Indrabakti Sangalang
Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP ECO-SETTLEMENT PADA PERANCANGAN PERMUKIMAN BERKELANJUTAN: Studi Lokasi Kawasan Gambut Di Desa Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah Jesica; Indrabakti Sangalang; Wijanarka
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 17 Edisi II, Desember 2022
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tumbang Nusa merupakan desa dengan wilayah gambut yang terdampak akibat perubahan iklim dan curah hujan berlebih pada Tahun 2020-2021 yang berpengaruh pada daya tampung debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, Desa Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah. Kondisi ini kemudian memengaruhi aspek ekologi, ekonomi, dan sosial masyarakat desa yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan sungai yang hidup dan tinggal di sekitar DAS tersebut. Pembangunan kawasan permukiman yang berpedoman eco-settlement dapat menjadi acuan dalam mencapai permukiman yang ekologis melalui 3 prinsip yaitu ekologi, sosial dan ekonomi dengan dukungan dan kerja sama dengan institusi yang kapabel. Eco-settlement juga memiliki kriteria yang mengacu pada prinsip ekologis yang diharapkan dapat menciptakan permukiman yang berkelanjutan dalam mengatasi masalah perubahan iklim dan curah hujan. Menggunakan metode glass box secara sistematis, anatilis, dan evaluatif maka dirumuskan konsep perancangan permukiman berkelanjutan dengan pendekatan eco-settlement pada kawasan gambut di Desa Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah.
PENGARUH KONDISI HUNIAN DAN LINGKUNGAN TERHADAP KEBERLANJUTAN PERMUKIMAN TEPI SUNGAI STUDI KASUS: KAMPUNG PAHANDUT DAN DESA DANAU TUNDAI DI KOTA PALANGKA RAYA Indrabakti Sangalang; Fredyantoni F. Adji
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 9 No. 02 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman merupakan kumpulan hunian yang penghuninya saling bersepakat baik formal maupun informal untuk membentuk komunitas. Hubungan sosial budaya, kemampuan beradaptasi serta membangun relasi dan kondisi lingkungan fisik pada permukiman seperti hunian dan fasilitas pendukungnya sangat mempengaruhi perkembangan permukiman yang terkendali dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang tinggal berdasarkan pada kearifan lokal (local wisdom). Banyak permukiman yang tidak berkembang atau berkembang tidak terkendali ketika unsur-unsur yang berpengaruh tersebut kurang diperhatikan. Berdasarkan hal-hal tersebut menunjukkan pentingnya penelitian untuk menggali faktor-faktor apa saja yang dapat membuat permukiman tetap mengalami berkelanjutan dan dilain sisi juga mengidentifikasi faktor-faktor lain yang terindikasi akan menghambat perkembangan sebuah permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kampung Pahandut kebutuhan ekonomi menjadi dasar bertambahnya pendatang dan tumbuhnya rumah-rumah baru, sedangkan penghambat keberlanjutan permukiman adalah kondisi kawasan tepi sungai yang semakin dangkal dan menyempit akibat sedimentasi. Di Desa Danau Tundai, pertumbuhan rumah-rumah disebabkan faktor kekerabatan dan Danau Tundai yang kaya ikan, sedangkan faktor penghambat keberlanjutan permukiman adalah jika produksi ikan menurun dan belum adanya inovasi baru. Di Kampung Pahandut jika melihat ketiga aspek keberlanjutan terlihat jelas kegiatan ekonomi yang makin meningkat membuat aspek lainnya yaitu sosial budaya dan lingkungan mengalami kemunduran. Desa Danau Tundai, aspek ekonomi berjalan lambat perkembangannya sedangkan aspek sosial budaya dan lingkungan berpotensi untuk mengalami keberlanjutan sepanjang belum ada perubahan yang signifikan