Safruroh Safruroh, Safruroh
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TAHFIDZ AL QURAN DI SMP TERPADU AL MU’AAWANAH KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS SAEPUDIN, AEP; SAFRUROH, SAFRUROH; TANTOOWIE, TANTO ALJUHARIE
Bestari Vol 15 No 2 (2018): Studi Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Darussalam (UID) | Islamic University of Darussalam, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Pertama Terpadu (SMPT) Al Mu’aawanah Rajadesa Ciamis merupakan lembaga pendidikan menengah yang menyelenggarakan program pendidikan selama tiga tahun berdasarkan kurikulum nasional yang diperkaya dengan kurikulum Islami secara terpadu, dan memiliki program unggulan dalam rangka meningkatkan kecintaan peserta didik pada ajaran agama terutama pada Alquran yakni dengan adanya pembelajaran tahfidz Alquran. Program pembelajaran tahfidz Alquran merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka menjaga kemutawatiran Alquran dan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Secara keseluruhan peserta didik dapat menghafal Alquran sesuai dengan yang ditentukan dan ditargetkan oleh lembaga atau sekolah. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti merasa tertarik untuk meneliti tentang implementasi pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Bertolak dari hal di atas, dirumuskan empat masalah pokok penelitian, yaitu: 1) Apakah tujuan pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah Rajadesa?; 2) Bagaimana metode pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah Rajadesa?; 3) Apakah materi pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah Rajadesa?; dan 4) Bagaimana evaluasi pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah Rajadesa?. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui tujuan pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah Rajadesa; 2) Untuk mengetahui metode pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah Rajadesa; 3) Untuk mengetahui materi pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah Rajadesa; dan 4) Untuk mengetahui evaluasi pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah Rajadesa. Berdasarkan hasil penelitian tentang implementasi pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah Rajadesa, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Tujuan pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah yaitu agar peserta didik mampu menghafal Alquran dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid, hafal minimal 6 juz Alquran selama pendidikan, dan lebih mencintai Alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari; 2) Metode pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah yaitu dengan menggunakan metode bin nazhar, metode talaqqi, metode takrir, dan dengan membaca terjemahnya terlebih dahulu sebelum dihafal; 3) Materi pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah yaitu menghafal 6 juz pilihan, kelas VII menghafal juz 30 dan juz 1, kelas VIII menghafal juz 2 dan juz 3, dan kelas IX menghafal juz 4 dan juz 5; 4) Evaluasi pembelajaran tahfidz Alquran di SMP Terpadu Al Mu’aawanah dilakukan secara berjenjang dan terencana. Adapun evaluasi yang dilakukan yaitu: evaluasi pekanan, evaluasi semester, dan evaluasi akhir tahfidz.
Kodifikasi Al-Qur’an: Studi Analisis Sejarah Inayatullah, Arrijalul Aziz; Safruroh, Safruroh
Pelita: Jurnal Studi Islam Mahasiswa UII Dalwa Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Lembaga Peneltian Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/pelita.v2i1.1864

Abstract

This research discusses the history of the codification of the Qur'an from the time of Prophet Muhammad (PBUH) to the era of Caliph Uthman bin Affan, which was a crucial process in preserving the authenticity and purity of the Qur'an. The background of this study is based on the importance of understanding the history of the Qur'an's compilation, as this holy book serves as a lifelong guide for Muslims. The purpose of this research is to analyze the stages of the Qur'an's collection and codification, beginning from the Prophet's era, followed by the era of Caliph Abu Bakr, and finalized during the era of Caliph Uthman. The method used in this study is a literature review with a qualitative approach, analyzing various historical sources on the codification process. The results show that the Qur'an was collected through memorization and writing by the companions during the Prophet's time, followed by the compilation of scattered verses into a single mushaf during Abu Bakr's era, and the establishment of an official mushaf during Uthman's era to resolve differences in Qur'anic recitations. The scientific contribution of this research is to provide a comprehensive understanding of the historical process of the Qur'an's codification and how efforts to preserve this holy book have successfully maintained its authenticity to this day.
Emotion, Sound, and Piety: Interpreting the Living Qur’an through Anna M. Gade’s Thought in Indonesia Nurlela, Ela; Dalila, Haula Hasna; Parlina, Iin; Safruroh, Safruroh
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 1 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v19i1.31350

Abstract

This study explores the concept of the Living Qur’an in Indonesian society through the lens of Anna M. Gade’s thought, focusing on the ways in which Muslims read, interpret, and practice the Qur’an within social and cultural contexts. Employing a descriptive qualitative method based on literature analysis, the research investigates how the Qur’an functions not only as a source of doctrinal knowledge but also as a performative and emotional force in everyday religious life. Findings highlight the unique Indonesian engagement with the Qur’an, where non-Arabic speaking communities demonstrate profound aesthetic and spiritual connections through recitation and ritual. Gade’s analysis emphasizes the role of affect, sound, and embodiment in Qur’anic practices, offering an alternative perspective on piety as a deeply personal and experiential phenomenon. While her work is subject to critique—particularly regarding generalizations and lack of empirical specificity—it provides valuable insights into the religious dynamics of Indonesian Muslims, including community participation, media usage, lifelong learning, and women’s empowerment. The study concludes that the Qur’an operates both informatively and performatively, shaping a psycho-emotional relationship that influences the believer’s psychological and spiritual state. Gade’s contributions pave the way for future inquiries into the affective and performative dimensions of Islamic religiosity in diverse cultural settings. Studi ini mengkaji konsep Al-Qur’an yang Hidup dalam masyarakat Indonesia melalui pemikiran Anna M. Gade, dengan fokus pada cara umat Islam membaca, menafsirkan, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam konteks sosial dan budaya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis analisis kepustakaan, penelitian ini menelusuri bagaimana Al-Qur’an berfungsi tidak hanya sebagai sumber pengetahuan doktrinal, tetapi juga sebagai kekuatan performatif dan emosional dalam kehidupan keagamaan sehari-hari. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat Indonesia dengan Al-Qur’an bersifat unik, di mana komunitas yang tidak berbahasa Arab tetap menunjukkan keterhubungan estetis dan spiritual yang mendalam melalui tilawah dan ritual. Analisis Gade menekankan peran afeksi, bunyi, dan tubuh dalam praktik-praktik Qur’ani, serta menawarkan perspektif alternatif tentang kesalehan sebagai fenomena yang sangat personal dan pengalaman. Meskipun pemikirannya mendapat kritik—terutama terkait generalisasi dan kurangnya data empiris yang spesifik—karyanya memberikan wawasan berharga mengenai dinamika keberagamaan Muslim Indonesia, termasuk partisipasi komunitas, pemanfaatan media, pembelajaran sepanjang hayat, dan pemberdayaan perempuan. Studi ini menyimpulkan bahwa Al-Qur’an memiliki fungsi informatif dan performatif sekaligus, membentuk hubungan psiko-emosional yang memengaruhi kondisi psikologis dan spiritual seorang Muslim. Kontribusi Gade membuka ruang bagi penelitian lanjutan terkait dimensi afektif dan performatif dalam keberagamaan Islam di berbagai konteks budaya.