Aziati Ridha Khairi
Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM ANTRIAN BANK NAGARI CABANG KOTO BARU MENGGUNAKAN MODEL ANTRIAN MULTI CHANNEL-SINGLE PHASE Haris Agusty Arvan; Riko Ervil; Tri Ernita; Aziati Ridha Khairi
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 23, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/stsp.v23i1.607

Abstract

Sistem antrian adalah suatu himpunan pelanggan, pelayanan serta suatu aturan yang mengatur kedatangan  pelanggan dan pemrosesan masalah pelayanan  antrian. Model Multiple Channel Single Phase yaitu  sebuah sistem  pelayanan  yang  melayani  dengan  satu  jalur antrian dan beberapa pelayanan. Model Multiple  Channel  Single  Phase digunakan saat antrian teller pada sebuah bank. Bank merupakan suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha perusahaan-perusahaan. Kebutuhan masyarakat akan jasa perbankan semakin meningkat. Selain dari berbagai fasilitas yang disediakan oleh bank, pelayanan merupakan hal yang sangat  penting untuk diperhatikan. Apabila pelayanan yang diberikan oleh perbankan tidak maksimal maka akan menimbulkan permasalahan. Salah satu masalah yang timbul karena pelayanan tidak maksimal adalah terjadinya antrian panjang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah nasabah yang mengantri dalam antrian jam sibuk dan mengetahui rata-rata waktu nasabah dalam antrian pada jam sibuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada kinerja sistem antrian nasabah di Bank Nagari Koto Baru. Hasil penelitian ditemukan bahwa jumlah nasabah mengantri pada 1 orang teller adalah 7,26 orang nasabah. Rata-rata waktu tunggu nasabah sebelum mendapatkan pelayanan selama 31,99 menit. Dibutuhkan penambahan fasilitas untuk meningkatkan pelayanan sehingga dapat mengurangi waktu tunggu nasabah.
Inovasi Desain Meja Setrika Menggunakan Metode Model Kano dan Quality Function Deployment (QFD) Aziati Ridha Khairi; Deri Kurniadi
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/r8mc9k59

Abstract

Menyetrika merupakan aktivitas yang paling melelahkan dan paling berisiko diantara proses kerja rumah tangga lainnya. Hal ini menyebabkan pekerja merasakan nyeri pada pinggang dan lengan setelah melakukannya. Dalam melakukan kegiatan menyetrika, dibutuhkan meja setrika untuk memudahkan proses penyetrikaan, Meja setrika adalah meja yang didesain secara khusus untuk digunakan sebagai alas setrika baju dan kain lainnya. Perumusan masalah pada penelitian ini yaitu meja setrika saat ini masih belum menyediakan fitur-fitur tambahan yang memudahkan aktivitas menyetrika dan dapat mengurangi keluhan-keluhan selama menyetrika. Penelitian ini bertujuan untuk membuat inovasi desain meja setrika yang multifungsi dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, yaitu yang dapat memberikan kenyamanan, kemudahan dalam menyetrika, dan dapat mengurangi keluhan yang dirasakan selama menyetrika. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pendahuluan dengan observasi awal, studi literatur, perumusan masalah, menentukan tujuan penelitian, pengumpulan data (data kuesioner), melakukan Uji Kecukupan Data, Uji Validitas, dan Uji Reliabilitas. Untuk melakukan pengolahan data digunakan metode integrasi Kano dan QFD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kebutuhan konsumen, karakteristik teknis yang harus diprioritaskan untuk dikembangkan adalah rangka meja, material meja, pelapis meja,busa alas setrika, desain meja (bentuk dan warna), meja dapat digunakan untuk kegiatan lain, alat bantu memindahkah meja, ukuran meja, alat pengatur ketinggian meja, terdapat laci, stop kontak, gantungan baju, dan tempat melipat baju setelah disetrika.
Rancang Bangun Egrek Mekanis Pemotong Tandan Buah pada Proses Pengambilan Sawit Secara Ergonomis Tri Ernita; Aziati Ridha Khairi; Boby Rachman; Mardani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/rgstnx33

Abstract

Penelitian di Desa Plasma Tiga melibatkan tiga peneliti yang menganalisis dan mewawancarai petani kebun sawit tentang waktu pengambilan buah kelapa sawit dan pelepah sawit. Desa ini memiliki 58 kartu keluarga yang menanam kelapa sawit, dengan setiap pemilik memiliki dua hektar lahan. Proses pengambilan buah kelapa sawit di desa ini membutuhkan waktu 5 hingga 6 menit, dan seringkali menyebabkan kelelahan pada lengan dan bahu petani karena penggunaan egrek lama. Penggunaan egrek lama tidak efektif dalam mengambil dua buah kelapa sawit, dan menyebabkan masalah kesehatan pada bagian atas tubuh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko gangguan postur tubuh bagian atas saat menggunakan egrek lama dan baru, serta merancang alat yang nyaman dan mempercepat proses pengambilan buah kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode RULA, yang menganalisis postur tubuh petani sawit. Hasil akhir dari pengembangan alat egrek adalah untuk mengetahui risiko gangguan postur tubuh bagian atas saat menggunakan egrek lama dan baru, serta merancang alat bantu atau mesin pemetik buah sawit yang nyaman bagi petani.