Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literasi Lingkungan melalui Pendidikan di MTs Muhammadiyah Gantung Belitung Timur, Bangka Belitung Gatot Supangkat Samidjo; Aris Slamet Widodo; Linda Kusumastuti; Asyraf Suryadin
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 26, No. 2, April 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.906 KB) | DOI: 10.23917/warta.v26i2.1437

Abstract

The level and amount of environmental degradation has increased, along with the increase in population. Environmental problems that arise are not technical-technological problems, but rather a human behavior. Education is the only way to improve human behavior.  Environmental education needs to be introduced and developed in the society, especially through MTsM Gantung which has adequate educational equipment (infrastructure) (Mangrove Literacy House) and a good education history. However, both hardware and software need to be integrated in an integrated manner to be more effective and efficient.   The problem is, not all educational institutions specifically make environmental education an important subject in the learning process, so environmental education is needed as an effort to literacy and inculcate environmentally friendly behavior.  The method used in this Community Partnership Program (CPP) is Direct Action and Together Learning. Several management techniques were applied, including Participatory Rural Appraisal and Focus Group Discussion. This program was conducted from March to August 2022.  The program results showed that Environmental Education is a new knowledge that has never been known before. Environmental Literacy through education has well understood by teachers and students. The implementation of environmental education is agreed to be included in the curricular learning curriculum as local content, co-curricular as a support for natural science subjects, especially Biology, and extra-curricular as additional knowledge/competence for students. Environmental Education Infrastructure that could use as learning aids for Environmental Education, namely Mangrove Literacy Houses, Mangrove Rehabilitation Areas, Mining Areas, and natural science learning aids that already exist in schools.
PELATIHAN TEKNIK BUDIDAYA JAMUR SESUAI STANDAR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI JAMUR TIRAM DI DESA KARANGSARI, SAPURAN, WONOSOBO JAWA TENGAH Rafi Abhista Rizqullah; Ariska Lailita; Tiara Dwi Puspita; M Allam Farhan Hasib; Ratna Febriyani; Rolika Hasna Syifa Fadlilah; Fahma Rosyidah; Bovi Faadhila Ameer Wibowo; Muhammad Pratama Abie Nugraha; Muhammad Yusuf Septa Nugroho; Aris Slamet Widodo
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i4.1642

Abstract

Desa Karangsari, yang terletak di Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk mengembangkan budidaya jamur tiram. Faktor penting dalam meningkatkan budidaya jamur tiram adalah keadaan lingkungan sekitar dan minat masyarakat setempat terhadap usaha pertanian. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kapasitas produksi jamur tiram di Desa Karangsari. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi kepada masyarakat setempat tentang manfaat ekonomi dari produksi jamur tiram serta pelatihan teknis budidaya jamur tiram, pendampingan pembangunan rumah jamur, dan pendampingan pembuatan steamer. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam bidang teknis budidaya, manajemen usaha, dan kemampuan teknis dalam mengembangkan fasilitas yang lebih berkelanjutan. Membangun rumah jamur yang sesuai standar berhasil menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan jamur tiram, sedangkan pembuatan steamer digunakan untuk sterilisasi yang lebih efisiensi dengan tidak memakan waktu dan secara manual. Seiring dengan peningkatan kualitas produksi, para petani jamur juga berhasil meningkatkan kuantitas hasil panen, yang berdampak positif jangka panjang pada pendapatan mereka. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang fleksibel dan adaptif yang dapat diterapkan di desa lain dengan potensi serupa.  Kata kunci : pemberdayaan masyarakat, produktivitas ekonomi, jamur tiram, limbah kayu