Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Masa Depan dan Manfaat Nekropolis Gilimanuk, Sebuah Kontemplasi Arkeologi. Sutaba, I Made
Kebudayaan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.244 KB) | DOI: 10.24832/jk.v13i1.233

Abstract

AbstractUntil the present days, archaeological research in Indonesia and prehistoric research particularly in Bali, have discovered an important and remarkable cultural heritage, among them, there are prehistoric sites and artefacts that informed about the prehistoric life in Bali. Based on the result of this research, it is known that the necropolis and the prehistoric burial site of Gilimanuk are spectacular and potential culture heritages. The problem in this research is to know, how is the future and benefits of the necropolis sites and the prehistoric Gilimanuk grave site for the development of Indonesian nation’s character? The purpose of this study is to explain the benefits of the existence of these sites for the development of national character. Learning this problems, the objectives of this research is to find out the answer of the problems. To reach this objectives, this research is planned step by step. The method that used for collecting data including field observation with interview and literature study. The next step, analysis was carried out by method of typological analysis, contextual analysis, functional analysis and comparative study. The results of this study indicate two items. First, archeologically, the necropolis site and the prehistoric Gilimanuk grave site are very important as a cultural force containing socio-cultural values that lived 2000 years ago. Secondly, the site can provide enormous benefits for the development of national cultural resilience, national character, and dynamic spirit of nationalism.AbstrakSampai sekarang, penelitian arkeologi di Indonesia dan penelitian prasejarah di Bali telah menemukan warisan budaya yang penting dan menarik. Di antara temuan ini, adalah situs dan artefak prasejarah yang menggambarkan kehidupan masyarakat prasejarah Bali. Berdasarkan hasil-hasil penelitian selama ini dapat diketahui, bahwa situs nekropolis dan situs kuburan prasejarah Gilimanuk adalah warisan budaya yang spektakuler dan potensial. Permasalahannya adalah, bagaimana masa depan dan manfaat situs necropolis dan situs kuburan prasejarah Gilimanuk tersebut bagi pembangunan karakter bangsa kita? Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan manfaat keberadaan situs-situs tersebut untuk pembangunan karakter bangsa. Untuk mencapai tujuan ini, maka penelitian ini direncanakan secara bertahap, mulai dengan pengumpulan data dengan metode kajian pustaka, observasi lapangan, pencatatan, pendokumentasian, dan wawancara. Langkah berikutnya adalah analisis dengan metode analisis tipologis, analisis kontekstual dan studi perbandingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama secara arkeologis, situs nekropolis dan situs kuburan prasejarah Gilimanuk sangat penting sebagai kekuatan budaya yang mengandung nilai-nilai sosial-budaya yang hidup 2000 tahun yang silam. Kedua, situs tersebut dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi pembangunan ketahanan budaya bangsa, karakter bangsa, dan semangat nasionalisme yang dinamis.
KULTUS NENEK MOYANG: KESINAMBUNGAN BUDAYA NUSANTARA Sutaba, I Made
Kebudayaan Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1399.793 KB) | DOI: 10.24832/jk.v13i2.202

