Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENENTUAN KEMASAN YANG REPRESENTATIF PADA KERIPIK KENTANG HOME INDUSTRI “INYAK” DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Deri Kurniadi
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 21, No 1 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.932 KB) | DOI: 10.36275/stsp.v21i1.358

Abstract

Home industry “INYAK” merupakan salah satu produsen makanan ringan, yang  memproduksi keripik kentang. Ibu Fitri Madonna sebagai pemilik keripik kentang “INYAK” yang berlokasi di Piai Tanah Sirah kota Padang, dalam kegiatan usahanya menghasilkan produk keripik kentang yang dikemas dalam kemasan namun kemasan yang digunakan masih terbilang sederhana yaitu menggunakan plastik bening yang biasa dipakai oleh beberapa home industri. Penjualan keripik kentang “INYAK” masih menggunakan kemasan yang sangat sederhana. Hal ini menjadi faktor penghambat pemasaran keripik kentang. Home industry “INYAK” memiliki target penjualan sebanyak 100 kg/ minggu. Namun, data penjualan yang diperoleh dari home industry “INYAK” dalam tiga bulan terakhir yaitu sebanyak 480 kg, sementara target penjualan yang harus dicapai sebanyak 1200 kg dalam tiga bulan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian terkait desain kemasan untuk membantu meningkatkan pemasaran keripik inyiak. Penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD), dalam metoda ini akan dilakukan pengukuran suara konsumen terhadap kondisi kemasan keripik kentang saat ini dan pengukuran harapan serta kebutuhan konsumen terhadap kemasan keripik kentang home industry “INYAK“. Hasil penelitian menunjukan rancangan kemasan keripik “INYAK” sudah representatif dimana  terdapat pada kemasan memenuhi suara dan harapan konsumen diantaranya fitur pada kemasan yang lengkap berisi tentang nama usaha, komposisi produk, alamat usaha dan gambar pendukung produk serta desain yang lebih ergonomis. Dengan adanya desain kemasan yang representatif ini menunjukan penigkatan produksi keripik kentang sebanyak 150 kg/ minggu.
RELAYOUT TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI UNTUK MEMINIMALISASI MATERIAL HANDLING DI PABRIK TAHU TRADISIONAL PANGKALAN Deri Kurniadi; Awaldi Putra Pratama
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 22, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/stsp.v22i1.470

Abstract

Tata letak rancangan fasilitas produksi bagian dari aspek penting pada perancangan manufaktur. Ketidaktepatan merancang jalur-jalur produksi justru akan menimbulkan ketidakrapian dan kebingungan lalu lintas aliran produk maupun material, sehingga peningkatan efisiensi dan efektivitas produksi tidak akan pernah tercapai. Pada lokasi penelitian ditemukan permasalahan tata letak rancangan fasilitas produksi, yang mana fasilitas yang harusnya berdekatan pada kenyataannya terletak berjauhan. Sehingga menyebabkan kenaikan ongkos material handling. Untuk itu perlu dilakukan relayout tata letak rancangan fasilitas produksi agar memperkecil ongkos material handling. Penyelesaian masalah yang ingin penulis lakukan ialah melakukan relayout tata letah pabrik yang lebih meminimalkan jarak material handling dan menekan ongkos produksi perusahaan dengan metode Systematic Layout Planning (SLP).Setelah dilaksanakan penelitian tentang relayout tata letak rancangan fasilitas produksi untuk meminimalisasi ongkos material handling, dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya penurunan ongkos material handling pabrik tahu. Awal ongkos material handling sebesar Rp. 94.785.701,- mengalami penurunan sebesar Rp. 63.765.996,- menjadi sebesar Rp. 31.019.705,-.
Perancangan Prototype Alat Pendeteksi Ketinggian Air sebagai Mitigasi Risiko Dampak Banjir Berbasis IoT (Studi Kasus: Kota Padang) Deri Kurniadi; Vina Lestari Riyandini
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v20i1.19332

Abstract

Padang merupakan salah satu kota yang berada pada pesisir pulau sumatera. Kota Padang dialiri oleh 5 sungai besar dan 16 sungai kecil. Sungai yang ada sering terjadi luapan air ketika musim hujan. Luapan air yang tidak terduga dan tanpa adanya pemberitahuan membuat terjadinya kerugian materi yang dirasakan oleh masyarakat yang diakibatkan dari banjir. Permasalahan tidak adanya alat pendeteksi ketinggian air menjadi dasar permasalahan yang penting untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan prototype alat pendeteksi ketinggian air pada musim hujan sebagai langkah mitigasi risiko berbasis IoT. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno, Sensor Ultrasonic untuk mengukur ketinggian air dan Sensor DT22 untuk mendeteksi awal hujan turun. Adapun luaran wajib yang ditargetkan dari penelitian ini adalah publikasi jurnal nasional terakreditasi dan draft seminar internasional. Tingkat kesiapan teknologi saat ini fokus pada perancangan sistem dengan target akhir yang ingin dicapai adalah prototype alat pendeteksi ketinggian air.
INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA SENTRA IKM PANDAI BESI MENGGUNAKAN METODE STRUKTURAL EQUATION MODELLING (SEM) Henny Yulius; Deri Kurniadi; Dina Hardianti
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 23, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/stsp.v23i1.589

