Ayep Rosidi
Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Ungaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalization Of Strengthening Students’ Religious Literacy Through The Development Of Women’s Fiqh Study Khoirul Ismah; Uswatun Chasanah; Ayep Rosidi
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 15 No. 01 (2026): Sociocultural Islamic Education
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) IAI Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v15i01.2886

Abstract

This study examines a religious literacy learning model based on women’s fiqh with the integration of digital literacy in vocational education at SMK Islam Sudirman 1, Ambarawa. The study focuses on strengthening students’ understanding of menstruation, postpartum bleeding, and istihāḍah (non-menstrual bleeding) as essential aspects of women’s worship practices. Initial observations indicate that students’ understanding remains limited to basic rules without a deeper explanation of biological conditions and their implications for religious practice. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed. There were 33 informants, consisting of a principal, two Islamic Religious Education teachers, and 30 female students from grades X–XII. Data were collected through classroom observation, in-depth interviews, and documentation over a two-month implementation period. Data analysis was conducted thematically through stages of data organisation, interpretation, and meaning construction. The findings reveal improvements in five dimensions of religious literacy: cognitive, analytical, affective, psychomotor, and epistemic. Students demonstrate a better ability to explain legal foundations, distinguish biological conditions, and determine worship practices more accurately. The integration of menstrual cycle tracking applications and digital fiqh texts supports access to reliable religious references. Supporting factors include school policy support, the presence of female teachers, dialogic learning approaches, and the availability of digital learning resources. Limiting factors include restricted access to technological devices, student fatigue, and initial discomfort when discussing sensitive topics.
Muhammadiyah Dan Nahdlatul Ulama Dalam Konsep Pendidikan Di Indonesia Ayep Rosidi; Suprapti; Irwanto; Ngalimun
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v1i2.242

Abstract

Penelitian ini menggunakan diskriptif kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), dengan hasil bahwa: Peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam menanggulangi problem ini juga telah dilancarkan oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Lembaga Pendidikan Muhammadiyah dan NU bergerak mencerdaskan bangsa berupaya mencapai sebuah kesejahteraan sejak awal pendiriannya. Rupanya problem utama bukan cuma masalah kemampuan kognisi dan skill, tetapi juga munculnya problematika degradasi akhlaq yang mendera. Pendidikan di kedua lembaga ini berkonsentrasi pada pembentukan manusia yang utuh baik materiil maupun spiritual. Muhammadiyah dan NU Tidak semata mengajarkan gagasan kecerdasan intelektualitas semata, tetapi lembaga pendidikan yang mereka dirikan mulai sekolah dasar hingga perfuruan tinggi dan pondok pesantren mengajarkan nilai-nilai kecerdasan spiritual. Bahwa sisi akhlaq manusia dibangun terlebih dahulu, untuk memahami posisi dirinya dihadapan Allah, sesama manusia, dan alam semesta. Memahamkan bahwa manusia harus mampu menjadi khalifah yang memakmurkan bumi sebagai amanah dari Allah kepadanya.