Elar Gumelar
Politeknik Kesehatan Aisyiyah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN PEMBERIAN LATIHAN SKIPPING DAN JOGGING DENGAN LATIHAN JOGGING DAN SEPEDA STATIS DALAM MENINGKATKAN FEV1 PADA REMAJA PEROKOK Elar Gumelar
Journal Of Applied Health Research And Development Vol 3 No 2 (2021): Journal Of Applied Health Research And Development
Publisher : Poltekkes 'Aisyiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15964.388 KB) | DOI: 10.58228/jahrd.v3i2.106

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan latihan skipping dan jogging dengan latihan jogging dan sepeda statis dalam meningkatkan FEV1 remaja perokok. Metode: Penelitian Quasi eksperimental dengan teknik pengambilan random sampling. Uji statistik digunakan uji T-test independent dan uji Paired Samples Test. Nilai FEV1 dilakukan pengukuran 2 kali. Hasil: Uji normalitas shapiro wilk test terdistribusi normal dengan p>0,05 sedangkan uji homogenitas levene’ test didapatkan varian homogen. Hasil uji hipotesis perlakuan I memiliki mean±SD sebelum 3.3870±0.09141 sesudah 3.5550±0.09301 dan selisih 0.1660±0.03471. Paired Samples Test p=0.000 berarti latihan skipping dan jogging, meningkatkan FEV1 pada remaja perokok. Pada perlakuan II memiliki mean±SD sebelum 3.4610±0.11210 sesudah 3.7020±0.14421 selisih 0.2410±0.08399. Paired Samples Test p=0.000 berarti latihan jogging dan sepeda statis dapat meningkatkan FEV1 pada remaja perokok. T-test independent menunjukan 0,014 ada perbedaan dalam meningkatkan FEV1 remaja perokok. Kesimpulan: adanya perbedaan terhadap latihan skipping dan jogging dengan latihan jogging dan sepeda statis dalam meningkatkan FEV1 pada remaja perokok.
EFEKTIFITAS LATIHAN AEROBIC TERHADAP KEBUGARAN FISIK PADA ATLET FUTSAL DI KOTA TANGERANG Elar Gumelar
Journal Of Applied Health Research And Development Vol 3 No 2 (2021): Journal Of Applied Health Research And Development
Publisher : Poltekkes 'Aisyiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21384.41 KB) | DOI: 10.58228/jahrd.v3i2.108

Abstract

Penyakit tidak menular menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Upaya pencegahan penyakit tidak menular diantaranya yaitu dengan beraktivitas fisik dan olahraga. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan dan kebugaran jasmani individu antara lain umur, jenis kelamin, status merokok, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan aktivitas fisik. Latihan aerobik merupakan salah satu bentuk latihan fisik yang dilakukan secara rutin oleh atlet futsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan aerobik terhadap kebugaran fisik anggota tim futsal. Jenis penelitian observasional dengan desain studi kohort prospektif dengan total populasi 100 orang terdiri dari 50 orang adalah dengan latihan aerobik mencapai target dan 50 orang adalah dengan latihan aerobik tidak mencapai target. Analisis multivariat dengan cox regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan aerobik, umur, dan IMT berhubungan dengan kebugaran fisik (p value < 0,05). Anggota tim futsal yang yang tidak mencapai target latihan aerobik berisiko 2,0 kali tidak bugar dibandingkan anggota tim futsal yang mencapai target (p value= 0,046; aRR=2,01; 95%CI: 1,01-3,98). Anggota tim futsal yang obesitas berisiko 2,0 kali tidak bugar dibandingkan anggota tim futsal dengan IMT ideal (p value= 0,021; aRR=2,03; 95%CI: 1,05-3,94). Anggota tim futsal yang berumur 21-25 tahun berisiko 0,5 kali tidak bugar dibandingkan anggota tim futsal yang berumur 26-30 tahun (p value= 0,021; aRR=0,47; 95%CI: 0,25-0,89). Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan aerobik yang tidak mencapai target dan status IMT obesitas berisiko tidak bugar dibandingkan yang mencapai target dan memiliki status IMT normal. Upaya yang perlu dilakukan bagi anggota tim futsal adalah untuk meningkatkan latihan aerobik sesuai dengan target yang telah ditentukan dan mempertahankan status IMT dalam kondisi normal.