Abstract

Kota sungai penuh memiliki sentra pandai besi yang terletak di desa Koto Padang, kecamatan Tanah Kampung, kota Sungai Penuh. Rata-rata penduduk desa koto padang ini meraup keuntungan dari hasil olahan pandai besi seperti parang, pisau, kapak, dan sejenisnya. Proses produksi dilakukan dengan menimbulkan kebisingan, terutama pada saat besi ditempa dengan martil dan pada proses finishing menggunakan gerinda. Mesin dalam proses pembuatan menghasilkan kebisingan dengan tekanan suara yang tinggi. Berdasarkan data kebisingan yang diukur pada lokasi industri, diperoleh nilai kebisingan yang cukup tinggi. Untuk data awal, pengukuran dilakukan pada 10 IKM, sehingga diperoleh intensitas kebisingan pada IKM rata-rata melebihi nilai ambang batas (NAB). Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh intensitas kebisingan terhadap kinerja karyawan pada sentra IKM pandai besi menggunakan metode Struktural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas kebisingan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai T Statistics = 8,922 > 1,96 dan nilai P-Values = 0,000 < 0,05. Nilai R-Square dari kinerja karyawan adalah 0,616, yang berarti intensitas kebisingan mampu mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 61,6%.
Pelatihan Penggunaan Sluice Box untuk Pemisahan Emas Alluvial bagi Penambang Emas Tradisional di Kabupaten Sijunjung Afni Nelvi; Deri Kurniadi; Annisa Intan Yustisia Rahmalina; Khalik Dwika Putra; Mutiara Salvira; Hisni Rahmi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1138

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan Penggunaan Sluice Box untuk Pemisahan Emas Alluvial bagi Penambang Emas Tradisional. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan keterampilan mitra dalam mengoperasikan alat sederhana namun efektif untuk meningkatkan efisiensi penambangan sekaligus meminimalisasi kerugian emas yang terbuang bersama material sisa. Mitra kegiatan adalah kelompok penambang emas tradisional yang dipilih berdasarkan kriteria: aktif melakukan penambangan skala kecil, belum memiliki pemahaman teknis terkait penggunaan sluice box, dan memiliki komitmen untuk mengikuti pelatihan secara penuh. Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara operasional melalui beberapa tahap, yaitu sosialisasi teknologi, demonstrasi penggunaan sluice box, praktik lapangan oleh penambang, serta evaluasi tingkat pemahaman dan keterampilan mitra. Pelatihan ini berlangsung selama 3 bulan sehingga mitra memiliki kesempatan yang cukup untuk mempraktikkan keterampilan yang diperoleh. Hasil pelatihan menunjukkan terjadi peningkatan level keberdayaan dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan sluice box dalam pemisahan emas dari pengotornya. Selain itu sluice box yang portabel sehingga mudah dibawa kemana-mana terutama untuk kegiatan survey lokasi baru oleh mitra.
Desain Katalisator Karbon Monoksida Pada Knalpot Kendaraan Bermotor Tipe Plug and Play Dengan LCD Display Handi Wilujeng Nugroho; Kurniawan Hamidi; Deri Kurniadi
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/bzxk2q64

Abstract

Perkembangan zaman yang cepat menuntut efisiensi dalam segala aktivitas, termasuk dalam penggunaan kendaraan bermotor. Tingginya kepadatan penduduk telah meningkatkan penggunaan kendaraan, yang pada gilirannya meningkatkan emisi karbon monoksida (CO) dan mengancam kualitas udara. Gas CO yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor merupakan pencemar udara berbahaya, dengan dampak langsung dan tidak langsung pada kesehatan manusia serta kualitas udara. Emisi CO, terutama dari kendaraan bermotor, telah menjadi penyebab utama penurunan kualitas udara di berbagai daerah. Standar emisi gas CO pada knalpot adalah 249.24 ppm. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk mengurangi dampak emisi gas kendaraan bermotor pada lingkungan.Salah satu solusi adalah penggunaan tembaga sebagai katalisator, yang dapat mengurangi kadar CO dalam gas buang kendaraan. Metode ini melibatkan penambahan lapisan sekat tembaga di dalam knalpot, serta plat tembaga di ujung masukan gas kendaraan ke knalpot. Saat gas kendaraan melewati knalpot, reaksi katalisis tembaga mengurangi kadar CO dalam gas buang. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat mengubah emisi menjadi gas yang lebih ramah lingkungan, mengendalikan polusi udara yang berasal dari kendaraan, dan meningkatkan kualitas udara. Dengan demikian, penggunaan katalisator tembaga di dalam knalpot menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi emisi CO dari kendaraan bermotor, memenuhi standar emisi, dan mendukung upaya menjaga lingkungan dan kesehatan manusia.
Inovasi Desain Meja Setrika Menggunakan Metode Model Kano dan Quality Function Deployment (QFD) Aziati Ridha Khairi; Deri Kurniadi
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/r8mc9k59

