Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Enforcement of Norms of Women's Representation in The Regional House of Representatives of Pekalongan Regency, Period 2019-2024 Eni Purwanti; Teti Hadiati
Asian Journal of Law and Humanity Vol. 2 No. 1 (2022): March - September
Publisher : Faculty of Sharia, State Islamic University KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Central Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.147 KB) | DOI: 10.28918/ajlh.v1i2.5493

Abstract

Regulations that are more practical in nature regarding women's political rights are stated in the Law of the Republic of Indonesia Number 7 of 2017 concerning General Elections. In this law, all forms of women's representation must meet the 30% figure, both for women's representation in KPU membership, in the management of political parties at the central level, as well as candidates for members of DPR, Provincial DPRD, and Regency/Municipal DPRD. With this reference, it is clear that the Indonesian constitution recognizes women's rights in politics. However, in reality the number of women in the Pekalongan Regency DPRD has not reached 30%. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the implementation of Law Number 7 of 2017 concerning General Elections in the DPRD of Pekalongan Regency.
Strategi Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah di KSPPS BMT Bahtera Pekalongan Rahmatul Afifah; Teti Hadiati; Kholil Said
el hisbah: Journal of Islamic Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.281 KB) | DOI: 10.28918/el_hisbah.v2i1.6255

Abstract

Artikel ini membahas tujuan adanya BMT Untuk meningkatkan kualitas usaha ekonomi untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat kurang mampu dalam berusaha pada umumnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa studi kasus, jenis penelitiannya yaitu berupa studi kasus. Hasil analisa yang dilakukan di KSPPS BMT Bahtera Pekalongan penyebab terjadinya faktor-faktor pembiayaan bermasalah yaitu dengan adanya faktor Intrenal dan eksternal. Faktor-Faktor yang menyebabkan terjadinya pembiayaan bermasalah yaitu terdapat dua faktor. Yang pertama (a) Kurang baiknya pemahaman atas bisnis nasabah; (b) faktor internal yaitu Kurang dilakukan evaluasi keuangan nasabah; dan lain-lain. Sedangkan faktor yang kedua, yaitu faktor eksternal terjadinya kelalaian anggota untuk membayar angsuran atau menunda-nunda, adanya faktor alam yang sedang terjadi pada saat ini yaitu musibah Covid-19 dan lain-lain. Strategi penyelesaian pembiayaan bermasalah adalah pemberitahuan lewat telepon atau handpone, pemberian surat penagihan, melakukan penjadwalan ulang, memperpanjang jangka waktu, memperpanjang jangka waktu angsuran, melakukan persyaratan ulang, melakukan penataan ulang, sita jaminan dan melakukan eksekusi jaminan, dan strategi terakhir adalah tidak akan melakukan kerjasama dengan anggota yang bermasalah untuk jangka panjang, dan harus berhati-hati dengan menyeleksi calon anggota BMT.
The Law Politics in The Reformulation of Interfaith Marriage in Indonesia Teti Hadiati; Makrum Makrum
Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan Vol 7, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sharia (Islamic Law) at Fatmawati Sukarno State Islamic University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v7i1.2560

Abstract

The issues explored in this study revolve around whether interfaith marriages align with the philosophical values of Indonesian marriage law, and why the validity of such marriages remains contentious in Indonesian legal context. In connection with the principle of ongoing legal conditions and public order, the implementation of marriage registration signifies a recognition of interfaith marriages, which the community accepts as a natural reality. This research employs both normative legal analysis and quantitative sociological research methods. The methodology evaluates matters concerning public order, legal compliance, and the continuation of existing legal situations or acquired rights. Based on this research, it was concluded that interfaith marriages are deemed inconsistent with the philosophical principles of Indonesian marriage law rooted in religious doctrine. Such marriages could potentially undermine the longstanding efforts in Indonesian marriage law legislation aimed at upholding public order. Consequently, registrations conducted by civil registry offices lack authoritative legal status and are merely administrative procedures.