Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BUNGA BANK KONVENSIONAL PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Siliwangi Siliwangi
Syariah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kesyariahan dan Sosial Masyarakat Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Syariah Darussalam
Publisher : Fakultas Syariah Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/sydrs.v7i1.351

Abstract

AbstrakBank-bank Konvensional merupakan salah satu kegiatan perindustrian untuk mencari keuntungan semata tanpa mempertimbangkan untung rugi yang didapatkan oleh setiap nasabahnya dan pada kenyataannya praktik perbankan di Indonesia pada zaman sekarang ini ada dua macam  keuntungan. Pada Bank Konvensional, keuntungan diperoleh dari bunga peminjaman yang didapatkan oleh setiap nasabahnya, sedangkan pada Bank Syariah laba diperoleh dari bagi hasil bertransaksi kerjasama dalam bermuamalah dengan masyarakat dengan memakai prinsif-prinsif kemuamalahan dalam fikih IslamKata Kunci : Bunga Bank, Hukum Islam
TRANSFORMASI AKAD MUSYARAKAH DAN MUDHARABAH DALAM SKEMA EQUITY CROWDFUNDING: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Siliwangi Siliwangi
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 7 No. 01 (2026): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v7i01.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis transformasi akad Musyarakah dan Mudharabah dari bentuk tradisional menuju implementasi digital dalam ekosistem Equity Crowdfunding (ECF). Seiring dengan akselerasi teknologi finansial, terdapat kesenjangan teoretis antara literatur fikih klasik yang menekankan relasi personal dengan praktik ECF yang bersifat massal dan anonim. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi akad dalam ECF tidak mencederai substansi syariah, melainkan merupakan bentuk evolusi urf (tradisi) digital. Rekonstruksi teoretis dilakukan pada aspek subjek akad ('aqidain) yang beralih dari identitas fisik ke identitas digital, serta aspek sighat yang kini terakomodasi melalui konsep Majlis al-Hukmi virtual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinkronisasi antara regulasi positif OJK dan fatwa DSN-MUI telah memberikan payung hukum yang kuat, namun diperlukan penguatan pada sisi pengawasan syariah digital berbasis algoritma guna menjamin akuntabilitas bagi hasil kepada ribuan investor. Model kemitraan Hybrid Digital Musyarakah direkomendasikan sebagai solusi masa depan yang resilien bagi pendanaan UMKM