Vio Nita
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN KERAGAMAN PANGAN DAN STATUS GIZI SISWA DI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA Rambu Tiara; Endri Yuliati; Vio Nita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3049

Abstract

Remaja di Indonesia menghadapi tiga beban masalah gizi, yaitu stunting, wasting, dan obesitas, serta kekurangan zat gizi mikro. Keragaman pangan berkaitan dengan kualitas pangan sehingga akhirnya memengaruhi asupan makanan dan selanjutnya pada status gizi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk melihat kaitan keragaman pangan dan status gizi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan keragaman pangan dan status gizi siswa di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 67 siswa kelas XI yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner IDDS (Individual Dietary Diversity Scale) berdasarkan 9 kelompok bahan makanan dan food recall 2 x 24 jam. Status gizi ditentukan dengan Indeks Massa Tubuh menurut Umur dengan software WHO Anthro Plus. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis. Sebagian besar sampel berjenis kelamin perempuan (58,2%) usia 17-19 tahun (65,7%). Tidak ada perbedaan rata-rata keragaman pangan weekday dan weekend (p > 0,05). Sebagian besar sampel memiliki keragaman pangan sedang (76,1%) dan status gizi baik (73,1%). Hasil analisis hubungan keragaman pangan dan status gizi menunjukkan p-value = 0,333, sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan antara keragaman pangan dengan status gizi siswa di SMA Negeri 6 Yogyakarta.
HUBUNGAN KERAGAMAN PANGAN DAN STATUS GIZI SISWA DI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA Rambu Tiara; Endri Yuliati; Vio Nita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3049

Abstract

Remaja di Indonesia menghadapi tiga beban masalah gizi, yaitu stunting, wasting, dan obesitas, serta kekurangan zat gizi mikro. Keragaman pangan berkaitan dengan kualitas pangan sehingga akhirnya memengaruhi asupan makanan dan selanjutnya pada status gizi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk melihat kaitan keragaman pangan dan status gizi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan keragaman pangan dan status gizi siswa di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 67 siswa kelas XI yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner IDDS (Individual Dietary Diversity Scale) berdasarkan 9 kelompok bahan makanan dan food recall 2 x 24 jam. Status gizi ditentukan dengan Indeks Massa Tubuh menurut Umur dengan software WHO Anthro Plus. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis. Sebagian besar sampel berjenis kelamin perempuan (58,2%) usia 17-19 tahun (65,7%). Tidak ada perbedaan rata-rata keragaman pangan weekday dan weekend (p > 0,05). Sebagian besar sampel memiliki keragaman pangan sedang (76,1%) dan status gizi baik (73,1%). Hasil analisis hubungan keragaman pangan dan status gizi menunjukkan p-value = 0,333, sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan antara keragaman pangan dengan status gizi siswa di SMA Negeri 6 Yogyakarta.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi Mahasiswa Jurusan Gizi Vio Nita
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1624

Abstract

Indonesia mengalami masalah gizi ganda yang artinya sementara masalah gizi kurang belum dapat diatasi secara menyeluruh, sudah muncul masalah baru, yaitu berupa gizi lebih.Masalah gizi remaja perlu mendapatkan perhatian khusus karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan serta dampaknya pada masalah gizi saat dewasa. Berdasarkan studi pendahuluan dari 10 mahasiswa yang diwawancarai, 7 diantaranya mampu menjelaskan tentang gizi seimbang dan 3 orang mahasiswa lainnya mengatakan lupa tentang gizi seimbang, serta 8 mahasiswa memiliki status gizi normal dan 2 mahasiswa lainnya dengan status gizi kurus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi mahasiswa jurusan gizi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 orang dengan Proportional Simple Random Sampling. Hasil: Karakteristik responden mayoritas remaja akhir (>18 tahun) (95,8%), mayoritas memiliki jenis kelamin perempuan (80,6%), mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik (86,1%), mayoritas status gizi Mahasiswa pada kategori normal (76,4%), mayoritas Mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan baik berdasarkan status gizi normal (68,1%), serta hasil uji korelasi P Value(0,001)<α(0,05) berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi mahasiswa jurusan gizi.
Sikap Ibu Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Era Pandemi Covid-19 Vio Nita; Novi Indrayani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.384

