Nurlaili Rahmawati
Fakultas Syariah Dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN LEMBAGA PERLINDUNGAN KHUSUS SAKSI DAN KORBAN (LPSK) TERHADAP PERLINDUNGAN JUSTICE COLLABORATOR PADA KASUS PEMBUNUHAN NOFRIANSYAH YOSHUA HUTABARAT Muhammad Junaidi; Danar Adithya Santoso; Wenisa Zahra; Nurlaili Rahmawati
TAHKIM Vol 19, No 1 (2023): TAHKIM
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/thk.v19i1.4447

Abstract

Lembaga Khusus Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK hadir Demi keamanan dan keselamatan Justice Collaborator. Mengingat banyaknya bahaya yang akan menimpa Justice Collaborator setelah mengungkap kebenaran dari suatu kasus kejahatan. Penelitian ini meneliti sejauh mana peran LPSK dalam melindungi Richard Eliezer sebagai justice collaborator dalam kasus pembunuhan Novriansyah Yoshua Hutabarat. Penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data yang bersifat studi kepustakaan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Perlindungan LPSK ini sangat penting untuk dilakukan, karena pihak yang dilaporkan bisa melakukan apa saja agar kejahatannya tidak terbongkar, bahkan bisa mengancam nyawa Justice Collaborator. Berdasarkan data yang diperoleh disimpulkan bahwa LPSK Sangat dibutuhkan untuk memberikan perlindungan kepada Justice Collaborator demi kelancaran proses persidangan dan mempermudah hakim dalam memutuskan perkara kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Youshua Hutabarat.Kata Kunci : LPSK, Justice Collaborator, Pembunuhan Berencana
Analisis Gaya Kepemimpinan Otoriter Pemerintah Serta Kaitannya dengan Teori Demokrasi Salsabilla Salsabilla; Ananda Zhafir Assakhawi; Muhammad Adib Fathullah; Nurlaili Rahmawati
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jpw.v5i2.18635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas Konsekuensi Kepemimpinan Otoriter Terhadap Prinsip-Prinsip Demokrasi; Perbandingan Kebijakan dan Praktik Pemerintahan antara Gaya Pemerintahan Otoriter dan Demokratis; serta implikasi gaya kepemimpinan otoriter di berbagai negara. Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan literatur review. Hasil dari penelitian ini adalah Melihat kasus-kasus di negara dengan gaya kepemimpinan otoriter seperti Rusia, Venezuela, Tiongkok, dan Arab Saudi, kita dapat melihat bahwa pemerintahan otoriter seringkali menghasilkan situasi di mana hak asasi manusia menjadi rentan. kepemimpinan otoriter seringkali menciptakan situasi di mana hak-hak individu diabaikan atau bahkan diperlakukan dengan semena-mena. Sehingga perlu adanya kesadaran global tentang isu-isu pelanggaran HAM karena gaya kepemimpinan otoriter, agar semakin besar peluang untuk mendorong perubahan positif dalam perlindungan hak asasi manusia dan pemerintahan yang lebih demokratis di seluruh dunia.