Novi Indrayani
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sikap Ibu Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Era Pandemi Covid-19 Vio Nita; Novi Indrayani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.384

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian makanan kepada bayi berupa ASI saja tanpa tambahan makanan apapun kecuali obat dan air putih yang diminum bersama dengan obat dari usia 0-6 bulan. Jumlah ibu menyusui di Indonesia semakin menurun meskipun ASI eksklusif memiliki banyak keunggulan. Persentase pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Sleman tahun 2022 adalah 86,18%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap ibu terhadap Pemberian ASI Ekslusif terhadap bayi umur 6-12 bulan di Posyandu Ringinsari I dan Lestari I Bokoharjo Prambanan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 responden semua ibu yang memiliki anak dengan usia 6-12 bulan yang berada di Posyandu Ringinsari I dan Lestari I Bokoharjo Prambanan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif dan sikap ibu yaitu p_value =0,001 (p<0,05) Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan sikap ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif.
Hubungan Pengetahuan Dengan Pola Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Novi Indrayani; Vio Nita
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.387

Abstract

Menurut Laporan Nasional proporsi pemberian ASI di Indonesia dalam 24 jam terakhir pada bayi umur 0-5 bulan yaitu sebesar 71,58%, angka ini menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 69,62% dimana dari bayi umur 0 bulan sampai 5 bulan persentasenya mengalami penurunan. Sedangkan menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, secara nasional capaian bayi yang mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2019 yaitu sebesar 67,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2019 yaitu 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pola pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Posyandu Kamboja dan Soka, Desa Tegaltirto. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan desai cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dnegan kriteria inklusi dan eksklusi. Total sampel yang digunakan yaitu 65 orang ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Analisis yang digunakan yaitu presentase dan chi-square. Hasil yang diperoleh yaitu sebagian besar ibu dalam kategori tingkat pengetahuan cukup dan Sebagian besar ibu memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya. Hasil uji bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pola pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Posyandu Kamboja dan Soka, Desa Tegaltirto.
Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Status Gizi Balita Usia 24-60 Bulan Tina Tina; Vio Nita; Novi Indrayani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v2i1.749

Abstract

Setiap ibu memiliki pola asuh yang berbeda-beda mengasuh anaknya sehingga berbagai macam pola asuh bisa saja dilakukan sesuai dengan kepribadian. Status gizi adalah keadaan pada tubuh manusia yang merupakan dampak dari makanan atau konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi didalam tubuh seseorang. Batas yang ditetapkan oleh WHO yaitu sebesar 10%. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada saat ini mengalami permasalahan gizi ganda. Masalah gizi yang dialami adalah gizi kurang dan gizi buruk. Prevalensi Pada tahun 2021 ini meningkat menjadi 8,50. Angka prevalensi selama tiga tahun terakhir masih berkisar pada angka 7- 8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan status gizi balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Teknik sampling accidental sampling. Sampel ibu balita dan balita pada posyandu Remujung di Wilayah kerja puskesmas Mergangsan sebanyak 58 orang menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Analisis yang digunakan Uji univariat dan bivariat. Hasil: Sebagian besar responden yang memiliki berat badan normal 78% serta sebagian kecil responden memiliki berat badan sangat kurang 5% seluruh responden 100% Ibu memiliki pola asuh demokratis. Ada hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi balita dengan hasil p = 0.000 (P<0.05).
Edukasi Remaja SADARMI (Sadar Anemia) dalam Upaya Mendukung 8000 Hari Kehidupan Novi Indrayani; Inayah Inayah; Metty Metty
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja Putri (Rematri) yang menderita anemia ketika menjadi ibu hamil berisiko melahirkan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan stunting. Anemia gizi besi menjadi salah satu penyebab utama anemia, diantaranya karena asupan makanan sumber zat besi yang kurang Remaja putri yang memiliki pengetahuan yang baik akan lebih awas dalam mencegah terjadinya anemia dalam mencegah terjadinya anemia dibandingkan remaja putri yang memiliki pengetahuan yang buruk. Peningkatan pengetahuan seseorang dapat dilakukan melalui upaya penyuluhan. Tujuan : memberikan edukasi anemia melalui penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putra dan putri sehingga sadar akan gejala anemia dan dapat memahami pengobatannya. Metode : Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil : Remaja Putra dan Putri yang hadir antusias dalam menyimak materi pada power point yang ditampilkan dan bertanya apa yang mereka belum mengerti dan belum pahami.