Abstract

Menyetrika merupakan aktivitas yang paling melelahkan dan paling berisiko diantara proses kerja rumah tangga lainnya. Hal ini menyebabkan pekerja merasakan nyeri pada pinggang dan lengan setelah melakukannya. Dalam melakukan kegiatan menyetrika, dibutuhkan meja setrika untuk memudahkan proses penyetrikaan, Meja setrika adalah meja yang didesain secara khusus untuk digunakan sebagai alas setrika baju dan kain lainnya. Perumusan masalah pada penelitian ini yaitu meja setrika saat ini masih belum menyediakan fitur-fitur tambahan yang memudahkan aktivitas menyetrika dan dapat mengurangi keluhan-keluhan selama menyetrika. Penelitian ini bertujuan untuk membuat inovasi desain meja setrika yang multifungsi dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, yaitu yang dapat memberikan kenyamanan, kemudahan dalam menyetrika, dan dapat mengurangi keluhan yang dirasakan selama menyetrika. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pendahuluan dengan observasi awal, studi literatur, perumusan masalah, menentukan tujuan penelitian, pengumpulan data (data kuesioner), melakukan Uji Kecukupan Data, Uji Validitas, dan Uji Reliabilitas. Untuk melakukan pengolahan data digunakan metode integrasi Kano dan QFD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kebutuhan konsumen, karakteristik teknis yang harus diprioritaskan untuk dikembangkan adalah rangka meja, material meja, pelapis meja,busa alas setrika, desain meja (bentuk dan warna), meja dapat digunakan untuk kegiatan lain, alat bantu memindahkah meja, ukuran meja, alat pengatur ketinggian meja, terdapat laci, stop kontak, gantungan baju, dan tempat melipat baju setelah disetrika.
Analisis Kelayakan Bisnis pada Usaha Tahu Keluarga Deri Kurniadi; Riko Ervil; Ali Sutan Nasution; Abdil Haq
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/drmzeg36

Abstract

Industri tahu memiliki prospek ekonomi yang cukup baik dan cukup potensial untuk dikembangkan. Usaha Tahu Keluarga sempat berhenti beroperasi karena mengalami kerugian dan kehabisan modal, kemudian dilanjutkan kembali. Usaha Tahu Keluarga tidak mengetahui berapa keuntungan yang didapatkan secara detail dan berapa lama jangka pengembalian dari modal yang telah diinvestasikan, serta tidak diketahui bagaimana kondisi dan posisi usaha dalam pasar. Untuk itu perlu dilakukan analisis kelayakan bisnis guna memperkecil resiko investasi yang sia-sia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha Tahu Keluarga berdasarkan aspek pasar & pemasaran serta aspek finansial. Hasil dari penelitian ini diperoleh skor IFE sebesar 3,545402 yaitu berada pada posisi kuat, nilai EFE sebesar 3,558757 yaitu berada pada kondisi kuat dan matriks IE berada pada sel 1. Kemudian pada aspek finansial diperoleh hasil payback period yaitu 11 bulan 29 hari, net present value sebesar Rp250.601.534>0, net benefit cost ratio sebesar Rp4,825 > 1 dan Internal rate of return sebesar 131,99% > tingkat suku bunga kredit saat ini 14%. Adapun simpulan dari penelitian ini yaitu usaha tahu keluarga layak untuk dijalankan berdasarkan aspek pasar dan pemasaran serta aspek finansial.
Analisis Customer Relationship Management dan Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Nasabah Kredit Cicil Uang (KCU) di Bank Nagari Simpang Tiga Riko Ervil; Deri Kurniadi; Ali Sutan Nasution; Martha Friscilia Sitio; Henny Yulius
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/qeymet46

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Bank Nagari Simpang Tiga pada unit kredit cicilan uang, dengan latar belakang fluktuasi pertumbuhan kredit selama lima tahun terakhir dan penurunan pertumbuhan pada tahun 2024. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh belum optimalnya penerapan Customer Relationship Management (CRM) serta kualitas layanan kepada nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh Customer Relationship Management terhadap loyalitas nasabah, (2) pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas nasabah, dan (3) besarnya pengaruh Customer Relationship Management dan kualitas layanan secara simultan terhadap loyalitas nasabah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah Bank Nagari Simpang Tiga yang berjumlah 252 orang, dengan sampel sebanyak 155 responden yang ditentukan menggunakan teknik pengambilan sampel tertentu. Metode pengumpulan data meliputi kuesioner, observasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS for Windows versi 25.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Customer Relationship Management berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap loyalitas nasabah dengan koefisien regresi sebesar 0,130 dan nilai signifikansi 0,157 (> 0,05). Sementara itu, kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah dengan koefisien regresi sebesar 0,676 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Secara simultan, Customer Relationship Management dan kualitas layanan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah sebesar 43,4%, sedangkan sisanya sebesar 56,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.