Background: Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan siswa SMPN 20 Bandung melalui sosialisasi dan praktik pengelolaan sampah plastik, sekaligus menciptakan sistem keberlanjutan finansial untuk mendukung kebersihan kelas. Gerakan ini diikuti oleh seluruh siswa yang berjumlah 819 siswa. Metode: Pelaksanaan Gerakan Mengurangi Sampah di Sekolah menggunakan metode yang mengacu pada Teori Aksi Kolektif menjelaskan bagaimana kelompok individu bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pengorganisasian, hingga aksi. Hasil: Observasi menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dalam memilah sampah dan kesadaran mereka terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hasil ini sejalan dengan studi Bronfenbrenner yang menekankan pentingnya lingkungan sosial dalam membentuk perilaku, serta prinsip ekonomi sirkular yang mendorong sistem daur ulang untuk keberlanjutan. Kesimpulan: Gerakan Mengurangi Sampah di Sekolah ini berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan siswa SMPN 20 Bandung dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di sekolah, didukung oleh Teori Ekologi Bronfenbrenner dan Perspektif Ekonomi Sirkular. Sekolah dan peserta didik menemukan solusi yang sangat baik dalam pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga mengelola sampah menjadi bernilai finansial yang kembali ke sekolah.