Abstract

AbstractArchaeological researches in Indonesia have successfully discovered a number of sites and archaeological artefacts that spread nearly all over Indonesian archipelago. Generally these cultural heritage bear information about the social life of the community. It is very remarkable that although these artefacts have diverse type, but actually they have the same function, especially for worshipping their ancestor’s spirit, i.e. rock-arts found in South Sulawesi; stone seats and ancestor statues that preserved in Bali. Regarding these evidents, there are remarkable problems that should be studied now; it is the origin, the development of ancestor cult and its sustainability as Nusantara culture. By learning the problems, this study aims to study the problems. To achieve this objectives, the method that used for collecting data including field observation with interview and literature study. Furthermore, analysis was carried out by method of typology analysis, contextual analysis, functional analysis, comparative study and ethnoarchaeological approach. The result show that the ancestor cult was originated from prehistoric period, especially from advanced hunting and food gathering and then sustainable until the present day among the Indonesian people. AbstrakPenelitian arkeologi di Indonesia sudah berhasil menemukan sejumlah situs dan artefak arkeologi yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Pada umumnya warisan budaya ini membawa pesan-pesan tentang kehidupan sosial masyarakat. Sangat menarik perhatian, walaupun artefak itu berbeda-beda bentuknya, tetapi sesungguhnya mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk pemujaan nenek moyang antara lain, adalah gambar-gambar cadas yang ditemukan di Sulawesi Selatan; tahta batu dan arca nenek moyang yang terdapat di Bali. Mencermati bukti-bukti ini, timbul permasalahan yang perlu dikaji sekarang, adalah asal-usul, perkembangan kultus nenek moyang sebagai kesinambungan budaya Nusantara. Dengan mempelajari permasalahan, maka penelitian ini bertujuan untuk meneliti asal-usul dan perkembangan kultus nenek moyang dan kesinambungannya sebagai budaya nusantara. Untuk mencapai tujuan ini, dilakukan melalui kajian pustaka, pengumpulan data, penelitian lapangan dan selanjutnya dilakukan analisis dengan metode analisis tipologi, analisis kontekstual, analisis fungsional, studi perbandingan dan pendekatan etnoarkeologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kultus nenek moyang berasal dari jaman prasejarah, yaitu dari masa berburu dan mengumpul makanan tingkat lanjut dan kemudian berkembang berlanjut sampai sekarang di kalangan masyarakat Indonesia. 
CAGAR BUDAYA SANG PENUTUR MASA SILAM CULTURAL HERITAGE THE TELLER OF THE PAST Sutaba, I Made
Kebudayaan Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.062 KB) | DOI: 10.24832/jk.v14i1.255

Abstract

Archaeological researches in Indonesia have discovered a number of various historical and archaeological artifacts that belong to cultural heritage. As historical evidences, this cultural heritage is an important source of the plural information and messages of the past life of our society. It is remarkable that this cultural heritage has some problems for example problem of typology, function, meanings, and the other for the society. Studying the problems, it is interesting to do research on its function as a teller of the past history that contained various aspects of the life of our society that not yet studied until today. By learning the problems, this research goal is to find the answer of the problems. To reach this goal, we do this research gradually by collecting data through literature study and field observation along with interviews. The next step is analysis carried out through methods of typology analysis, contextual, functional analysis, ethno archaeological and ethno historical approach. Finally the result showed that the function of our cultural heritage is as teller of the many-sided aspects of the past history of our artifacts such as technological aspects, social, and religious aspects but it is impossible to get full completed information due to some reasons. Keywords: archaeological and historical artifacts, cultural heritages, teller of the past.  AbstrakPenyelidikan arkeologi di Indonesia sudah berhasil menemukan artefak sejarah dan arkeologi yang beraneka ragam, yang tergolong sebagai warisan budaya. Sebagai bukti-bukti sejarah, warisan budaya ini adalah sumber informasi dan pesan-pesan kehidupan masyarakat masa lalu yang bersifat pluralistik. Menarik perhatian, bahwa warisan budaya ini mempunyai permasalahan yaitu, permasalahan tipologi, fungsi dan makna dalam kehidupan masyarakat. Mempelajari masalah ini, sangat menarik untuk melakukan penelitian mengenai fungsinya sebagai penutur sejarah masa silam, yang mengandung aneka ragam, aspek kehidupan masyarakat, yang belum dikaji sampai sekarang. Dengan mencermati permasalahan ini, maka tujuan penelitian ini, adalah untuk meneliti permasalahan tadi. Untuk mencapai tujuan ini, penulis melakukan penelitian secara bertahap melalui pengumpulan data dengan metode kajian pustaka dan observasi lapangan yang disertai dengan wawancara. Langkah selanjutnya, adalah melakukan analisis dengan analisis tipologi, kontekstual, analisis fungsional, pendekatan etnoarkeologi dan etnohistori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cagar budaya itu berfungsi sebagai penutur kehidupan masa silam yang mengandung aspek yang bersfiat jamak, adalah aspek teknologi, sosial dan religi, tetapi tidak mungkin untuk mendapat informasi yang lengkap karena berbagai faktor.Kata kunci: peninggalan sejarah dan purbakala, warisan budaya, penutur masa silam.
KULTUS NENEK MOYANG: KESINAMBUNGAN BUDAYA NUSANTARA Sutaba, I Made
Kebudayaan Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v13i2.202

