Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KINETIKA REAKSI PERTUMBUHAN BAKTERI PSEUDOMONAS FLUORESCENS PADA PROSES FERMENTASI AIR LINDI Ghany Firmansyah; Tuhu Agung Rachmanto; Rizka Novembrianto
BIOLOVA Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Maret Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biolova.v7i1.10548

Abstract

Abstrak: Air lindi merupakan limbah cair hasil dekomposisi sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang berpotensi mencemari lingkungan karena kandungan bahan organik dan logam beratnya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinetika pertumbuhan bakteri Pseudomonas fluorescens serta karakteristik fisik hasil fermentasi air lindi. Proses fermentasi dilakukan secara aerob selama 8 hari dengan variasi volume inokulum bakteri 5 mL, 7 mL, dan 10 mL dalam 100 mL air lindi. Parameter yang diamati meliputi pH, suhu, konsentrasi C-organik, dan jumlah koloni bakteri. Hasil menunjukkan peningkatan pertumbuhan bakteri secara signifikan pada fase logaritmik dengan pola linear hubungan antara ln(CA0/CA) dan ln(CC/CC0). Nilai koefisien determinasi (R²) mendekati 1, yang mengindikasikan kesesuaian dengan model kinetika pertumbuhan. Selain itu, terjadi penurunan kandungan C-organik dan logam berat, serta perubahan karakteristik fisik air lindi yang menunjukkan peningkatan kualitas hasil fermentasi. Dengan demikian, fermentasi air lindi menggunakan Pseudomonas fluorescens berpotensi mengurangi dampak pencemaran dan meningkatkan nilai guna air lindi sebagai hasil olahan ramah lingkungan. Abstract: Leachate is a liquid waste generated from the decomposition of solid waste in landfill sites, which has the potential to pollute the environment due to its high content of organic matter and heavy metals. This study aims to analyze the growth kinetics of Pseudomonas fluorescens and the physical characteristics of leachate after the fermentation process. The fermentation was carried out aerobically for 8 days with variations of bacterial inoculum volumes of 5 mL, 7 mL, and 10 mL in 100 mL of leachate. The observed parameters included pH, temperature, C-organic concentration, and bacterial colony count. The results showed a significant increase in bacterial growth during the logarithmic phase, following a linear relationship between ln(CA0/CA) and ln(CC/CC0). The determination coefficient (R²) values were close to 1, indicating good conformity with the microbial growth kinetics model. In addition, there was a reduction in C-organic and heavy metal contents, as well as changes in the physical characteristics of the leachate, indicating improved quality of the fermentation product. Therefore, leachate fermentation using Pseudomonas fluorescens has the potential to reduce environmental pollution and enhance the usability of leachate as an environmentally friendly processed product.
Efektivitas Airlift Reactor dalam Menurunkan Kadar Besi dan Mangan Pada Pengolahan Air Tanah Mutiara Saniyyah Rochmasia; Tuhu Agung Rachmanto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air tanah merupakan salah satu sumber air yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik maupun industri, namun kualitasnya sering dipengaruhi oleh tingginya kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) terlarut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Airlift Reactor (ALR) dalam menurunkan kadar Fe dan Mn melalui proses aerasi. Pengujian dilakukan menggunakan ALR sistem kontinu dengan variasi diameter diffuser 6, 8, 10, dan 12 cm serta waktu proses 10, 15, 20, 25, dan 30 menit. Parameter yang dianalisis meliputi oksigen terlarut (DO), kadar Fe, dan kadar Mn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu proses mampu meningkatkan transfer oksigen dan mempercepat oksidasi logam terlarut. Efisiensi penyisihan Fe tertinggi mencapai 90,69%, sedangkan efisiensi penyisihan Mn tertinggi mencapai 79,51%, yang keduanya diperoleh pada penggunaan diffuser berdiameter 8 cm dengan waktu proses 30 menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Airlift Reactor berpotensi menjadi alternatif teknologi pengolahan air tanah yang efektif untuk menurunkan kadar besi dan mangan yang terlarut.
