marito hasibuan
Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TAKHRIJ AL-HADIS TENTANG LARANGAN MEMINTA KEMBALI PEMBERIAN marito hasibuan; Bilfahmi Putra
Al FAWATIH:Jurnal Kajian Al Quran dan Hadis Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alfawatih.v4i1.7799

Abstract

Sumber hukum tertinggi setelah al-Qur’an adalah Hadis, sehingga membuat hadis sangat penting untuk diteliti dan dikaji. Penelitian hadis menyangkut isi atau konten di dalamnya yang terkait dengan orisinalitas atau otentisitas hadis. Untuk mengetahui otentisitas dan orisinalitas hadis maka perlu dilakukan penelitian sanad dan penelitian matan atau yang sering dikenal dengan istilah naqd al-Sanad dan naqd al-Matan. Di sini peneliti akan mengkaji hadis tentang larangan meminta kembali pemberian. Fenomena di masyarakat banyak yang meminta kembali pemberian, padahal hadis Nabi sudah melarang akan hal tersebut. Pada tulisan ini, peneliti akan fokus melihat hadis tersebut dari segi sanad dan matannya, sehingga diketahui kualitas hadis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan corak kepustakaan. Artinya sumber utama dalam penelitian ini adalah hadis Nabi, kitab-kitab hadis dan sumber lain yang relevan dengan pembahasan. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa hadis tentang larangan meminta kembali pemberian terdapat dalam lima jalur, yaitu Abu daud, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad dan Ibnu Majah. Dari penelitian sanad dan matan hadis dari jalur Tirmidzi hadis tersebut berstatus shahih.