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian makanan kepada bayi berupa ASI saja tanpa tambahan makanan apapun kecuali obat dan air putih yang diminum bersama dengan obat dari usia 0-6 bulan. Jumlah ibu menyusui di Indonesia semakin menurun meskipun ASI eksklusif memiliki banyak keunggulan. Persentase pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Sleman tahun 2022 adalah 86,18%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap ibu terhadap Pemberian ASI Ekslusif terhadap bayi umur 6-12 bulan di Posyandu Ringinsari I dan Lestari I Bokoharjo Prambanan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 responden semua ibu yang memiliki anak dengan usia 6-12 bulan yang berada di Posyandu Ringinsari I dan Lestari I Bokoharjo Prambanan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif dan sikap ibu yaitu p_value =0,001 (p<0,05) Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan sikap ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif.
Hubungan Pengetahuan Dengan Pola Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Novi Indrayani; Vio Nita
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.387

Abstract

Menurut Laporan Nasional proporsi pemberian ASI di Indonesia dalam 24 jam terakhir pada bayi umur 0-5 bulan yaitu sebesar 71,58%, angka ini menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 69,62% dimana dari bayi umur 0 bulan sampai 5 bulan persentasenya mengalami penurunan. Sedangkan menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, secara nasional capaian bayi yang mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2019 yaitu sebesar 67,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2019 yaitu 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pola pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Posyandu Kamboja dan Soka, Desa Tegaltirto. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan desai cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dnegan kriteria inklusi dan eksklusi. Total sampel yang digunakan yaitu 65 orang ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Analisis yang digunakan yaitu presentase dan chi-square. Hasil yang diperoleh yaitu sebagian besar ibu dalam kategori tingkat pengetahuan cukup dan Sebagian besar ibu memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya. Hasil uji bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pola pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Posyandu Kamboja dan Soka, Desa Tegaltirto.
Edukasi Isi Piringku Pada Anak Usia Dini Dengan Media Permainan Food Model Terhadap Perilaku Pemilihan Makanan Vio Nita; Ainun Mayangsari
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan gizi seimbang pada anak akan mendukung tumbuh kembang mereka menjadi lebih sempurna. Salah satu caranya adalah memerhatikan jumlah porsi makanan dalam setiap piring anak saat mulai sekolah yakni usia 4-6 tahun. Anak usia dini memerlukan media yang sesuai dan memadai untuk menambah pengetahuan serta pengembangan sikap, perilaku dan norma tentang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi isi piringku pada anak usia dini dengan media permainan food model terhadap perilaku pemilihan makanan di Sekolah Alam Bina Insan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan non-Equivalent control group, untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah diberikan edukasi isi piringku dengan media permainan food model. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan seluruh populasi dijadikan sampel berjumlah 30 anak pada Sekolah Alam Bina Insan. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan media edukasi. Analisa data secara univariat dan bivariat. Terdapat perubahan pada edukasi isi piringku dengan media permainan food model terhadap perilaku pemilihan makan pada anak usia dini yaitu terdapat peningkatan skor perilaku pre-test 4,47 meningkat menjadi 5,10 pada saat post test.
Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Status Gizi Balita Usia 24-60 Bulan Tina Tina; Vio Nita; Novi Indrayani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v2i1.749

