Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hambatan Guru Bahasa Indonesia SMAN 6 Pekanbaru dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Poppy Nurkholidha; Rani Putri Khanza; Urwatul Uwusqa Alyamar; Muhammad Mukhlis
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 5, No 1 (2023): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtuah.5.1.p.54-63

Abstract

IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM FILM KANG MAK FROM PEE MAK KARYA HERWIN NOVIANTO Urwatul Uwusqa Alyamar; Erni Erni
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1073

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi yang tidak hanya menyampaikan makna secara langsung, tetapi juga dapat mengandung makna tersembunyi yang disebut implikatur. Film Kang Mak from Pee Mak karya Herwin Novianto merupakan film horor-komedi yang banyak menampilkan tuturan bermakna tidak langsung, sindiran, dan humor yang menimbulkan implikatur percakapan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis implikatur percakapan umum, berskala, dan khusus dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data berupa tuturan para tokoh dalam film, sedangkan data penelitian berupa tuturan yang mengandung implikatur percakapan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 77 data tuturan yang mengandung implikatur percakapan, terdiri atas 62 implikatur percakapan khusus, 12 implikatur percakapan umum, dan 3 implikatur percakapan berskala. Dominasi implikatur percakapan khusus menunjukkan bahwa sebagian besar percakapan dalam film ini bergantung pada konteks situasi untuk dipahami maknanya. Hal ini membuktikan bahwa para tokoh lebih sering menyampaikan makna secara tidak langsung melalui sindiran, humor, dan konteks percakapan.