Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Minyak Lavender Terhadap Nyeri Ibu Postpartum Di BPM Tursilah, S.Tr., Keb Lampung Tengah Canthy Jour Shella; Neneng Siti Lathifah; Nurliyani Nurliyani
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v3i1.753

Abstract

Latar Belakang : Nyeri merupakan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan, nyeri post partum besifat fisiologi serta berlangsung beberapa hari setelah proses persalinan. Aromaterapi merupakan proses penyembuhan yang menggunakan sari tumbuhan aromaterapi murni, aromaterapi lavender mengandung linalool yang memiliki efek relaksasi.Tujuan : Tujuan penelitian adalah diketahui pengaruh aromaterapi minyak lavender dapat mengurangyi intensitas nyeri ibu postpartum di Lampung Tengah Tahun 2021Metode : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian dengan pendekatan quasi eksperimen. Tempat penelitian ini dilakukan di BPM Tursilah, S.Tr., Keb Lampung Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan ibu postpartum berjumlah 27 ibu bersalin, dengan jumlah sampel 15 orang,  Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah uji  T-dependent.Hasil dan Kesimpulan : Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi rata-rata nyeri sebelum diberikan perlakuan pemberian aromaterapi lavender sebesar 6,64 dan standar deviasi sebesar 0,745. Sedangkan distribusi frekuensi rata-rata nyeri sebelum diberikan perlakuan pemberian aromaterapi lavender sebesar 4,647 dan standar deviasi sebesar 0,497. Ada pengaruh aromaterapi minyak lavender dapat mengurangi intensitas nyeri ibu postpartum (p value 0,000 0,05). Saran bagi tempat penelitian sebagai bahan informasi bagi bidan bahwa aromaterapi lavender dapat mengurangi nyeri ibu postpartum serta dapat mengaplikasikan pada setiap pasien ibu postpartum agar nyeri ibu rasakan dapat berkurang. ABSTRACTBackground : Pain is an unpleasant emotional experience, post partum pain is physiological and lasts a few days after the delivery process. Aromatherapy is a healing process that uses pure aromatherapy plant extracts, lavender aromatherapy contains linalool which has a relaxing effect.Objective : The purpose of the study was to determine the effect of lavender oil aromatherapy on reducing the intensity of postpartum maternal pain in Central Lampung in 2021Methods : This type of research is quantitative with a research design with a quasi-experimental approach. The location of this research was BPM Tursilah, S.Tr., Central Lampung Keb. The population in this study was a total of 27 postpartum mothers, with a sample of 15 people. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection using observation sheets and data analysis used is the T-dependent test.Results and Conclusion : The results showed that the average frequency distribution of pain before being treated with lavender aromatherapy was 6.64 and the standard deviation was 0.745. While the average frequency distribution of pain before being given lavender aromatherapy treatment was 4.647 and the standard deviation was 0.497. There is an effect of lavender oil aromatherapy to reduce the intensity of postpartum maternal pain (p value 0.000 0.05). Suggestions for research sites as information material for midwives that lavender aromatherapy can reduce postpartum maternal pain and can apply to every postpartum mother patient so that maternal pain can be reduced.
Promosi Kesehatan Dalam Kesiapan Ibu Menghadapi Persalinan Nurliyani Nurliyani; Fijri Rachmawati; Neneng Siti Lathifah; Ni Kadek Intan Suarniti; Putri Sawitri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.25811

Abstract

Pendahuluan: Masa kehamilan trimester akhir merupakan periode penting yang membutuhkan kesiapan fisik dan psikologis ibu dalam menghadapi persalinan. Kurangnya pengetahuan tentang tanda-tanda persalinan, seperti kontraksi efektif, keluarnya lendir bercampur darah, pecahnya ketuban, serta perbedaan dengan kontraksi palsu, dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengambil keputusan untuk mencari pertolongan. Selain itu, ketidakmampuan ibu dalam mengelola nyeri saat pembukaan sering menimbulkan kecemasan yang berlebihan dan dapat mempengaruhi proses persalinan. Di sisi lain, kurangnya pemahaman mengenai tanda bahaya kehamilan, seperti perdarahan, penurunan gerakan janin, dan gejala preeklamsia, berisiko meningkatkan kejadian komplikasi pada ibu dan janin. Oleh karena itu, diperlukan upaya Promosi Kesehatan berupa Penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan secara aman.Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda persalinan, teknik pengendalian nyeri, dan tanda bahaya pada kehamilan trimester akhir.Bahan dan Metode: Kegiatan Promosi Kesehatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan tatap muka langsung , kegiatan diawali dengan persiapan pembuatan leaflet, banner, dan penyusunan materi penyuluhan oleh Tim penyuluh. peserta penyuluhan adalah ibu hamil di PMB Bidan Wirahayu, dengan jumlah peserta 16 ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan di PMB Bidan Wirahayu, pada tanggal 28 April 2026 dengan menggunakan metode pemaparan materi dan diskusi interaktif. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengambilan data nilai pengetahuan peserta terkait Pentingnya Mengetahui Tanda-Tanda Persalinan, Manajemen Nyeri, dan Tanda Bahaya pada Kehamilan TM 3, baik sebelum maupun sesudah penyuluhan.Hasil: Peserta penyuluhan berjumlah 16 ibu hamil di PMB Bidan Wirahayu. Sebelum penyuluhan, mayoritas memiliki pengetahuan kategori sedang (62,5%). Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan dimana sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kategori baik (93,8%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu hamil terkait tanda-tanda persalinan, manajemen nyeri, dan tanda bahaya kehamilan..Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan kesehatan di PMB Bidan Wirahayu efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda persalinan, manajemen nyeri saat pembukaan, serta tanda bahaya kehamilan trimester ketiga, yang ditunjukkan dengan peningkatan kategori pengetahuan dari sedang menjadi baik setelah penyuluhan.Saran: Diharapkan kegiatan promosi kesehatan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan guna meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan serta menurunkan risiko komplikasi.Kata Kunci:Tanda Tanda Persalinan, Manajemen Nyeri, Tanda Bahaya Kehamilan Tm 3