Abstract

Setiap ibu memiliki pola asuh yang berbeda-beda mengasuh anaknya sehingga berbagai macam pola asuh bisa saja dilakukan sesuai dengan kepribadian. Status gizi adalah keadaan pada tubuh manusia yang merupakan dampak dari makanan atau konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi didalam tubuh seseorang. Batas yang ditetapkan oleh WHO yaitu sebesar 10%. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada saat ini mengalami permasalahan gizi ganda. Masalah gizi yang dialami adalah gizi kurang dan gizi buruk. Prevalensi Pada tahun 2021 ini meningkat menjadi 8,50. Angka prevalensi selama tiga tahun terakhir masih berkisar pada angka 7- 8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan status gizi balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Teknik sampling accidental sampling. Sampel ibu balita dan balita pada posyandu Remujung di Wilayah kerja puskesmas Mergangsan sebanyak 58 orang menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Analisis yang digunakan Uji univariat dan bivariat. Hasil: Sebagian besar responden yang memiliki berat badan normal 78% serta sebagian kecil responden memiliki berat badan sangat kurang 5% seluruh responden 100% Ibu memiliki pola asuh demokratis. Ada hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi balita dengan hasil p = 0.000 (P<0.05).
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Pola Makan dengan Status Gizi pada Karyawan Kantor Vio Nita; Dinda Aqhila Putri
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pengetahuan gizi memegang peranan penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Kurangnya pengetahuan gizi akan menimbulkan banyak dampak, salah satunya adalah menyebabkan pola makan yang salah. Pola makan juga dapat mempengaruhi keadaan status gizi. Kondisi status gizi yang tidak kondusif terhadap kesehatan dapat menurunkan produktivitas tenaga kerja pada karyawan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan pola makan dengan status gizi pada Karyawan Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda pada bulan September 2022. Sampel penelitian ini adalah karyawan dengan jumlah 30 responden menggunakan metode Total Sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner, timbangan berat badan digital dan microtoice. Analisis penelitian ini meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan fishers exact test. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan (1) pengetahuan gizi dengan status gizi yaitu dengan hasil p=0,142 (p lebih besar dari 0,05) (2) pola makan dengan status gizi yaitu dengan hasil p=0,712 (p lebih besar dari 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dan pola makan dengan status gizi. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dan pola makan dengan status gizi.
Hubungan Status Gizi Ibu Selama Hamil dengan Kejadian BBLR pada Balita Vio Nita; Sharen Umbu Sagabulang
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v3i2.1177

Abstract

Gizi yang baik penting bagi setiap orang, bahkan ibu hamil. Salah satu kelompok yang paling rentan terhadap masalah gizi adalah ibu hamil. Pertumbuhan janin dapat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil sebelum atau selama kehamilan. Janin sangat tergantung kepada ibunya untuk pernafasan, pertumbuhan, dan untuk melindunginya dari penyakit. Masa pra-kehamilan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan masa kehamilan. Peningkatan kebutuhan nutrisi selama kehamilan sebesar 15%, karena diperlukan untuk perkembangan rahim, payudara, volume darah, plasenta, dan pertumbuhan janin. Penelitan in bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu selama hamil dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah. Penelitian ini merupakan observasional analitik cross-sectional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitan ini sebanyak 51 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara status gizi yang diukur menggunakan LILA dan kadar Hb dengan variabel dependen kejadian BBLR. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kategori LILA dan kejadian BBLR dengan p-value sebesar 0,03. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara LILA dengan kejadian BBLR. Pengaruh Haemoglobin terhadap kejadian BBLR dengan p-value sebesar 0,02, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Hb dengan kejadian BBLR.
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunted Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul Claudia Morista Samapaty; Vio Nita; Silvia Dewi Styaningrum
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1434

Abstract

Stunted merupakan salah satu kesehatan yang umum terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, dan stunted sebesar 24,4%. Stunted disebabkan oleh faktor multidimensi dan tidak hanya disebabkan oleh gizi buruk pada ibu hamil dan anak. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunted yaitu asupan makan, pemberian ASI eslusif, dan faktor infeksi. Tujuan penelitian ini untu mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25-59 bulan di Kalurahan Mertelu Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 99 responden yaitu ibu yang mempunyai balita usia 25-59 bulan.Teknik pengambilan sampel adalah purposive random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar ibu berusia < 35 tahun (69,7%), 50,5% berpendidikan SMP,100% ibu berstatus ibu rumah tangga,58,6% berpengetahuan kurang, 53,5% balita usia 37-48 bulan, 54,5% berjenis kelamin laki-laki dan 54,5% mengalami stunted. Mayoritas ibu berpendidikan SMP (51,5%), Ibu dengan pengetahuan kurang dan memiliki anak stunted sebanyak 53,4%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25- 59 bulan ( p= 0,057). Tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25-59 bulan di Kalurahan Mertelu Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul.