Sebagai komunitas non-profit, salah satu tantangan terberat komunitas Rumah Pelangi Indonesia adalah menyediakan pendanaan berkelanjutan untuk menunjang berbagai aktivitas komunitas. Pada awal tahun 2024, komunitas Rumah Pelangi Indonesia mulai menyiapkan unit bisnis, agar dapat menunjang pendanaan komunitas secara lebih optimal. Salah satu program yang dirintis oleh unit bisnis komunitas ini adalah pembuatan produk kreatif untuk merchandise komunitas. Merchandise ini diharapkan dapat mendukung aktivitas promosi, memperkuat citra positif, merepresentasikan budaya yang dimiliki komunitas, serta menjadi strategi untuk menarik perhatian pembeli. Melalui pengabdian masyarakat ini, tim pengabdian masyarakat Telkom University akan memberikan pendampingan kepada komunitas terkait perancangan merchandise komunitas sekaligus melatih teknik kriya baru yang menarik, yaitu teknik marbling yang mudah diaplikasikan oleh anak-anak. Sehingga produk merchandise yang dihasilkan, dapat lebih variatif dari produk merchandise sebelumnya dan menambah nilai jual serta berdampak pada unit bisnis komunitas secara lebih optimal. Dalam pelaksanaan pendampingan ini, tim pengabdian masyarakat Telkom University menerapkan prinsip design thinking, yaitu Empathize (Empati), Define (Definisi), Ideate (Ideasi), Prototype (Prototipe), dan Test (Pengujian). Pendampingan ini diharapkan dapat memberikan alternatif desain merchandise yang lebih variatif dan mendukung unit bisnis komunitas. Juga memberikan stimulasi kemampuan motorik halus, serta kebebasan dalam mengekspresikan kreativitas dan imajinasi anggota komunitas.