Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS YURIDIS PENJATUHAN PIDANA DI BAWAH MINIMUM KHUSUS TERHADAP TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2019/PN Bpd) Alex Firdaus Simaremare; Lu Sudirman; Elza Syarief
Legal Standing : Jurnal Ilmu Hukum Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ls.v7i1.7301

Abstract

One of the products of non-codified criminal regulations that adheres to a special minimum system. Article 12 paragraph (2) of the Criminal Code specifies the minimum criminal penalties applicable in Indonesia for one day of imprisonment, while Article 18 paragraph (1) of the Criminal Code also specifies one day of imprisonment as the minimum sentence for imprisonment. This is typically the case. However, the Criminal Code does not regulate the specific minimum criminal hazard level. Article 103 of the Criminal Code states that laws outside the Criminal Code can regulate special rules; in this case, based on the District Court Decision Number: 42 / Pid.Sus / 2019 PN Bpd, the defendant Syamsul Rizal Bin Zainal was sentenced in accordance with the subsidiary charges of the Public Prosecutor article 111 paragraph 1 with a minimum criminal threat of 4 years and a fine of Rp. 800,000,000 (Eight Hundred Million RupeesIn this legal research, a legal approach, a conceptual approach, and a case approach will be utilized, along with specific research requirements. In this investigation, both primary and secondary legal materials were utilized. The analyzed legal material is presented in a methodical, logical, and reasonable manner. On the basis of the study's findings, it is possible to conclude that the criminal conviction below the specified minimum in decision number 42/Pid.Sus/2019/PN Bpd violates the principle of legality (nulla poena sine lege), as the decision lacks legal considerations.
Kunjungan Sosial Mahasiswa UIB ke Panti Asuhan Muhabbatul Haq Jeslyn Joyce; Erika Erika; Sachio Alfonso Fang; Calvin Lim; Joeann Angelina; Arnita Putri; Hendy Kurniawan; Steven Wu; Olga Selvira Saragih; Jesslyn Jesslyn; Pelangi Pelangi; Nazwa Marchella Azmi; Lu Sudirman
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v7i01.11118

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertema “Kunjungan Sosial Mahasiswa UIB ke Panti Asuhan Muhabbatul Haq” yang dilatarbelakangi oleh masalah kurangnya pemahaman anak-anak panti terhadap nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan kewarganegaraan. Hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan dalam pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak di Panti Asuhan Muhabbatul Haq cenderung memiliki pola pikir yang belum cukup luas dan berisiko tinggi terhadap tindakan intoleransi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB) hadir sebagai fasilitator edukasi dengan menggunakan metode Pendidikan Masyarakat. Kegiatan diadakan secara sistematis mulai dari koordinasi, penyusunan materi, hingga pelaksanaan penyuluhan interaktif yang dipadukan dengan permainan edukatif. Edukasi disampaikan secara menyenangkan, dan mudah dipahami sehingga melibatkan anak-anak secara aktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi visual, dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan partisipasi, rasa ingin tahu, dan pemahaman anak-anak terhadap nilai toleransi serta semangat kebersamaan. Antusiasme tertinggi terlihat pada sesi Edugames dan Pojok Literasi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi anak-anak, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap masyarakat. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan evaluasi jangka panjang mengenai perubahan perilaku anak-anak terhadap toleransi, serta mengembangkan modul pembelajaran berbasis permainan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan panti asuhan.