Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : eco-buss

Pengaruh Media Sosial dan Citra Destinasi Terhadap Kepuasan Pengunjung Melalui Keputusan Berkunjung Pada Objek Wisata Lembah Asri Serang Kabupaten Purbalingga Gita Kurniasih; Zaenudin Zaenudin
eCo-Buss Vol. 8 No. 1 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i1.2448

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menelaah dampak media sosial serta reputasi destinasi pada kepuasan wisatawan dengan keputusan berkunjung sebagai variabel intervening. Studi ini menggunakan metode kuantitatif pada wisatawan Objek Wisata Lemba Asri Serang Kabupaten Purbalingga dengan sampel 100 responden lewat purposive sampling dan kuesioner online. Data penelitian dianalisis dengan berbagai uji statistik menggunakan SPSS. Analisis regresi digunakan guna mencari keterkaitan antara variabel dependen dan independen. Uji sobel dalam pengamatan ini dilakukan guna melihat dampak variabel mediasi terhadap keterkaitan variabel independen dan dependen.Hasil penelitian membuktikan jika media sosial serta reputasi destinasi berdampak baik serta signifikan terhadap keputusan berkunjung (R Square = 0,618), serta media sosial, citra destinasi, dan ketatapan berkunjung berdampak pada keputusan wisatawan (R Square = 0,719). Keputusan berkunjung terbukti memoderasi hubungan antara media sosial dan kepuasan pengunjung, serta antara citra destinasi dan kepuasan pengunjung. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat pemahaman mengenai peran media sosial dan citra destinasi dalam meningkatkan pengalaman wisatawan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi pedoman bagi pengelola destinasi wisata dalam mengoptimalkan strategi pemasaran digital dan meningkatkan citra destinasi guna meningkatkan kepuasan serta loyalitas pengunjung.
Kontribusi Digital Marketing dan Product Quality Pada Purchase Decision Dengan Brand Image Sebagai Variabel Mediasi (Pada Penjualan Produk MS GLOW di Kota Purwodadi) Hesty Anitasari; Zaenudin Zaenudin
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2914

Abstract

Kajian ini mengeksplorasi keterkaitan antara strategi pemasaran digital dan mutu produk pada perilaku konsumen dalam melakukan pembelian, dengan citra merek berperan sebagai mediator pada konsumen MS Glow di Kota Purwodadi. Pendekatan kuantitatif diimplementasikan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang pernah membeli produk MS Glow minimal satu kali dan memperoleh informasi melalui kanal digital. Analisis data melalui teknik Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil olah data memperlihatkan bahwa pemasaran digital memiliki kontribusi yang positif serta signifikan dalam membentuk persepsi citra merek (nilai t-statistik = 4,010; p-value < 0,000) dan pada keputusan pembelian (t-statistik = 2,023; p-value = 0,043). Kualitas produk juga memiliki kontribusi positif dan signifikan pada brand image (T-statistik = 3,261; p-value < 0,000) serta keputusan pembelian (t-statistik = 2,183; p-value < 0,029). Brand image terbukti berkontribusi signifikan pada keputusan pembelian (T-statistik = 0,263; p-value < 0,029), sekaligus memediasi secara signifikan hubungan antara digital marketing maupun kualitas produk pada keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi (R²) 0,545 untuk variabel keputusan pembelian dan 0,437 untuk variabel brand image mengindikasikan bahwa model memiliki kekuatan prediksi yang cukup baik. Hasil ini menekankan pentingnya penerapan strategi digital yang efektif dan penyediaan produk berkualitas secara konsisten dalam membentuk persepsi positif terhadap merek. Citra merek yang kuat tersebut selanjutnya berperan dalam mendorong kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian. Dengan demikian, pelaku usaha disarankan untuk terus merancang pendekatan digital yang responsif sekaligus memastikan standar mutu produk tetap terjaga, sebagai upaya untuk memperkuat posisi merek dan mempertahankan intensi pembelian dalam jangka panjang.