Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URBAN HOUSING ENERGY CONSUMPTION ON PEATSWAMP Case: City dense peatland area in Palangka Raya Yunitha; Mandarin Guntur
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 10 No. 01 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.209 KB)

Abstract

Population growth in combination with intensive energy consumption is the main driving force in urban area in developing countries that has caused impacts on socio-economic aspects, and environmental systems lead to green house gas (GHG) emissions into the atmosphere. Indirectly, life style and consumption pattern of urban people are also affecting the impacts. Nowdays, the phenomenon of global warming is becoming major concerns in environmental management. Urban planners and policy makers are being to minimize dan reduce the impacts of energy consumption and GHG emission when they are planning the cities. It is important to understand urban form as element in the city planning process and relationship between urban form, energy, and the environmental impacts to establish effective strategies to meet environmental goals (Anderson, 1996). Urban residential density is the main factor contributing to urban form. Therefore, dealing with energy use and carbon emissions related to climate change in urban environment, especially in residential sector is one of the challenges due to its unfavourable effect on the ecosystem. This study aims at determining factors contributing, particularly at the local level and also identifying the responses from citizen and local government regarding to energy consumption and carbon emissions in urban residential development on peatland area. The results will bring some recommendations on better measures for urban residential that will be develop on the peatland area particularly in Kalimantan Tengah, Indonesia related to carbon emission and energy use for present day and for next generation.
TIPOLOGI RUMAH TRADISIONAL DI PULANG PISAU, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Indrabakti Sangalang; Yunitha; Nathalia; Lyudmillya Vlasova; Agus Satriawan
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 10 No. 02 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.701 KB)

Abstract

Rumah tradisional sebagai karya arsitektur tradisional Kalimantan Tengah merupakan warisan budaya daerah Kalimantan Tengah yang memiliki nilai-nilai luhur yang mencerminkan budaya setempat yang terjadi pada saat itu dan mempunyai kekhasan dan ciri tersendiri baik dalam bentuk arsitekturalnya maupun filosofi yang dikandung bentuk bangunannya serta mempunyai hubungan yang erat dengan setting sosial budaya masyarakat. Tentu saja tidak menutup kemungkinan bahwa rumah tradisional yang terbentuk mendapat pengaruh dari budaya-budaya dari luar. Ini dikarenakan arsitektur tradisional Kalimantan Tengah mempunyai sikap ramah untuk mau menerima pengaruh-pengaruh luar dengan mencerna pengaruh-pengaruh tersebut sedemikian rupa dalam proses penyesuaian sehingga dalam penyertaan kehadirannya merupakan suatu kesatuan yang harmonis. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi perkembangan dari rumah tradisional di wilayah Kabupaten Pulang Pisau yang berbeda dari kawasan lainnya di Kalimantan Tengah untuk memperkaya tipologi rumah tradisional Kalimantan Tengah selain Huma (rumah) Betang yang sudah dikenal terlebih dulu. Pulang Pisau sendiri berada pada posisi sebelah selatan Provinsi Kalimantan Tengah dan berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan yang terkenal dengan Rumah Adat Banjar, dapat dikatakan menjadi pintu masuk bagi budaya baru yang sedikit banyak memberikan pengaruh bagi perkembangan arsitektur tradisionalnya.