen, dapat diketahui tingkat kemajuan dan perkembangan setiap anak. Hal ini terjadi karena proses penilaian dilakukan terhadap setiap aspek perkembangan anak usia dini. Proses penilaian dilakukan secara paralel dengan proses pembelajaran. Pelaksanaan penilaian perkembangan pada era merdeka belajar dibedakan menjadi penilaian diagnostik, formatif, dan sumatif. Penilaian dapat menunjang pembelajaran karena hasil penilaian dapat mengidentifikasi kebutuhan siswa dan menyesuaikannya dengan proses pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi di lembaga taman kanak-kanak dalam menilai perkembangan anak dengan menggunakan konsep belajar mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe fenomenologis yang bertujuan untuk memperoleh data mendalam mengenai perubahan kurikulum yang dapat mengubah penilaian tumbuh kembang anak. Hasilnya adalah kegiatan penilaian Taman Kanak-kanak PH dan SK mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan melalui tiga jenis penilaian yaitu diagnostik, formatif, dan sumatif. Instrumen assesmen berupa checklist, catatan anekdot, hasil kerja dan foto berseri. Proses pelaporan kepada orang tua dilakukan agar orang tua dapat mengetahui pencapaian perkembangan anaknya. Foto berseri merupakan intrumen yang paling sulit dilakukan. Membagi tanggungjawab dengan guru lain merupakan solusi yang dilakukan oleh kedua TK ini.
Eksplorasi Lagu Anak Madura sebagai Sarana Stimulasi Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Desty Adelia Rusman; Angga Fitriyono; Mardiyana Faridhatul Anawaty
PG-PAUD Trunojoyo Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pgpaudtrunojoyo.v13i1.32612

Abstract

Anak usia 5-6 tahun perlu dikenalkan tidak hanya pada bahasa nasional, tetapi juga bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya dan lingkungan sosialnya. Penelitian ini didasari oleh fenomena bahwa penggunaan  Bahasa Madura pada anak usia 5-6 tahun muncul dalam situasi tertentu sehingga diperlukan kajian mendalam dalam penggunaannya dalam lingkungan pembelajaran.Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemanfaatan lagu anak Madura dalam menstimulasi kemampuan Bahasa Madura anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian meliputi anak kelompok B, guru kelas, dan kepala sekolah di TK Negeri Pembina Bangkalan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu daerah mampu meningkatkan antusiasme anak selama kegiatan menyanyi, mendorong keberanian berbicara, dan memberikan pengalaman budaya yang positif. Akan tetapi, kemampuan anak dalam melafalkan kosakata masih terbatas karena kurangnya paparan bahasa daerah dan keterbatasan media pendukung.  Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kemampuan bahasa anak, mulai dari anak yang mampu mengikuti lagu dengan lancar hingga anak yang hanya mengikuti gerakan atau berhenti di tengah lagu karena keterbatasan penguasaan lirik dan pelafalan. Lagu anak Madura mampu meningkatkan antusiasme dan keberanian berbicara anak serta memperkenalkan kosakata secara menyenangkan, meskipun kemampuan pelafalan masih memerlukan penguatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu anak Madura berpotensi sebagai sarana stimulasi kemampuan bahasa sekaligus media pelestarian budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini.