Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN PERMUKIMAN KEMBALI PENDUDUK TEPIAN SUNGAI KAHAYAN DI KOTA PALANGKA RAYA Amiany; Nugraha Sagit Sahay
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 6 No. 01 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.232 KB)

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan kota pada hakekatnya disebabkan oleh pertambahan penduduk baiksecara alamiah maupun migrasi serta perubahan dan perkembangan kegiatan usahanya yangdisebabkan oleh perubahan pola sosial budaya dan sosial ekonomi penduduk tersebut sebagaimasyarakat kota. Pengadaan perumahan daerah perkotaan sangat terbatas sehingga masalahpemenuhan kebutuhan perumahan sampai saat ini masih sulit dipecahkan, teruma bagi masyarakatberpenghasilan rendah.Selain itu dalam pelaksanaannya sering kurang memperhatikan karakteristik atau latar belakangsosial-ekonomi masyarakatnya. Sehingga program-program diatas tidak selamanya bisa berhasilmulus, bahkan bias menemuhi kendala-kendala seperti mereka menolak untuk dipindahkan, ataumereka akan kembali lagi ke kawasan permukiman yang lama karena masyarakat tersebut kurangbisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, atau mereka kehilangan lapangan kerja.Salah satu kebijakan Pemerintah Daerah Kota Palangka Raya saat ini adalah mengembalikan tepiansungai Kahayan sebagai jalur hijau dan kawasan wisata kota. Salah satu nya adalah KawasanFlamboyan Bawah yang pada awalnya adalah meruapakan jalur hijau namun dalam perjalanannyahingga kini menjadi permukiman yang tidak terencana..Dari analisa yang dilakukan diketahui bahwa peluang usaha/kerja yang baru, sebagai upayameningkatkan pendapatan masyarakat relokasi perlu diikuti dengan program-program lanjutan sepertipengadaan pelatihan dan peningkatan ketrampilan untuk memberikan kemampuan kewirausahaanatau kemampuan berwiraswasta dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat tersebut.
TINJAUAN DESAIN ARSITEKTUR HUMA GANTUNG BUNTOI Amiany
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 6 No. 02 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 2 Tahun 2011
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.86 KB)

Abstract

Sehubungan dengan kawasan yang bersejarah, seyogyanya bahwa perkembangan arsitektur kini harus memepertimbangkan kehadiran arsitektur lama yang mengandung makna sejarah tinggi. Sewajarnya bahwa arsitektur terkini harus dapat mengangkat atau memperkuat dari kawasan tersebut, dan bukan sebaliknya akan mengecilkan atau mematikan dari kawasan tersebut. Arsitektur terkini bukanlah bagian tersendiri yang lepas dari lingkungan sekitar akan tetapi menjadi satu kesatuan yang saling mendukung dari wajar kota, yang pada akhirnya muncul apa yang disebut dengan identitas kota. Saat ini banyak sekali ditemukan banyak karya desain arsitektur dari nenek moyang kita yang tersisa perlu dilestarikan dan di pelajari baik dari bentuk serta filosofinya .Contohnya pada propinsi Kalimantan Tengah banyak peninggalan sejarah berupa rumah adat yang tersebar merata di pelosok-pelosok daerah Kalimantan Tengah, antara lain berupa Betang, Huma Hai, Huma Gantung, Sandung, Karak Betang dan banyak rupa peninggalan sejarah lainnya. Huma Gantung Buntoi merupakan salah satu peninggalan sejarah tradisional yg masih ada dan kokoh di Kalimantan Tengah. Sebagai masyarakat yang menghargai kebudayaan sepatutnya kita melestarikan apa yang telah dibuat oleh nenek moyang kita sendiri, karena kenyataannya pada saat ini beberapa peninggalan yang ada sudah banyak yang rusak dan hilang karena di sebabkan usaha perawatan yang kurang dan sebagian besar termakan usia, oleh karena itu beberapa rumah adat yang sekarang tersisa wajib kita jaga dan lestarikan
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN FLAMBOYAN BAWAH Amiany; Elis Sri Rahayu; Rony Setya Siswadi
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 7 No. 02 (2012): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 Nomor 2 Tahun 2012
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.978 KB)