Pengaruh Variasi Waktu Oksik-Anoksik Terhadap Laju Pertumbuhan Chlorella vulgaris dan Efisiensi Penyisihan Fosfat dalam Sistem Intermittent Moving Bed Biofilm Reactor Marwa Ardiyanti Safa Widyaningtyas; Tuhu Agung Rachmanto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair greywater Rusunawa Gunung Anyar Surabaya mengandung fosfat sebesar 43 mg/L, melebihi baku mutu PP No. 22 Tahun 2021 sebesar 0,2 mg/L. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi waktu oksik-anoksik terhadap laju pertumbuhan Chlorella vulgaris dan efisiensi penyisihan fosfat dalam sistem Intermittent Moving Bed Biofilm Reactor. Penelitian menggunakan reaktor batch dengan media Kaldnes K5 (filling ratio 20%), waktu tinggal 8 jam, dan tiga variasi waktu proses: C1 (4 jam oksik–1 jam anoksik–3 jam oksik), C2 (3 jam oksik–2 jam anoksik–3 jam oksik), dan C3 (2 jam oksik–3 jam anoksik–3 jam oksik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik Chlorella vulgaris tertinggi pada fase tersuspensi dicapai pada variasi C1 sebesar 0,0887 jam⁻¹ dengan doubling time 7,81 jam, dan pada fase terlekat sebesar 0,0964 jam⁻¹. Efisiensi penyisihan fosfat tertinggi juga dicapai pada variasi C1 sebesar 73% dengan konsentrasi akhir 11,634 mg/L dari inlet 43 mg/L. Tingginya laju pertumbuhan dan penyisihan fosfat pada C1 disebabkan oleh durasi fase oksik yang lebih panjang, yang memberikan lebih banyak waktu fotosintesis sehingga biomassa yang terbentuk lebih tinggi dan serapan fosfat untuk sintesis asam nukleat, fosfolipid, dan ATP menjadi lebih besar. Variasi C1 merupakan kondisi paling optimum untuk pertumbuhan Chlorella vulgaris dan penyisihan fosfat dalam sistem Intermittent MBBR pada pengolahan limbah cair domestik.
Pengaruh Variasi Debit Udara Terhadap Kinerja Microbubble Generator Untuk Meningkatkan Kadar Oksigen Pada Pengolahan Air Limbah Rumah Potong Ayam Aflachul Risma Faradila; Tuhu Agung Rachmanto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah rumah potong ayam (RPA) mengandung bahan organik tinggi yang ditunjukkan oleh tingginya nilai Chemical Oxygen Demand (COD) dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013, baku mutu COD air limbah rumah potong hewan adalah 200 mg/L. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh debit udara terhadap kinerja microbubble generator dalam meningkatkan konsentrasi dissolved oxygen (DO) dan mendukung penyisihan bahan organik pada limbah cair RPA. Penelitian dilakukan menggunakan tiga reaktor dengan debit udara 1, 2, dan 3 L/menit. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi DO dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan debit udara meningkatkan transfer oksigen dan efisiensi penyisihan COD. Reaktor dengan debit udara 3 L/menit menghasilkan konsentrasi DO tertinggi sebesar 7,3 mg/L dan efisiensi penyisihan COD sebesar 64,86%, lebih tinggi dibandingkan debit udara 2 L/menit (59,46%) dan 1 L/menit (54,05%). Pada kondisi terbaik, konsentrasi COD menurun dari 4736 mg/L menjadi 1664 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit udara 3 L/menit memberikan kinerja terbaik dalam meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut dan mendukung pengolahan biologis limbah cair RPA.
Kinerja Proses Fotokatalis dengan Variasi Intensitas Lampu UV-C dan Luas Permukaan TiO₂ terhadap Penyisihan COD dan Linear Alkylbenzene Sulfonate pada Limbah Laundry Vella Sephia; Tuhu Agung Rachmanto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah laundry mengandung senyawa organik dan surfaktan Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS) yang berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas lampu UV-C dan luas permukaan TiO₂ terhadap penyisihan Chemical Oxygen Demand (COD) dan LAS menggunakan proses fotokatalisis. Sebelum proses fotokatalisis dilakukan pretreatment koagulasi-flokulasi menggunakan Poly Aluminium Chloride (PAC) untuk menurunkan padatan tersuspensi sehingga meningkatkan penetrasi sinar UV-C. Variasi penelitian meliputi intensitas UV-C 3 × 9 Watt dan 3 × 11 Watt serta luas permukaan TiO₂ sebesar 0,0168; 0,03515; 0,0483; dan 0,063 m². Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan intensitas UV-C dan luas permukaan TiO₂ meningkatkan efisiensi penyisihan COD dan LAS. Kondisi optimum diperoleh pada intensitas 3 × 11 Watt dengan luas permukaan TiO₂ 0,063 m², menghasilkan konsentrasi COD 12,50 mg/L dengan efisiensi penyisihan 96,35%, serta konsentrasi LAS 4,10 mg/L dengan efisiensi penyisihan 99,55%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses fotokatalisis efektif digunakan untuk menurunkan kandungan bahan organik dan surfaktan pada air limbah laundry.