Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE USE OF MACRO FUNCTION IN TENNESSE WILLIAM’S DRAMA “A STREETCAR NAMED DESIRE” DISCOURSE ANALYSIS Citra Buana Halil; Azzan Wafiq Agnurhasta
Tekstual Vol 21, No 1 (2023): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v21i1.6288

Abstract

This article aims to know particular types of macro function and how its appear in the utterances on the drama. The writer uses purposive sampling technique to choose which sample were to be analyzed. The data were determined according to it needs and purpose of this research. The writer found some samples from this research. There are seventy samples which called hard sample. The result of this research is macro functions further divided into types but the writer only take five function namely: emotive (10), metalinguistic(13), directive (18), phatic (6), and referential (2).Keywords: Macro Function, Drama, and Discourse Analysis
PEMANFAATAN APLIKASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN WAWASAN SISWA DI PONDOK PESANTREN PUTRI HIDAYATULLAH KOTA TERNATE Magfirah, Sulmi; Talaohu, Ahmad Rifani; Irsyadi, Hudan; Fajrhi, Nur; Agnurhasta, Azzan Wafiq
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31139

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan pengembangan wawasan siswa. Dalam pengabdian ini, dilakukan pelatihan kepada para siswa dalam penggunaan aplikasi digital yang relevan dengan konten pendidikan Islam dan umum. Metode yang digunakan adalah ‘learning by doing’ (LBT) yang merupakan model pembelajaran yang juga dibarengi dengan tindakan, yang artinya belajar tidak hanya secara teoretis tetapi juga dipraktekkan langsung dilapangan. Rangkaian kegiatan pada program ini meliputi pelatihan praktis, pembimbingan, dan demonstrasi penggunaan aplikasi untuk memastikan pemanfaatan teknologi secara optimal. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap pemahaman teknologi dan membantu mereka mengembangkan keterampilan menggunakan teknologi dalam bentuk video digital interaktif. Selain itu, diharapkan pula tercipta lingkungan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan di lingkungan pesantren, yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Kesimpulannya, pemanfaatan aplikasi digital dalam pendidikan pesantren memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan semangat belajar siswa, serta mampu mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan di era digital ini. Sangat diharapkan agar program pengabdian ini bisa menjadi acuan untuk bisa diimplementasikan di pesantren-pesantren lainnya yang ada di wilayah Indonesia pada umumnya, dan terkhususnya di Kota Ternate.