Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN PARIWISATA YANG ADAPTIF TERHADAP POTENSI LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN EKOLOGI MENGACU PADA PERENCANAAN BERKELANJUTAN, STRATEGI PERENCANAAN REGIONAL DAN PERENCANAAN WISATA LOKAL DI KALIMANTAN TENGAH Mandarin Guntur; Yunitha
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 11 No. 01 (2016): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 11 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.219 KB)

Abstract

Rencana pengembangan pariwisata di perdesaan yang adaptif terhadap potensi lingkungan dan perubahan ekologi di Kalimantan Tengah merupakan salah satu pilihan wisata yang menarik. Namun demikian, desa-desa yang diharapkan dapat menjadi pemicu pengembangan wisata tersebut sudah mengalami transformasi, menuju masyarakat perkotaan. Kebiasaan lama yang menjadi tradisi sudah pula ditinggalkan penduduk, layar kaca dan hiburan yang ditawarkan oleh media televisi telah banyak mempengaruhi dan mengubah pola hidup masyarakatnya. Selain itu pengrusakan hutan dan penambangan liar, merajalela di sepanjang sungai, sehingga menimbulkan dampak yang merusak lingkungan. Dilain pihak pemerintah daerah diharapkan dapat memacu pendapatan daerah, dari berbagai sektor, salah satunya adalah sektor wisata. Namun demikian peluang wisata yang ada belum bisa dikembangkan secara maksimal dan berkelanjutan, terutama yang adaptif terhadap potensi lingkungan dan perubahan ekologi. Tulisan ini menjelaskan bagaimana mengembangkan wisata yang adaptif terhadap potensi lingkungan dan perubahan ekologi di Kalimantan Tengah. Mengacu pada perencanaan wisata yang berkelanjutan, strategi perencanaan regional, dan perencanaan wisata lokal. Interpretasi dilakukan secara langsung pada wilayah perdesaan di Kalimantan Tengah untuk menemu kenali potensi dasar wisata lokal yang dapat dikembangkan. Dalam tulisan ini menunjukan bahwa potensi pengembangan wisata perdesaan yang adaptif terhadap potensi lingkungan dan perubahan ekologi, merupakan kerjasama partisipatif masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan swasta secara berkelanjutan.
PEMAHAMAN LINGKUNGAN PADA ARSITEKTUR BETANG SEBAGAI SUBJEK Yunitha; Mandarin Guntur; Andito; Teguh Setiawan
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 13 No. 02 (2018): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 13 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.507 KB)

Abstract

Betang di Kalimantan Tengah merupakan perwujudan alam sorgawi dan alam manusia yang lekat dengan lingkungannya. Di alam sorgawi raga dan jiwa merupakan personifikasi dari prinsip ruang spiritual yang diterjemahkan sebagai alam atas dan alam bawah. Sementara itu alam lingkungan sekitarnya merupakan gambaran akan alam manusia yang penuh dengan simbol menuju ke nirwana dan kesempurnaan yang direkam pada Betang. Observasi di lakukan pada betang Toyoi dengan metoda survey detail Betang untuk menemukan kecocokan dengan kontek lingkunganya dimana Betang sebagai subjek arsitekturalnya. Ternyata Betang yang merupakan rumah tinggal syarat akan makna religious. Raga diterjemahlkan pada Betang yang serba tersentuh, bertekstur, mudah untuk difahami. Sedangkan jiwa diterjemahkan pada sandung yang terdapat di depan rumah tempat roh berlabuh, sebuah bangunan yang sarat makna keilahian, jalan menuju alam surgawi yang serba indah, dengan segala kemewahannya. Betang juga merupakan ruang yang dibentuk berdasarkan egosistem, menterjemahkan sifat-sifat manusia mulai dari yang personal hingga yang komunal.