Panji Putro Pamungkas
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Resusitasi Jantung Paru Dengan Self Efficacy Perawat Menangani Pasien Henti Jantung Panji Putro Pamungkas; Retno Puspitadewi, Teresia; Adinata, Ach Arfan
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 16 No. 1 (2022)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v16i1.25

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Henti jantung masih merupakan penyebab kematian utama di dunia. Walau telah ada kemajuan dalam hal tatalaksana kegawatdaruratan kardiovaskular. Dalam melakukan pelayanan kegawatdaruratan kemampuan tenaga medis juga menentukan keberhasilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang resusitasi jantung paru dengan self efficacy perawat dalam menangani pasien henti jantung.. Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi, sampel yang dipakai adalah perawat ruang ICU sebanyak 24. Uji yang dipakai menggunakan Spearmen Rank Test. Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar perawat (54,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang RJP dan sebagian besar (64%) memiliki self efficacy yang baik. Analisa : Hasil uji Spearmen Rank Test diperoleh hasil nilai ρ=0,000 dan r=0,824 bahwa terdapat hubungan sangat kuat antara pengetahuan tentang resusitasi jantung paru dengan self efficacy perawat dalam menangani pasien henti jantung di ICU RSU Haji Surabaya. Pembahasan : Oleh karena itu, diharapkan profesi keperawatan lebih meningkatkan kembali perannya sebagai caregiver dan edukator serta meningkatkan skill dengan cara seminar, workshop, dan pelatihan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Resusitasi Jantung Paru Dengan Self Efficacy Perawat Menangani Pasien Henti Jantung Panji Putro Pamungkas; Teresia Retno Puspitadewi; Ach Arfan Adinata
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 16 No. 1 (2022)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v16i1.25

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Henti jantung masih merupakan penyebab kematian utama di dunia. Walau telah ada kemajuan dalam hal tatalaksana kegawatdaruratan kardiovaskular. Dalam melakukan pelayanan kegawatdaruratan kemampuan tenaga medis juga menentukan keberhasilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang resusitasi jantung paru dengan self efficacy perawat dalam menangani pasien henti jantung.. Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi, sampel yang dipakai adalah perawat ruang ICU sebanyak 24. Uji yang dipakai menggunakan Spearmen Rank Test. Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar perawat (54,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang RJP dan sebagian besar (64%) memiliki self efficacy yang baik. Analisa : Hasil uji Spearmen Rank Test diperoleh hasil nilai ρ=0,000 dan r=0,824 bahwa terdapat hubungan sangat kuat antara pengetahuan tentang resusitasi jantung paru dengan self efficacy perawat dalam menangani pasien henti jantung di ICU RSU Haji Surabaya. Pembahasan : Oleh karena itu, diharapkan profesi keperawatan lebih meningkatkan kembali perannya sebagai caregiver dan edukator serta meningkatkan skill dengan cara seminar, workshop, dan pelatihan.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENYEGARAN KETERAMPILAN INTRAVENOUS INSERTION TERHADAP FIRST-ATTEMPT SUCCESS RATE PADA PERAWAT DAN BIDAN DI MAYAPADA HOSPITAL SURABAYA Maulana Yusuf; Panji Putro Pamungkas; Bambang Riyawan; Ayu Dina Nurmilsari
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1456

Abstract

Latar Belakang: Pemasangan infus perifer IV (intravenous insertion) merupakan tindakan invasif yang paling sering dilakukan di rumah sakit. Keberhasilan pada tusukan pertama (first-attempt success rate) adalah indikator mutu pelayanan yang berdampak langsung pada keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi biaya perawatan. Kegagalan berulang meningkatkan risiko komplikasi dan trauma pada pasien. Oleh karena itu, diperlukan program penyegaran keterampilan secara berkala bagi tenaga kesehatan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis efektivitas program penyegaran keterampilan (skill refreshment) IV insertion terhadap first-attempt success rate pada perawat dan bidan di Mayapada Hospital Surabaya. Metode Penelitian menggunakan desain Quasi-Experimental dengan rancangan Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian yaitu 300 data tindakan pemasangan infus yang memenuhi kriteria inklusi, diambil pada dua periode: April–Juni 2025 (tahap pre-intervention) dan April–Juni 2026 (tahap post-intervention). Intervensi berupa program penyegaran keterampilan yang mencakup edukasi teori, demonstrasi, simulasi, dan return demonstration. Data dikumpulkan melalui lembar observasi terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada angka keberhasilan first-attempt success rate setelah dilakukan program penyegaran keterampilan. Kelompok pre-intervention, angka keberhasilan tercatat sebesar 91,7% sedangkan pada kelompok post-interventionmenjadi 93,62% Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat peningkatan pada keberhasilan pemasangan infus sebelum dan sesudah program diberikan. Kesimpulan: Program penyegaran keterampilan IV insertion efektif dalam meningkatkan first-attempt success rate pada perawat dan bidan di Mayapada Hospital Surabaya. Program ini direkomendasikan sebagai bagian dari pelatihan kompetensi berkelanjutan untuk meningkatkan standar mutu asuhan keperawatan dan keselamatan pasien.