Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih didominasi penggunaan modul ajar konvensional yang berpusat pada guru sehingga belum optimal mengembangkan kemampuan kolaborasi peserta didik. Di sisi lain, pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (GenAI) dalam pengembangan perangkat pembelajaran masih terbatas dan belum terintegrasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar Bahasa Indonesia berbantuan GenAI yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi peserta didik kelas IV SD Negeri Jarakan Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Four-D (4D) meliputi tahap define, design, development, dan disseminate. Pengembangan modul mengintegrasikan tujuh tools GenAI, seperti Gemini AI, Google AI Studio, Dreamina AI, dan Canva-Magic Design. Kelayakan produk dinilai oleh ahli materi dan ahli kurikulum, kepraktisan diukur melalui angket respons guru dan peserta didik, sedangkan efektivitas diuji menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest melalui instrumen observasi kemampuan kolaborasi yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kevalidan modul mencapai 93% dengan kategori sangat valid, sedangkan kepraktisan memperoleh persentase 89% dengan kategori sangat praktis. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan kemampuan kolaborasi dari skor rata-rata 40,17 menjadi 55,96 dengan nilai signifikansi <0,001. Analisis N-Gain memperoleh skor 0,79 berkategori tinggi dengan efektivitas sebesar 79,32%. Dengan demikian, modul ajar berbantuan GenAI terbukti valid, praktis, dan efektif serta berimplikasi sebagai inovasi pembelajaran kolaboratif berbasis AI di sekolah dasar.