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) hadir sebagai sebuah kebutuhan utama bagi masyarakat perkotaan yang setiap harinya kehidupannya dipenuhi dengan aktivitas rutin. Namun ketersediaan RTH kota yang dirasakan kurang, menjadikan RTH sebagai sesuatu yang langka, padahal terdapat berbagai macam peraturan yang dibuat pemerintah perihal keberadaan RTH tersebut. Publik merupakan sekumpulan orang-orang tak terbatas siapa saja, dan space atau ruang merupakan suatu bentukan tiga dimensi yang terjadi akibat adanya unsur-unsur yang membatasinya (ching, 1992). Berdasarkan Keputusan Presiden No.32 tahun 1990, tentang pengelolaan kawasan lindung Bab I Pasal 1 ayat 7 menjelaskan bahwa tepian sungai seharusnya memiliki sempadan sungai yaitu kawasan sepanjang kiri kanan sungai , termasuk sungai buatan / kanal / saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Namun pada kenyataan yang ada saat ini di lokasi penelitian di tepian Sungai Kahayan (DAS) Kahayan ini justru ditutupi oleh permukiman penduduk tanpa adanya Ruang Terbuka Hijau seperti yang diharuskan dalam peraturan tersebut. Penelitian ini pada hakekatnya akan mengkaji lebih mendalam terhadap aspek fisik keberadaan Ruang Terbuka Hijau yang berada di sepanjang Sungai Kahayan tepatnya Flamboyan Bawah (dari arah belakang Aline Photo Studio hingga belakang Toko Swalayan Telaga Biru RT 01-RT 05/ RW VIII) karena ternyata hampir seluruh rumah dikawasan permukiman tepian sungai Kahayan khususnya Flamboyan bawah ini sudah tumbuh berkembang kawasan permukiman padat padahal sejak awalnya memang peruntukan tanah tepian sungai Kahayan merupakan jalur hijau.
PENGEMBANGAN POLA RUANG IBUKOTA KECAMATAN BANAMA TINGANG KABUPATEN PULANG PISAU Amiany
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 10 No. 02 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.15 KB)

Abstract

Permasalahan pada perencanaan kota yang selalu berlanjut dari waktu ke waktu akan tersandung pada perilaku masyarakat yang timbul diluar perencanaan pemerintah. Menyingkapi jamaknya permasalahan perkotaan, menyebabkan timbulnya menyebabkan bertambahnya kebutuhan akan ruang, sarana dan prasarana. Kabupaten Pulang Pisau adalah salah satu kabupaten pemekaran yg mengalami perkembangan yang cukup tinggi ini, termasuk Kota Bawan yang merupakan ibukota Kecamatan Banama Tingang terletak pada bagian Tengah Sungai Kahayan jalan poros Palangka Raya – Kuala Kurun dan memiliki lokasi yang tepatnya terletak di bagian paling utara dari Kabupaten Pulang Pisau. Potensi pengembangan kota Bawan adalah tersedianya lahan kosong yang cukup besar dengan ditunjang oleh letak kawasan yang cukup strategis dibagian utara kabupaten Pulang Pisau dimana dapat merupakan gerbang pergerakan masyarakat dan barang dari kabupaten tetangga. Ketersediaan lahan kosong yang luas ini memberi peluang yang cukup besar untuk menentukan kebijakan dan pengawasan pengembangan kawasan serta mengurangi konflik akibat dari kesulitan pengaturan penggunaan lahan. Perkembangan Masyarakat yang terdapat di Ibukota Kecamatan Banama Tingang memiliki adat istiadat dan kebiasaan sehari-hari, sehingga patut diperhatikan pula dalam perngembangan Ibukota Kecamatan ini kedepannya agar bisa berdasarkan potensi dan karakteristik yang dimilikinya.