Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Locals’ Voices To A Langgher Dhatang Developmental Plan As A Religious Tourism Destination in Madura Mohammad - Halili; Fatimatus Zahroh
Muslim Heritage Vol 8, No 1 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i1.5360

Abstract

AbstractLanggher Dhatang symbolizes an Islamic architecture. Some belive that religion should not be commercialized. This article, however, rebuts the given point of views. Therefore, this aims to study three major issues: 1) local perceptions towards the development of Langgher Dhatang as a religious tourism destination, 2) the common-held belief in the interplay between the local tourism destination and economic advantages, and 3) feasible actions to take to make Langgher Dhatang more popular. This employed a quantitave research. Conducting door-to-door interviews with structured questions to collect the data was held. Researchers successfully interviewed 13 local people nearest to the location of Langgher Dhatang as they would be likely to have a direct impact from the scheme. The research shows that the involved participants demonstrated various attitudes when Langgher Dhatang is designed to be a local religious tourism destination. The participants’ responses are everage, ranging from 38.5% (agree), 30.8% (disagree and neither). The responses vary dealing with economic consequences that would possibly bring and their gaps is wide: 69.2% believe that the tourism positively impacts economically, and 15.4% claims that this will have no economic advantages, including 15.4% has no idea with the impact of tourism destination development around them. Some feasible strategies were also proposed. AbstrakLanggher Dhatang menyimbolkan arsitektur agama Islam. Sebagian orang percaya bahwa agama seharusnya tidak boleh dikomersialkan. Akan tetapi, penelitian bertentangan dengan pandangan tersebut. Oleh karena itu, ada tiga hal penting yang menjadi isu dalam penelitian ini: 1) persepsi masyarakat setempat jika Langgher Dhatang dijadikan tujuan wisata religi, 2) pandangan umum terhadap kaitan antara tujuan wisata religi dan keuntungan secara ekonomi, 3) serta strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan popularitas Langgher Dhatang sehingga pengunjungnya bisa meningkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Peneliti melakukan interview dari pintu ke pintu untuk mendapatkan data. Kami berhasil menginterview 13 orang terdekat dengan lokasi Langgher Dhatang. Hal ini disebabkan karena mereka yang terdekat akan terkena dampak secara langsung dari rencana ini. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa responden memiliki pandangan yang berbeda terhadap rencana pengembangan Langgher Dhatang sebagai tujuan wisata religi: 38,5% setuju, 30,8% tidak setuju, dan 30,8% netral. Terkait dengan isu ekonomi, responden juga menunjukkan respon yang berbeda. Menariknya, perbedaan persentasenya cukup luas: 69,2% percaya bahwa pengembangan Langgher Dhatang ke arah destinasi wisata memberikan dampak positif terhadap perekonomian mereka, 15,4% justru sebaliknya tidak percaya dampak positif tersebut, dan 14,4% posisi netral. Beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan popularitas Langgher Dhatang juga diusulkan. 
The Locals’ Voices To A Langgher Dhatang Developmental Plan As A Religious Tourism Destination in Madura Mohammad - Halili; Fatimatus Zahroh
Muslim Heritage Vol 8, No 1 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i1.5360

Abstract

AbstractLanggher Dhatang symbolizes an Islamic architecture. Some belive that religion should not be commercialized. This article, however, rebuts the given point of views. Therefore, this aims to study three major issues: 1) local perceptions towards the development of Langgher Dhatang as a religious tourism destination, 2) the common-held belief in the interplay between the local tourism destination and economic advantages, and 3) feasible actions to take to make Langgher Dhatang more popular. This employed a quantitave research. Conducting door-to-door interviews with structured questions to collect the data was held. Researchers successfully interviewed 13 local people nearest to the location of Langgher Dhatang as they would be likely to have a direct impact from the scheme. The research shows that the involved participants demonstrated various attitudes when Langgher Dhatang is designed to be a local religious tourism destination. The participants’ responses are everage, ranging from 38.5% (agree), 30.8% (disagree and neither). The responses vary dealing with economic consequences that would possibly bring and their gaps is wide: 69.2% believe that the tourism positively impacts economically, and 15.4% claims that this will have no economic advantages, including 15.4% has no idea with the impact of tourism destination development around them. Some feasible strategies were also proposed. AbstrakLanggher Dhatang menyimbolkan arsitektur agama Islam. Sebagian orang percaya bahwa agama seharusnya tidak boleh dikomersialkan. Akan tetapi, penelitian bertentangan dengan pandangan tersebut. Oleh karena itu, ada tiga hal penting yang menjadi isu dalam penelitian ini: 1) persepsi masyarakat setempat jika Langgher Dhatang dijadikan tujuan wisata religi, 2) pandangan umum terhadap kaitan antara tujuan wisata religi dan keuntungan secara ekonomi, 3) serta strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan popularitas Langgher Dhatang sehingga pengunjungnya bisa meningkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Peneliti melakukan interview dari pintu ke pintu untuk mendapatkan data. Kami berhasil menginterview 13 orang terdekat dengan lokasi Langgher Dhatang. Hal ini disebabkan karena mereka yang terdekat akan terkena dampak secara langsung dari rencana ini. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa responden memiliki pandangan yang berbeda terhadap rencana pengembangan Langgher Dhatang sebagai tujuan wisata religi: 38,5% setuju, 30,8% tidak setuju, dan 30,8% netral. Terkait dengan isu ekonomi, responden juga menunjukkan respon yang berbeda. Menariknya, perbedaan persentasenya cukup luas: 69,2% percaya bahwa pengembangan Langgher Dhatang ke arah destinasi wisata memberikan dampak positif terhadap perekonomian mereka, 15,4% justru sebaliknya tidak percaya dampak positif tersebut, dan 14,4% posisi netral. Beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan popularitas Langgher Dhatang juga diusulkan. 
Pemantauan Lalu Lintas Serangan Siber: Simulasi Kali Linux Terhadap Windows XP Fatimatus Zahroh; Muhlis Tahir; Risma Dian Safira; Mukhlis Ainur Rahman
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i3.9106