Abstract

AbstractArchaeological researches in Indonesia have successfully discovered a number of sites and archaeological artefacts that spread nearly all over Indonesian archipelago. Generally these cultural heritage bear information about the social life of the community. It is very remarkable that although these artefacts have diverse type, but actually they have the same function, especially for worshipping their ancestorâ??s spirit, i.e. rock-arts found in South Sulawesi; stone seats and ancestor statues that preserved in Bali. Regarding these evidents, there are remarkable problems that should be studied now; it is the origin, the development of ancestor cult and its sustainability as Nusantara culture. By learning the problems, this study aims to study the problems. To achieve this objectives, the method that used for collecting data including field observation with interview and literature study. Furthermore, analysis was carried out by method of typology analysis, contextual analysis, functional analysis, comparative study and ethnoarchaeological approach. The result show that the ancestor cult was originated from prehistoric period, especially from advanced hunting and food gathering and then sustainable until the present day among the Indonesian people. AbstrakPenelitian arkeologi di Indonesia sudah berhasil menemukan sejumlah situs dan artefak arkeologi yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Pada umumnya warisan budaya ini membawa pesan-pesan tentang kehidupan sosial masyarakat. Sangat menarik perhatian, walaupun artefak itu berbeda-beda bentuknya, tetapi sesungguhnya mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk pemujaan nenek moyang antara lain, adalah gambar-gambar cadas yang ditemukan di Sulawesi Selatan; tahta batu dan arca nenek moyang yang terdapat di Bali. Mencermati bukti-bukti ini, timbul permasalahan yang perlu dikaji sekarang, adalah asal-usul, perkembangan kultus nenek moyang sebagai kesinambungan budaya Nusantara. Dengan mempelajari permasalahan, maka penelitian ini bertujuan untuk meneliti asal-usul dan perkembangan kultus nenek moyang dan kesinambungannya sebagai budaya nusantara. Untuk mencapai tujuan ini, dilakukan melalui kajian pustaka, pengumpulan data, penelitian lapangan dan selanjutnya dilakukan analisis dengan metode analisis tipologi, analisis kontekstual, analisis fungsional, studi perbandingan dan pendekatan etnoarkeologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kultus nenek moyang berasal dari jaman prasejarah, yaitu dari masa berburu dan mengumpul makanan tingkat lanjut dan kemudian berkembang berlanjut sampai sekarang di kalangan masyarakat Indonesia. 
MASA DEPAN DAN MANFAAT NEKROPOLIS GILIMANUK, SEBUAH KONTEMPLASI ARKEOLOGI. Sutaba, I Made
Kebudayaan Vol 13 No 1 (2018)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v13i1.233

