Khairun Nisa
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SOSIOEMOSIONAL PADA SISWA DENGAN LATAR BELAKANG SOSIAL BERBEDA Fauziah Nasution; Ulysa Humayrah; Khairun Nisa
PEMA (JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v3i2.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran guru dalam meningkatkan kompetensi sosioemosional pada siswa dengan latar belakang sosial berbeda. Kompetensi sosioemosional merupakan aspek penting dalam perkembangan holistik siswa, yang mencakup keterampilan sosial, emosi, dan perilaku adaptif. Latar belakang sosial yang berbeda dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam mengembangkan kompetensi sosioemosional mereka.
Peran Pendidikan Sebagai Pranata Sosial dalam Mewujudkan Visi Pendidikan Nasional Dipa Apriza; Rizka Amanah Buaya; Muhammad Husaini; Khairun Nisa
AMI Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pranata sosial yang memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian individu serta menjaga keteraturan sosial dalam masyarakat (Zamroni, 2011). Dalam konteks Indonesia, pendidikan diarahkan untuk mewujudkan visi pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab sebagai warga negara. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan sebagai pranata sosial dalam mendukung terwujudnya visi pendidikan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui penelaahan terhadap buku-buku sosiologi pendidikan, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan sebagai pranata sosial berfungsi sebagai sarana sosialisasi nilai dan norma, integrasi sosial, pengendalian sosial, serta pelestarian dan transformasi budaya (Tilaar, 2012). Oleh karena itu, optimalisasi peran pendidikan memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah agar pendidikan mampu menjawab tantangan perubahan sosial secara berkelanjutan.
Masyarakat dan Kebudayaan Sekolah Anju Yurika Pasaribu; Nur Azizah; M. Ikhsan; Khairun Nisa
Edukatif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v3i2.1786

Abstract

Masyarakat dan kebudayaan merupakan dua unsur sosial yang saling bergantung dan tidak dapat dipisahkan. Masyarakat menjadi ruang lahir, berkembang, dan diwariskannya kebudayaan, sedangkan kebudayaan berfungsi sebagai sistem nilai dan norma yang mengatur perilaku sosial. Sekolah, sebagai lembaga pendidikan formal, berperan strategis dalam mentransmisikan nilai-nilai budaya yang hidup di masyarakat sekaligus menginternalisasikannya kepada peserta didik melalui budaya sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku dan artikel ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang positif, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kasih sayang, dan sikap saling menghormati, memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan karakter peserta didik. Selain itu, sinergi antara sekolah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan berbasis budaya. Oleh karena itu, penguatan budaya sekolah perlu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan seluruh unsur pendidikan dan masyarakat.