Abstract

Abstrak - Meningkatnya perkembangan teknologi jaringan komputer turut meningkatkan ancaman serangan siber yang dapat mengganggu kinerja dan keamanan sistem, terutama pada sistem operasi yang rentan seperti Windows XP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak serangan ICMP flood terhadap Windows XP serta mengevaluasi efektivitas Wireshark dalam memantau lalu lintas jaringan saat terjadi serangan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan skenario simulasi penetrasi menggunakan Kali Linux sebagai alat serangan dan Wireshark sebagai alat monitoring jaringan. Simulasi dilakukan dengan meluncurkan serangan ICMP flood dari Kali Linux menuju Windows XP dan merekam lalu lintas data menggunakan Wireshark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan ICMP flood berhasil membanjiri target dengan paket data dalam jumlah besar, yang menyebabkan lalu lintas jaringan menjadi sangat padat dan tidak stabil. Pola serangan ini terpantau jelas di Wireshark melalui tingginya frekuensi paket ICMP yang dikirim dalam waktu singkat. Pola serangan ini membuktikan bahwa Wireshark efektif dalam mendeteksi serangan DoS berbasis ICMP dan menegaskan tingginya kerentanan Windows XP terhadap ancaman serupa. Oleh karena itu, pemantauan lalu lintas jaringan secara rutin menjadi langkah krusial dalam mitigasi risiko serangan siber.Kata kunci: keamanan jaringan; serangan siber; Virtualbox; monitoring. Abstract - The increasing development of computer network technology also increases the threat of cyber attacks that can disrupt system performance and security, especially on vulnerable operating systems such as Windows XP. This research aims to analyze the impact of ICMP flood attacks on Windows XP and evaluate the effectiveness of Wireshark in monitoring network traffic during an attack. The method used is an experiment with a penetration simulation scenario using Kali Linux as an attack tool and Wireshark as a network monitoring tool. The simulation was conducted by launching ICMP flood attack from Kali Linux to Windows XP and recording the data traffic using Wireshark. The results showed that the ICMP flood attack successfully flooded the target with a large amount of data packets, which caused the network traffic to become very congested and unstable. This attack pattern was clearly observed in Wireshark through the high frequency of ICMP packets sent in a short period of time. This attack pattern proves that Wireshark is effective in detecting ICMP-based DoS attacks and confirms the high vulnerability of Windows XP to similar threats. Therefore, regular monitoring of network traffic is a crucial step in mitigating the risk of cyberattacks.Keywords: network security; cyberattacks; Virtualbo; monitoring.
Analisis Kepuasan Pengguna Telegram dengan Metode PIECES Framework Prita Dellia; Moch Ersa Noer Firmansyah; Naila Hariri; Fatimatus Zahroh; Meilia Intan Sabila; Rizka Alfinatul Umam
Jurnal Ilmiah ILKOMINFO - Ilmu Komputer & Informatika Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Ilmu Komputer Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47324/ilkominfo.v8i2.347

Abstract

Abstrak: PIECES Framework menilai enam faktor Kinerja, Informasi, Ekonomi, Kontrol, Efisiensi, dan Layanan digunakan dalam studi ini untuk menguji kepuasan pengguna terhadap Telegram. Kuesioner yang diberikan kepada 115 responden dari berbagai demografi pengguna digunakan untuk mengumpulkan data. Skor yang diterima—Kinerja (4,65), Informasi (4,54), Ekonomi (4,50), Kontrol dan Keamanan (4,72), Efisiensi (4,94), dan Layanan (4,77) menunjukkan bahwa pengguna Telegram cukup senang dengan aplikasi tersebut. Pengguna menghargai pengoperasian aplikasi yang lancar, data yang akurat, fitur yang terjangkau, protokol keamanan yang kuat, kemudahan penggunaan, dan layanan tambahan seperti saluran dan bot. Menurut temuan ini, Telegram telah berhasil memenuhi harapan pengguna dan menawarkan informasi yang mendalam untuk pembuatan layanan baru.Kata kunci: Efisiensi, Kepuasan Pengguna, Kinerja, PIECES Framework, Telegram Abstract: The PIECES Framework assesses six factors—Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Service used in this study to test User satisfaction with Telegram. A questionnaire administered to 115 respondents from various user demographics was used to collect data. The scores received—Performance (4.65), Information (4.54), Economy (4.50), Control and Security (4.72), Efficiency (4.94), and Service (4.77) indicate that Telegram users are quite happy with the app. Users appreciate the smooth operation of the app, accurate data, affordable features, strong security protocols, ease of use, and additional services such as channels and bots. According to these findings, Telegram has succeeded in meeting user expectations and offers insightful information for the creation of new services.Keywords: Efficiency, User Satisfaction, Performance, PIECES Framework, Telegram