Abstract

AbstractUntil the present days, archaeological research in Indonesia and prehistoric research particularly in Bali, have discovered an important and remarkable cultural heritage, among them, there are prehistoric sites and artefacts that informed about the prehistoric life in Bali. Based on the result of this research, it is known that the necropolis and the prehistoric burial site of Gilimanuk are spectacular and potential culture heritages. The problem in this research is to know, how is the future and benefits of the necropolis sites and the prehistoric Gilimanuk grave site for the development of Indonesian nationâ??s character? The purpose of this study is to explain the benefits of the existence of these sites for the development of national character. Learning this problems, the objectives of this research is to find out the answer of the problems. To reach this objectives, this research is planned step by step. The method that used for collecting data including field observation with interview and literature study. The next step, analysis was carried out by method of typological analysis, contextual analysis, functional analysis and comparative study. The results of this study indicate two items. First, archeologically, the necropolis site and the prehistoric Gilimanuk grave site are very important as a cultural force containing socio-cultural values that lived 2000 years ago. Secondly, the site can provide enormous benefits for the development of national cultural resilience, national character, and dynamic spirit of nationalism.AbstrakSampai sekarang, penelitian arkeologi di Indonesia dan penelitian prasejarah di Bali telah menemukan warisan budaya yang penting dan menarik. Di antara temuan ini, adalah situs dan artefak prasejarah yang menggambarkan kehidupan masyarakat prasejarah Bali. Berdasarkan hasil-hasil penelitian selama ini dapat diketahui, bahwa situs nekropolis dan situs kuburan prasejarah Gilimanuk adalah warisan budaya yang spektakuler dan potensial. Permasalahannya adalah, bagaimana masa depan dan manfaat situs necropolis dan situs kuburan prasejarah Gilimanuk tersebut bagi pembangunan karakter bangsa kita? Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan manfaat keberadaan situs-situs tersebut untuk pembangunan karakter bangsa. Untuk mencapai tujuan ini, maka penelitian ini direncanakan secara bertahap, mulai dengan pengumpulan data dengan metode kajian pustaka, observasi lapangan, pencatatan, pendokumentasian, dan wawancara. Langkah berikutnya adalah analisis dengan metode analisis tipologis, analisis kontekstual dan studi perbandingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama secara arkeologis, situs nekropolis dan situs kuburan prasejarah Gilimanuk sangat penting sebagai kekuatan budaya yang mengandung nilai-nilai sosial-budaya yang hidup 2000 tahun yang silam. Kedua, situs tersebut dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi pembangunan ketahanan budaya bangsa, karakter bangsa, dan semangat nasionalisme yang dinamis.
CAGAR BUDAYA SANG PENUTUR MASA SILAM CULTURAL HERITAGE THE TELLER OF THE PAST Sutaba, I Made
Kebudayaan Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v14i1.255

Abstract

Archaeological researches in Indonesia have discovered a number of various historical and archaeological artifacts that belong to cultural heritage. As historical evidences, this cultural heritage is an important source of the plural information and messages of the past life of our society. It is remarkable that this cultural heritage has some problems for example problem of typology, function, meanings, and the other for the society. Studying the problems, it is interesting to do research on its function as a teller of the past history that contained various aspects of the life of our society that not yet studied until today. By learning the problems, this research goal is to find the answer of the problems. To reach this goal, we do this research gradually by collecting data through literature study and field observation along with interviews. The next step is analysis carried out through methods of typology analysis, contextual, functional analysis, ethno archaeological and ethno historical approach. Finally the result showed that the function of our cultural heritage is as teller of the many-sided aspects of the past history of our artifacts such as technological aspects, social, and religious aspects but it is impossible to get full completed information due to some reasons. Keywords: archaeological and historical artifacts, cultural heritages, teller of the past.  AbstrakPenyelidikan arkeologi di Indonesia sudah berhasil menemukan artefak sejarah dan arkeologi yang beraneka ragam, yang tergolong sebagai warisan budaya. Sebagai bukti-bukti sejarah, warisan budaya ini adalah sumber informasi dan pesan-pesan kehidupan masyarakat masa lalu yang bersifat pluralistik. Menarik perhatian, bahwa warisan budaya ini mempunyai permasalahan yaitu, permasalahan tipologi, fungsi dan makna dalam kehidupan masyarakat. Mempelajari masalah ini, sangat menarik untuk melakukan penelitian mengenai fungsinya sebagai penutur sejarah masa silam, yang mengandung aneka ragam, aspek kehidupan masyarakat, yang belum dikaji sampai sekarang. Dengan mencermati permasalahan ini, maka tujuan penelitian ini, adalah untuk meneliti permasalahan tadi. Untuk mencapai tujuan ini, penulis melakukan penelitian secara bertahap melalui pengumpulan data dengan metode kajian pustaka dan observasi lapangan yang disertai dengan wawancara. Langkah selanjutnya, adalah melakukan analisis dengan analisis tipologi, kontekstual, analisis fungsional, pendekatan etnoarkeologi dan etnohistori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cagar budaya itu berfungsi sebagai penutur kehidupan masa silam yang mengandung aspek yang bersfiat jamak, adalah aspek teknologi, sosial dan religi, tetapi tidak mungkin untuk mendapat informasi yang lengkap karena berbagai faktor.Kata kunci: peninggalan sejarah dan purbakala, warisan budaya, penutur masa silam.
Lingga-Yoni di Desa Kedisan Tegallalang, Gianyar, Bali Sutaba, I Made
AMERTA Vol. 9 (1984)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.